Dalam Negri vs Luar Negri 8

Sabtu, 16 Jan '10 11:11

habis nonton Project Runway season 1, di bagian akhir acara, pas credit tittle ada tulisan:

The judges consider both their scores and input from the Producers and Bravo in reaching their elimination decicions.

Contestans are informed of the rules and must meet eligibility requirements to receive announced prizes.

Portions of this program not affecting the outcome of the competition have been adited.

Oh, wow... saya baru tahu, kalau ternyata sama seperti di Indonesia yang menurutku sangat manipulatif dalam acara-acara reality show nya, ternyata diluar negri juga begitu... walau mungkin ndak seheboh di kita *lirik termehek-mehek dan tayangan sejenis*. kalau tayangan diatas, mungkin cuman lebih mementingkan unsur drama, sama bobot dan karakter si peserta kali yaa... kalo di Indonesia mereka menjual air mata, rasa iba dan kasihan *lirik Fery pemenang AFI 1*. jadi inget juga program-program seperti perbaiki rumah, ngasih uang ke orang miskin tapi pakai tantangan, dan lain-lain, kok ya rasanya kurang pantas gitu... kalau emang mau nyumbang, kenapa ndak sumbangkan ke yang benar-benar membutuhkan...

kayaknya di kita selain rating dan untung (dari iklan dan sms live) tayangan-tayangannya pinter nyari momen buat bikin terharu, menangis, iba dan sebagai nya... kayak kesusahan, kesedihan, kekurangan orang lain di jadikan komoditas. sedang diluar negri sepertinya ndak segitu-gitunya... lebih ke talenta, karakter si peserta tersebut. 

okey, next...

bila kita punya SHITnetron, di luar sana juga punya TV series, atau telenovela, dan sebagainya... you named it... soalnya di tiap negara toh beda juga kan namanya...

bila shitnetron kita stripping, kejar tayang, kita udah ndak kaget lagi ya... tapi setahu saya, telenovela bahkan lebih stripping lagi dari shitnetron di Indo. konon katanya, di awal mereka cuman dikasih tau bakal jadi tokoh apa, seperti apa garis besar nya, sifat-sifatnya, dll. selebihnya improv aja. dan masing-masing artis, aktor pake ear piece, jadi ntar dialognya ada orang yang ngucapin sambil baca naskah, nah si artis tersebut tinggal ngulang aja, yang abis dia dengar di kupingnya... OMG...

selain itu,,, siapa disini yang suka nonton tv series amerika... seperti Heroes #savethecheerleaders, gossip girl, trueblood, atau yang jadul deh, kayak Friends, charmed, melrose place, dan sebagai nya... mereka tayang per season... biasanya kalau dulu 1 season itu 1 tahun (bukan berarti film nya tayang setahun penuh, tapi ada jarak penayangan kurang lebih setahun sejak dimulai nya season 1 dengan season 2) CMIIW... idea awalnya mungkin untuk melihat respon yang diberikan oleh penonton, kalau bagus akan jadi ber-season-season. sedang kalau jelek, mungkin cukup single atau 2 season saja... masalahnya, tv series yang sekarang, malah nyaris gak ada jarak sama season 1 sama 2, dan seterusnya, cuman biasanya dalam 1 season mempunyai suatu benang merah tertentu, atau grand disain tertentu (itu yang membedakan kenapa ada season-seasoin sedang di shitnetron kita bablas terus sampai episode ke 300 sekian.. ring's a bell? yup dengan begitu, sukseslah, tv series itu menjadi stripping juga seperti shitnetron kita :D

cuman karena sekali lagi, topik shitetron kita yang tidak terlalu menarik seperti tulisan apy disini, makanya saya tetep prefer nonton dvd daripada membodohi diri sendiri dengan nonton shitnetron :) hampir semua tv series luar yang saya tonton, paling gak season 1 nya biasanya punya pesan moral yang baik yang terkandung di dalamnya... kalau season-season berikutnya kadang cuman aji mumpung aja, kebetulan pelem nya naik daun, jadi dibikin deh sekuel nyaaa... *lirik Heroes yang ceritanya makin gak banget dan rada mengada-ada*


Tag: sinetron, reality show, tv series

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Matt Zammy 0 0
makanya.. nonton acara masak aja..

e tapi sekarang acara kuliner uda kecampur juga. paling males kalo host-nya artis yg nggak banget.. : p
maharrani 0 0
Matt Zammy: aduh Team Farah Quinn nggak di sini tempatnya : )) becandaaaa...

Buat fairyteeth: mmm waw. Soal yang ear piece & improvisasi itu menarik banget ya. Tapi kl kaya gitu bukannya si aktor atau aktris malah jadi harus lebih keratif berimprovisasi ya.

Daripada ngafalin script trus yang keluar nanti kaya hafalan PSPB gitu kan kaku tuh ; ))

Walaupun sama-sama kejar tayang mungkin serial TV luar itu lebih apik penggarapannya, dan nggak full make-up kaya di sini. Gitu kali ya? : D
desty 0 0
selama rating masih jadi patokan ya tetap ada sandiwaranya kali ya...
ibhe 0 0
Matt Zammy: Iya nonton acara masak aja.. masih ada Ibu Sisca, Bara, atau Rudy Choi kalo emang bosen ama Farah Quinn yang overrated : D
Tulisan ini keren! saya suka!
apy 0 0
iya saya sudah malas nonton heroes sekarang ini, soalnya kayak dipanjang2in, tiap orang yg ketemu pasti punya ilmu.
ibhe 0 0
apy: Ah! bener betul tuh! makanya, daripada heroes, mending juga CSI, atau Leverage hihihihi sayangnya Battlestar Galactica udah abis : (
sofie 0 0
tapi..tapi kadang kita perlu nonton tivi juga untuk observasi dan menuliskan kritikan buat ditulis disini juga : D *membela diri*
greet-greta 0 0
ehm.. waktu itu pas pesta kawinan temen ketemu salah satu produser terkenal shitnetron.... berhubung sudah unek-unek lama, tak samperin sambil basa basi, akhirnya kusampaikan juga unek2 soal kualitas sinetron kita, tau ga jawabannya? menurut dia shitnetron itu memang diproduksi untuk konsumsi PRT sama menengah kebawah, buat yang laennya kan punya banyak pilihan bisa pakai tv kabel. daaaang!!!!

Silahkan login untuk memberikan pendapat