The Road to Fame 17
Sabtu, 16 Jan '10 15:15
Di Indonesia banyak sekali artis hingga durasi infotainment setiap minggunya bisa mencapai puluhan jam lebih. Saking banyaknya, sulit sekali memberi kategori pada artis-artis itu. Ada yang cantik, tidak cantik, jelek, kurus, gendut, lucu, seksi, norak, ganteng, suka makan, bersahaja, sombong, dsb. Tapi berikut ini kita coba memberikan kategori pada artis-artis di Indonesia yang kita cintai ini. I prefer not to write names here, takut nanti kena UU ITE.
- The default artists. Kategori ini mengacu pada artis-artis standar di mata industri hiburan Indonesia. Kebanyakan dari mereka memiliki bentuk fisik yang menarik. Mereka cantik, tinggi, seksi, tampan, keren. Artis seperti ini disukai kamera karena dari sudut manapun akan tetap terlihat menarik. Bakat tidak terlalu penting, yang penting tampak bagus di layar kaca/ lebar dan di papan-papan iklan yang menghiasi jalan-jalan ibukota.
- The achievement artists. Kebanyakan artis di kategori ini dikenal oleh audience karena memiliki bakat yang luar biasa di bidangnya. Misalnya akting, menyanyi, bermain alat musik, dan sebagainya (no, memperbesar payudara tidak termasuk dan payudara bukan bakat). Industri hiburan biasanya akan memaafkan penampilan sang artis jenis ini yang biasanya tidak sesuai dengan standar hiburan (The default artists). Muka jelek asal akting luar biasa akan terus mendapatkan tempat di hati industri hiburan. Atau suara luar biasa tapi muka tidak biasa juga akan diterima di industri hiburan.
- The underage artists. As the name implies, artis-artis ini masih kecil, piyik, bocah, anak kelenci (maksudnya kelinci) namun memiliki tingkat ketenaran setara dengan artis-artis dewasa lainnya. Keberadaan sang artis di rel industri hiburan biasanya tidak lepas dari pengaruh orang tuanya. Mungkin dulu pernah ikut lomba peragaan busana (yang pemilihan baju-bajunya kayak mba-mba di pinggiran Prumpung) tingkat kecamatan, lomba nyanyi (dengan gerakan-gerakan sensual Trio Macan), hingga menarik minat pengusaha-pengusaha industri hiburan untuk mengeksploitasinya. Sang manajer yang biasanya keluarga dekat si artis akan selalu mati-matian mengeksploitasi si artis sebelum beranjak dewasa. Takutnya pas gede nanti jadi pepesan kosong alias tidak menghasilkan devisa bagi sang manager. Some family, huh?
- The down to earth artists. Kebanyakan artis dari kategori ini adalah komedian. Not always, but mostly. Kenapa? Let's be blunt, komedian tidak perlu menarik yang penting lucu. In fact, mereka disarankan tidak terlalu tampan, menarik, cantik sehingga manakala mereka berusaha melucu dan jadi tidak lucu paling tidak muka mereka sudah, minimal, mengundang senyum. Para komedian biasanya meniti karir dari bawah via bakat melucunya. Bahkan tidak jarang sebelum menjadi terkenal mereka sangat miskin seperti keluarga cemara. Jadi artis di kategori ini sangat menghargai orang lain apalagi orang yang dulu senasib dengan mereka. Artis jenis ini paling dekat dengan rakyat kecil.
- The inherited artists. Hampir berbanding lurus, jika orang tua berprofesi artis maka kemungkinan 80% (mau bilang 70 terlalu kecil dan 100 jadi kesannya kurang ilmiah :D) sang anak juga akan menjadi artis. Artis-artis ini cenderung tenar di bawah nama besar sang ayah, ibu, atau mungkin paman dan tante mereka. Mau punya bakat atau tidak, orang tua nya yang punya kedekatan dengan industri hiburan cepat atau lambat akan menyeret (sengaja atau tidak) anaknya menuju panggung gembira hiburan. Hampir selalu, ketika diwawancara si artis selau menunjukkan afeksinya dengan sang ibu atau ayah yang telah membawanya menuju sukses, sambil peluk-pelukan dengan si ayah artis atau ibu artis dan berkata manja, "aku sayang mama/papa" seperti di iklan-iklan susu balita.
- The stupid artists. Keywords for this category are: sexy body with scarily big boobs, don't know how to use english grammar, shiny skin like a snake scale, excessive appeareances in infotainment, blabbing statements, tendency to throw something in a club, tendency to be naked in public.
- The exclusive artists. These are my favorite artists. Artis jenis ini jarang tampil di layar kaca karena kebanyakan sibuk di layar lebar. Di layar lebar pun, sang artis akan sangat selektif dalam memilih peran dan cerita yang akan dibawakannya. Karena mereka jarang nongol di sinetron, penampilan mereka yang sedikit di iklan akan memukau penggemarnya, dan biasanya mereka tidak akan berhenti belajar hingga menjadi yang terbaik. Bagi mereka menjadi artis hanyalah sebuah profesi dari sekian banyak profesi di bumi ini. Mereka tidak encourage status selebrit mereka dan memilih menghindari gosip.
Apakah kamu adalah artis dan mungkin punya kategori yang mungkin saya lewatkan?
Tag: artis, sinetron, artist, hiburan
Terkait:
-
Ellen DeGeneres Dibikinkan Komik
Minggu, 31 Jan '10 22:22 -
Kasihan Lho Anak Kecil Jaman Sekarang...
Selasa, 29 Mar '11 13:29 -
Absurditas di
Kamis, 10 Feb '11 18:09
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
ibhe: nggak ada matinya
-
mokas: nggak ada matinya
-
Titiw : yoi banget
-
leonisecret: nggak ada matinya
-
maharrani: yoi banget
-
fairyteeth: nggak ada matinya
-
Chika: keren


Komentar:
i luv him much
hate his wife
yah memang untuk film sebaenya vincent pensiun aja
come to mama, dear vinc
Btw mau ngerating artikel ini SUPER KEREN tapi gak ada pilihannya yak..?
eh yg satu penyanyi yah
Tapi aku nggak setuju sama nomor 6.
Nggak semua artis ber-big boobs itu stupid.
If you're trying to relate blondes di luar sama big boobs di sini, kayanya apy: harus cari ciri lain hehe!
Nomor 6 bilang aja The Azhari's gitu toh?
-pasang tameng siap2 ditimpukin
Silahkan login untuk memberikan pendapat