Jurnalis Perempuan: Antara Prinsip dan Kepentingan Dalam Nothing But The Truth 8
Jumat, 29 Jan '10 14:08
Tulisan saya tentang Mr. Clooney saya simpan dulu. Karena hari ini mendapat undangan nonton film lagi, kali ini di Blok M Square dan berganti pasangan pula, dengan @titiw. Film ini menurut Wikipedia diproduksi tahun 2008 dan entah kenapa baru sampai di Indonesia tepatnya di Jakarta tahun ini. Padahal filmnya bagus.
Judulnya Nothing But The Truth, sebelumnya saya belum pernah mendengar apapun tentang film ini. Waktu saya cari infonya tentang kehidupan jurnalis, yang ada di benak saya cuma, bakal bosen gak ya? *ternyata @titiw merasakan hal yang sama*. Baru pertama kali ke blok m square membuat saya nervous, pake acara nyasar di lorong gelap. Secara acaranya di pagi bolong, kios aja belum buka, satpamnya juga masih jaket. Haha!. Tapi sudahlah dibayar dengan film yang menyentuh.
Oke, filmnya dibintangi oleh Kate Beckinsale, Matt Dillon , Angela Basset dan David Schiwmmer. Film ini menarik karena membahas tentang seluk beluk kehidupan jurnalis perempuan. Secara personal saya merasakan apa yang dirasakan Rachel Armstrong (Beckinsale) sebagai jurnalis perempuan. Jurnalis perempuan yang memiliki peran sebagai ibu, istri, dan bagian dari industri media yang berkompetisi . Anda bisa bayangkan posisi anda ketika realitas, idealisme dan kekuasaan 'menyerang' anda dalam waktu bersamaan.
Rachel adalah jurnalis di kolom politik di Capital Sun Times dan layaknya jurnalis, Pulitzer adalah impian. Tulisan Rachel yang terakhir menghantarkannnya pada 'lubang gelap kekuasaan' dan impian Pulitzer, berjalan bersama. Ya, film ini nyata, tidak ada yang berlebihan. Semua kejadian yang muncul disini sangat memungkinkan terjadi jika anda dalam posisi Rachel.
Tulisan Rachel tentang konspirasi politik Amerika-Venezuela yang menyangkut intelijen dan keamanan Negara yang melibatkan agen CIA dan FBI. Membawa Rachel dalam jerat kriminalisasi jurnalis. Rachel melindungi narasumbernya, sementara pihak yang berkepentingan berharap nama sumber dikeluarkan, karena membuka rahasia negara. Karena bersikukuh melindungi si narasumber, terperangkaplah dia dalam proses hukum yang memiliki efek yang tidak pernah terprediksi sebelumnya.
Jangan harap anda akan melihat film penuh intrik atau action. Kalau saya bilang film ini berbicara dari sudut pandang perempuan, tentang kehidupan jurnalis. Sebagai perempuan anda akan berada dalam banyak kepentingan, kepentingan anak, prinsip terhadap profesi dan interaksi dengan profesi yang lain. Yang tadinya takut bosen sama alur ceritanya, mendadak 'merasakan' film ini sangat personal.
Jika anda masih sering berfikir perempuan dan laki-laki dalam konstruksi patriarki itu normal, mesti nonton film ini untuk 'belajar' perspektif perempuan. Karena perempuan tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Salah satu quote yang saya ingat dalam film ini adalah sebagai berikut (terimakasih @Titiw yang sudah ingat lengkap sekali, keren deh!, jadi yang pertama saya edit :D)
"Kenapa ketika laki-laki meninggalkan keluarga untuk dipenjara karena mempertahankan keyakinannya, ketika mati dibuat monumennya? Sementara ketika perempuan meninggalkan keluarga untuk dipenjara karena mempertahankan keyakinannya, mereka dianggap monster?"
Recommended!
gambar diunduh dari sini
Tag: Film, Perempuan, jurnalis, perspektif, nothingbutthetruth
Terkait:
-
Saya Penasaran SAIA
Rabu, 27 Jan '10 19:29 -
Kenapa Kekerasan Seksual Diumbar?
Selasa, 12 Jan '10 17:05 -
Untuk Neytiri, Grace dan Mama Yosefa
Sabtu, 19 Des '09 16:32


Komentar:
apa film ini bisa bersaing mengingat kompetitornya di bioskop itu pasti Diperkosa Setan, Hantu Puncak Datang Bulan dan Te[rekam] ?
sedikit tentang Te[rekam] yg mau nyaingi [rec] itu: http://bicarafilm…iru-rec.html
iya aku juga heran kirain film baru, ternyata produksi tahun 2008. tapi bener film ini keren!
Sabai
lha itu dia mbak, film bagus begini. tapi tadi memang nonton blok m square, biasanya djaktet kan.
Alderina
sepertinya jaringan 21 akan tayang film ini. kalau enggak kebangetan, ini film bagus bener!
pas baca resensinya koq kayaknya pernah nonton film ini di HBO ya... atau jangan2 film yang lain, mungkin?
"Kenapa ketika laki-laki meninggalkan keluarga untuk dipenjara karena mempertahankan keyakinannya, ketika mati dibuat monumennya? Sementara ketika perempuan meninggalkan keluarga untuk dipenjara karena mempertahankan keyakinannya, mereka dianggap monster?"
Sekian.
iya betul banyak film serupa yang mengisahkan tentang jurnalis. yang jurnalis perempuan juga banyak kyk filmnya jennifer lopez itu apa lupa aku, tapi yang ini betul-betul menggambarkan detil konfliknya menurutku, yaaang dijamin banyak terjadi pada jurnalis perempuan yg minimal punya anak
Titiw
hahaha, aku sudah menduga! tapi emang hidungnya bagus kok si beckinsale itu
Silahkan login untuk memberikan pendapat