The Digital Drama 24

Kamis, 14 Jan '10 00:14

Again, a strange title. Di Indonesia, digital drama, also known as Sinetron (karena dibuat menggunakan digital camera, bukan seluloid) menjadi hiburan prime time di televisi Indonesia yang kita cintai ini. Membahas sinetron memang tidak ada habisnya. Banyak pro dan kontra. Bagi sebagian besar penduduk di kota besar, sinetron tidak diminati alias dibenci. Tapi, di kota kecil seperti Purwokerto (yes, I was born there), sinetron menjadi hiburan utama di kala penduduk tidak sedang mencari uang. Ibu-ibu, bapak-bapak (no, ini bukan lagunya Wali, and no I'm not their fan either) - hingga anak kecil menyukai sinetron.

Unfortunately, saya disini tidak untuk menganalisa kenapa di kota besar sinetron tidak disukai dan di kota lainnya atau di pelosok-pelosok sinetron diidolakan. Biarkan lembaga survei yang menelitinya. Saya lebih suka mengamati pola-pola aneh nan menarik di sinetron Indonesia.

  1. The Female Lead Character. Akhir-akhir ini sinetron dengan karakter utama wanita sedang menjadi trend. Mungkin karena wanita adalah sosok emosional yang mudah dieksploitasi karakternya. Terutama adegan sedih semiris-mirisnya, misal ketika si karakter jatuh sakit, miskin, ditampar, dijenggut, dsb akan memancing emosi penonton. Jadi, ketika Manohara bercerita tentang deritanya, bagi para pengusaha sinetron, kisah Manohora bak pucuk dicinta ulam pun tiba (did I say it right? never really good at 'sastra'). Selanjutnya seperti yang sudah diduga kisah si Manohara di kotak-kaca kan. Kecenderungan ini juga masuk ke sinetron horor, setannya pasti perempuan dengan style kuntilanak.
  2. The Name as a Main Title. Manohara, Nikita, Wulan, Intan, Candy, Mini, Aisyah, Soleha, Azizah, Indah, Cahaya, Bembi, to name a few. Ada apa ya dibalik judul dengan nama perempuan? Mungkin untuk mempermudah pembuatan cerita sehingga bisa dipanjang-panjangin sampai ceritanya nggak masuk akal lagi. Saya jadi paham kenapa ada batasan masalah ketika menulis skripsi... supaya nggak kepanjangan. (Terima kasih Pak Dosen, kau Tua tapi bijak). Tapi hey... kita lihat sisi positifnya. Buat calon ibu yang sedang hamil tua judul-judul sinetron itu bisa buat bahan acuan nama si jabang bayi.
  3. The Self Narrated to Explain Character Feeling. Pada saat adegan si karakter sedang tidak bersama lawan main alias sendirian (mungkin habis putus atau habis ditampar atau mungkin baru selesai dikarungin), sang sutradara mungkin tidak cukup pede menggunakan gesture (gerak tubuh, ekspresi, mimik) sang karakter untuk menjelaskan perasaan si karakter itu sendiri. Mungkin dipikirnya para penonton tidak cukup cerdas menterjemahkan bahasa tubuh si pemain. Walhasil diberilah narasi-narasi yang cukup mengganggu dengan suara dari pemain itu sendiri. Misalnya ketika sedang sendiri di kamar (sambil pegang telepon) tiba-tiba ada suara si karakter di awang-awang (out of nowehere) bilang: "Kok si Mano belum menelepon aku ya? Aku kan kangen?" Atau ketika sedang menunggu sang kakak di gerbang sekolah: "Mas Doni mana sih? kok belum datang ya?" C'mon Mr. Director, just let us, audience imagine our own dialogue for a while! Jelas-jelas di kamar pegang telpon dan di depan sekolah lagi berdiri, kalau bukan nungguin ngapain lagi? Jualan Pempek?
  4. The Contrast Social Background/The Perfect Line between Bad and Good. Karakter utama selalu berasal dari keluarga miskin, yatim piatu, dekil, kadang-kadang mata pencaharian pemulung, tapi sebetulnya cantik dan hatinya bersih seperti beras Rojolele baru dicuci. Si jahat, biasanya kaya, licik, glamour, suka ngarungin karakter utama dan walaupun cantik tapi wajahnya terlihat imitasi. Si heroes, sang penolong karakter utama biasanya keluarga si penjahat yang tidak ikut-ikutan bawa karung untuk mengarungi si karakter utama. Biasanya berakhir dengan jatuh cinta, kadang-kadang hingga ke pelaminan. Atau bisa juga ternyata si karakter utama ternyata pewaris utama harta si penjahat. Namun karena hatinya baik, menyumbangkannya ke panti asuhan.
  5. The Repeated - Slow Motion Scene. Sinetron adalah ladang uang bagi para pelakunya, dari mulai pengusahanya hingga ke kru-kru nya. Semakin laris sinetron tentu saja semakin menguntungkan dan sebisa mungkin memiliki durasi yang panjang. Slow motion menjadi salah satu cara untuk memperpanjang durasi. Biasanya sering terjadi ketika adegan-adegan penting atau ketika akan bersambung. Misalnya sang antagonis tiba-tiba mendobrak masuk pintu rumahnya yang besar dan ada sang protagonis musuhnya, adegan akan berulang-ulang dan melambat diiringi suara musik keyboard tunggal.

Ada yang melihat pola lain? Fire away here...


Tag: sinetron, tv indonesia

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

ibhe 0 0
ah, lo emang paling bisa mas bikin artikel macam begini! Nice! bener banget tuh!
apy 0 0
ehehe, biasa nih penyakit pengangguran... jadi sekantung kentang, cuma nonton TV, pencet2 channel hehehe.
ren 0 0
"Buat calon ibu yang sedang hamil tua judul-judul sinetron itu bisa buat bahan acuan nama si jabang bayi"
haha..lucu komentarnya

oh ya nambahin satu lagi disinetron pasti kalau ada adegan protogonis diusir sama antagonis so pasti hujan!!
ada apa dengan hujan??
mokas 0 0
apy: _"Jelas-jelas di kamar pegang telpon dan di depan sekolah lagi berdiri, kalau bukan nungguin ngapain lagi? Jualan Pempek?"_
: ))
malam2 ngomongin pempek [ -(
laper ni mas laper....

Hujan ya, ren. Biar dramatis, kan ya : D
Udahlah diusir, tengah malam, ujan pula. huiiihhh apa ga mau menangis darah kalo seandainya bener kejadian.
tapi karena udah banyak di sinetron2 si, mungkin kalo ngerasain diusir gitu, jadi mikir, "ohhhhh gini toh rasanya...."
: p
apy 0 0
selain menambah efek dramatis untuk cerita yang kurang dramatis, hujan lebih pantes daripada salju karena kita negara tropis, ntar dikira shootingnya di gunung jayawijaya hehehe. : D
apy 0 0
@mokas tapi kalo makan pempek jangan malem2 diatas jam 12, selain jarang yang jual, takutnya yang jualan ngambang.
Titiw 0 0
apy: Gyahahahah!! Takut yang jualan ngambang! Hihihi.. Duh gak tau lagi deh mas.. Sangat terhibur memiliki pnulis Curipandang seperti dirimu di sini.. : D Nyiahahahaha.. *tawa iblis sambil dizoom in zoom out zoom in zoom out*
ichaotic 0 0
yang aku ga abis pikir, they picture the protagonist to be veeeeeeeery stupid. too stupid to be true. males banget, kan uda jelas2 kalo si jahat tiba2 jadi baik, pasti ada apa2nya, nah ini dia sama sekali ga nyadar gitu kaaann. gemeeess : ))
apy 0 0
ichaotic: semakin stupid semakin mudah dieksploitasi dan meningkatkan rating, menambah iklan, tapi membodohi orang-orang desa.
adestark 0 0
nambahin satu lagi:
adegan marahnya si tokoh antagonis selalu self narrated daaan.... disertai dengan mata yang melotot-melotot, alis naik turun plus bibit yang mengkerut-kerut setengah maju. hihihi...
Bu Laily Sagita (Tersanjung) paling megang deh untuk adegan satu ini!
adestark 0 0
eh, BIBIR maksudnya.. sorry : D
bonardomaulana 0 0
Pengamatannya jeli sekali.
bonardomaulana 0 0
- Saya nggak tahu menamainya apa. Tapi kayaknya untuk memperkenalkan masalah baru, si protagonis kerap diplot mengalami kecelakaan.

- Perjumpaan dengan karakter2 tertentu, yang kadang jadi sejarah gelap dalam hidup si protagonis/antagonis yang ingin ditutupi, selalu tak terduga: di pasar, di tempat parkir sebuah mal, di jalanan kompleks perumahan. meh

sari indah 0 0
dan alasan itu melakukan itu semua adalah rating. "Ini yang penonton Indonesia mau". Karena itu munculah sinetron striping dan bermusim-musim. Mulai dari season biasa sampai ramadhan. : p
apy 0 0
bonardomaulana: florence nightingale effects, habis kecelakaan nanti kan sang pahlawan jatuh cinta setelah merawatnya selama bbrp waktu. tapi jadi bosen ya, ketabraknya pasti sama mobil2 keren.
Titiw 0 0
apy: Gaaah! florence nightingale effects! you're so freakin genius mmmaaaass! : D
apy 0 0
Titiw : ah mba titiw, aku kan jadi malu...
bonardomaulana 0 0
apy: hooo, ya. si korban jatuh cinta berat dengan yang merawatnya. trims buat pencerahannya
Chika 0 0
tipikal cerita shitnetron yang lain adalah salah satu tokoh mengalami kecelakaan, hilang ingatan. kayaknya basi banget cerita beginian dan herannya BANYAK yang seperti ini. phew...
fairyteeth 0 0
belom kecelakaan lalu hilang ingatan....

atau misalnya mencari seseorang bisa sampe seratus episode dan selalu selisipan... padahal berada di tempat yg sama tapi timming nya dibikin gak pas terus.... cuih...

ya amplop mas/mbak... (eh, ini mas atau mbak?) tulisanmu keren2 banget siiiihhhh.... bikin kejungkel dari kursi nih saking kocak nyaaa.... : )) : ))
apy 0 0
fairyteeth: ati2 mba kalo browsing emang sebaiknya jangan pake kursi goyang..
greet-greta 0 0
mas apy, artikel-artikel dirimu bagus-bagus deh. hihihi ikutan curi pandang karena ngefans sama mas apy loh saya... tak follow ya : )

kalau soal sinetron sampai sekarang cukup 4 kata : inget sinetron inget tersanjung.

nightmare banget deh tuh sinetron
Titiw 0 0
apy: Cieh mas appyyyy.. hihihi.. banyak fans lho.. hohohohoho...
Cybelle 0 0
- Kalau cerita menjelang tamat tapi rating masih bagus, ada karakter-karakter baru masuk entah sebagai protagonis ataupun antagonis > misalnya tantenya si anu dan ponakan si itu yang habis kuliah di luar negri dan baru balik, om si abah yang temen sekolah waktu kecil dan baru ketemuan lagi di mall.. Cape deh... : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat