Dibalik kengerian Rumah Dara 13

Jumat, 5 Feb '10 23:45

*Spoiler Alert :)

Setelah sebelumnya diposting ibhe dan Bieb disini dan disini lengkap dengan segala tetek bengek nyaa... (histori dan treiler), dan walau saya yakin udah agak basbang (basi banget) saya nekad aja lah posting... 

Ok. Pertama, Rumah Dara (Macabre) bukanlah film HOROR, soalnya masih banyak orang yang keliru membedakan antara Horor sama Thriller. kalau saya buat mudah nya, Horor itu pelem-pelem yang ada klenik nya, seperti hantu, sundel bolong, kuntilanak, pocong, jelangkung, dan saudara-saudara nya yang lain. Sedangkan Film Rumah Dara ini bergenre Thriller (gore, slasher, dan lain-lain). Masih buat saya juga nih ya, kalau Thriller itu gampangnya, film-film sadis yang si antagonisnya, bukanlah mahluk halus, melainkan manusia biasa, sama seperti kita-kita, kalau mau enak, sebut saja mereka mengidap penyakit jiwa...

Kedua, walau tepat sebelum peluncuran Rumah Dara, kita telah disuguhi film yang ngaku nya juga Thriller yaitu Air Terjun Pengantin (dan saya akui, setelah menontonnya, itu emang thriller juga sih) cuman soal penggarapan ya jauh apik-an Rumah Dara lah. Dan soal kualitas akting artis (secara ATP 45 menit pertama cuman pameran cewe2 berjemur dipantai pakai bikini aja gitu). Belum lagi setting cerita, sountrack pendukung yang baik sekali, menjadikan Rumah Dara patut diacungin 4 jempol (2 jempol tangan, dan 2 jempol kaki saya).

Ketiga. kalau saya biasa nonton film-gilm bergenre ini (sebut saja SAW series, Hanibal series, Hostel, dan semua film2 thriller lain nya) Rumah dara agak sedikit berbeda atau unik lah bila dibanding film2 thriller barat yang sudah saya tonton (walau katanya, ada film barat yang hampir persis mirip seperti itu, berikut segala tetek bengek yang bakal saya jabarkan dibawah ntar) tapi dengan akting Daanish dan Arifin Putra yang sangat total, jadi terobati.

Keempat. twist nya (paling ndak buat saya), Cerita yang unik tentang keluarga DARA yang menjadi pemasok jual beli organ tubuh ilegal, dan kenyataan mengejutkan lainnya, bahwa dara sekeluarga (paling ndak dara nya saja) sudah berumur sangat tua sekali (ditengah film ada adegan yang memperlihatkan foto dara ketika muda dan wajah serta penampilannya masih persis sama seperti saat ini padahal tahun yang tertera dibelakang fotonya bertuliskan 1889). Kelak akhirnya terkuak mengapa mereka bisa awet muda karena mengkonsumsi daging manusia, dan darah bayi/atau sama daging nya sekalian. sama logo ular yang jadi kalung ibu dara dan sekaligus logo di film hitam putih (aduh lupa apa istilahnya) yg muter tentang masa kecil Adam, Maya dan Arman itu loh, gambar ular itu bertuliskan Projecteren Onsterfelijk Slang (Serpentif Immortales) yang artinya kurang lebih ular abadi.. atau the end is the beginning yang kaitannya pasti sama makan-memakan manusia tersebut (kematianmu, awal kehidupan baru bagiku)... apakah itu artinya mereka termasuk sekte apapun itulah...

well... keep up the good work, mo brothers... segera telurkan film-film bagus seperti Rumah Dara ini lagi yaaa... *smooch*

bagi saya, akting paling memukau itu aktingnya Arifin Putra... :D

btw, ini blog nya rumah dara: Macabre the Movie

btw lagi, udah tau donk ya, kalau anaknya Dara ada 3, Maya, Arman dan Adam. nah ternyata ke3 nya emang punya fungsi yang berbeda-beda dalam menjalankan perannya di rumah itu. Maya the SEDUCTRESS mempunyai peran sebagai pemikat, penggoda para mangsa nya, Arman the MURDEROUS tugas utamanya adalah mencincang korban atau juga sang eksekutor dan Adam (that one is my favorite) the VICIOUS sepertinya disini dia jadi sang pembersih kegagalan semua adek-adeknya, perpembawaan sangat tenang dalam bertindak dia sanggup membunuh dengan tanpa memberikan ekspresi apapun (love him so much) dan tentu saja dia sangat kuat, dan tampak paling bisa diandalkan oleh ibu nya, Dara.. nah begitu tuh, yang digambarkan oleh sang sutradara dan produsernya.. 


Tag: review, Rumah Dara, macabre, the mo brothers

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

ibhe 0 0
Iyes, ini review menarik ini! keren!! ya, kalo mau bikin film thriller tuh yang kayak gini.. jangan membodohi melulu!
apa itu hantu keramas karena baru datang bulan di puncak?? X D ish!! emosi jiwa!

hidup slasher! : D
MiMa 0 0
wah reviewnya bener2 detail skali ya, jd udah baca disini aja udah jelas, gak perlu nonton filmnya lagi hehehe.....
JustRudy 0 0
saya belum nonton. karena takut ga bisa makan seminggu. *eh
desty 0 0
belum nontooon.. ;(
missmaharrani 0 0
Inget banget kira-kira setahun yang lalu, Pemred saya woro-woro. Kamu wawancara tuh Mo Brothers lagi bikin film slasher keren.

Eh sekarang udah lihat jadinya emang keren sih. Minim adegan yang masuk itungan katro'. Walaupun ada beberapa bloopers yang kasat mata, itu bisa dimaafkan lah.

Overall filmnya keren. Enak khaaaan! X)

JustRudy: ya memang tidak disarankan nonton ini setelah makan. asal nggak dibayang-bayangin sih gpp kok ayo ayo *dorong Rudy beli tiket*
oelpha 0 0
awas aja kalo shareefa daanish ga masuk nominasi FFI. she deserves it!!!
JustRudy 0 0
missmaharrani: sebenarnya udah penasaran sejak masih berjudul macabre. rutin jg baca blognya waktu itu. tapi...................... *maju mundur di depan loket tiket* ; )
sofie 0 0
hiihhhhhh, seremmmmmmmmmmm! aku bakalan dipastikan gak nonton film ini, takuutttttttt : ))
Chika 0 0
aku pikir armand itu semacam penjaga rumah atau pengurus rumah. tau-taunya anaknya toh? beda sama emak dan adek-adeknya.
hni 0 0
rrr.. berhubung saya penakut, review yg spoiler abis ini sangat berguna. malah kalo bisa lebih detil lagi donk... : D
victoryrose 0 0
yang terngiang-ngiang ampe sekarang tuh kalimatnya Daanish "Enak kan?" : D
aji aditya junior 0 0
sama....semoga Mo brothers tidak akan membuat sekuel berjudul "Kembali ke rumah dara" , atau "rumah dara the beginning"
ENAAAAAAK KHAAAAAANNN!!!!!!!
kmonoarfa 0 0
hahahahahahaha semoga saja tidak. pasti bisa ngerusak mindset sama Mo brothers : D

rumah dara emang gila! nonton ini sama kayak nonton serial Harpers Island, tapi tegangnya ditumpuk jadi satu : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat