The DVD Bajakan Chronicles 22
Selasa, 12 Jan '10 18:04
Kecuali kata ini digunakan oleh petani, kata membajak selalu berkonotasi negatif yang artinya mencuri, merampas, mengambil alih sesuatu. Si Giant selalu merampas mainan Nobita, teroris biasanya mengambil alih pesawat terbang dan meminta sesuatu entah berbau politik atau sekedar profit, anak-anak STM biasanya mengambil alih bis Kp. Melayu - Tanah Abang agar bisa berlindung dari musuh-musuhnya sesama anak STM lain, sedangkan kita orang biasa yang suka nonton bisanya beli DVD bajakan untuk menambah wawasan perfilman kita dengan biaya murah.
Tempat paling nyaman untuk beli DVD bajakan menurut saya cuma Mall Ambassador. Saya yang suka berbelanja keperluan komputer bisa sekalian berburu DVD untuk hiburan di rumah menggantikan sinetron-sinetron slow motion yang katanya mega itu. Terus yang jaga ada yang cakep, ngerti film, dan bisa dimintain saran (wow, sounds like a perfect girl to me). Memang, di Ambassador harga film lebih mahal Rp. 1000 daripada di Mangga Dua tapi di Ambassador film bisa dicoba. Yaa mungkin serebu peraknya untuk biaya administrasi kali.
Anyway, pernah nggak mengamati perilaku orang membeli DVD? Saya pernah (no, I'm not mentally ill nor a DVD store salesman). Ada beberapa karakter mencolok yang bisa dilihat:
- The New Release Person. Pembeli tipe ini selalu menanyakan DVD terbaru entah gambarnya sudah ori apa belum. Biasanya mba-mba penjualnya selalu mengambil box tersendiri berisi film-film terbaru. Pertanyaan yang paling umum dari pembeli ini: "Mas/Mba, yang baru dong." Pembeli macam ini biasanya pekerja yang suka nonton film tapi tidak punya waktu banyak pergi ke bioskop.
- The Original Quality Person. Pembeli tipe ini tidak terlalu mementingkan new release, yang penting gambarnya sudah bagus dan tidak skip-skip. Pembeli tipe ini tidak keberatan menunggu lebih lama untuk film baru yang ingin dia tonton asal gambarnya sudah jernih alias ori. Cenderung cerewet. Pertanyaan yang biasa dilontarkan adalah: "Mas/Mba, yang ini dah bagus belom? Kalo yang ini? Terus yang ini? Yang film itu dah bagus?"
- The I Don't Know What to Buy Person. Pembeli tipe ini tidak memiliki informasi penting. Satu-satunya informasi yang dia miliki adalah dari temannya, kakaknya, adiknya, dan lain-lain. Pendek kata pembeli model ini bergantung pada rumor dan gosip pada saat membeli film. Biasanya pada saat mengaduk-aduk koleksi, tangan yang satu lagi memegang handphone atau mereka menggunakan handsfree sambil komat-kamit pada saat memilih DVD (looks scary). Mereka ingin banget nonton, tapi tidak ingin terjebak oleh film-film aneh yang tidak disukainya, jadi mereka memilih berdasarkan saran orang yang sedang ditelponnya. Pernah saking ekstrimnya mba-mba yang jaga disuruh ngobrol sama sang lawan bicara di handphone. Pembeli tipe ini tidak banyak bicara selain komat-kamit. Mereka pilih, mereka coba, mereka bayar, dan mereka kabur.
- The Indie and Festival Person. Saya pernah nih jalan bareng sama pembeli tipe ini. Rata-rata pengetahuan mereka tentang film cukup tinggi. Menurut saya sih aneh, tapi mereka selalu memilih film-film yang ada tulisan: Cannes, Festival, Winner of, Indie movie, dsb. Pembeli tipe ini kurang suka film-film mainstream dan film-film fantasi. Dunno Why. Pembeli tipe ini nggak banyak bicara tapi juga nggak banyak beli. They carefully pick their favorite movie.
- The Always Ten plus One Person. Pasti dah pada tahu kan kalau beli DVD bajakan 10 pcs, dapet bonus 1. Nah, pembeli tipe ini selalu menggenapkannya menjadi 10 supaya dapat bonus 1. Mereka ini lebih suka membeli DVD daripada menontonnya. Nggak tahu juga kenapa. Kalau ditanya pasti dia belum nonton kesebelas film yang dibelinya waktu itu.
- The Nyerempet Person. Pembeli tipe ini paling unik. Mereka tidak terlalu memperdulikan isi cerita, pemain, dan aspek-aspek penting film lainnya. Bagi mereka adegan-adegan porno semi nyerempet adalah segalanya. Pertanyaan yang sering digunakan pembeli ini adalah: "Mba, yang ada nyerempetnya yang mana mba?". Kadang-kadang mba-mba yang belum paham istilah nyerempet alias newbie biasanya akan menyodorkan film "Speed".
So.. which one are your type?
Tag: ambassador, dvd bajakan, beli dvd
Terkait:
-
Style of The Day: Manohara
Rabu, 20 Apr '11 12:20 -
Bias Kampanye MTV Staying Alive
Senin, 7 Des '09 15:32
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
deadeye doll: kocak
-
mokas: keren
-
Chika: kocak
-
fairyteeth: keren
-
maharrani: yoi banget
-
ibhe: yoi banget
-
bonmw: kocak
-
neofreko: yoi banget
-
sofie: kocak
-
warm: kocak
-
Titiw : keren
-
adestark: nggak ada matinya
-
ekkyrezky: kocak
-
greet-greta: nggak ada matinya
-
Natalixia: nggak ada matinya
-
ThePop: nggak ada matinya


Komentar:
sampe 2 taun ke belakang masih ada sisaan nomer 1, tapi kemudian menyerah pada rapidhare
koreksi masapy, peduli bukan perduli.
tapi tetap aja tulisan ini kereenn
*bole peluk lagi???
nomer 5... mental gak mau rugi, masalah ditonton atau ndak belakangan.... tapi sekarang udah gak gitu lagi.. kalo emang gak suka ya ndak dibeli, walau mepet (9 buah gitu)
sama nomer 7. eh gak ada ya??? ya udah saya aja yg nambahin...
saya selalu mencari pelem yang kebetulan SELALU ndak ada di lapak mereka, semacam Thriller lawas, tv series yg gak populer... sampe capek deh muter2 pulang selalu nihil...
Chika: saya juga nomor 2, soalnya cuman punya duit dikit dan nggak mau rugi.
fairyteeth: hmm mendingan download aja kalo nyari film lawas hehehe.
angpaw aja de
iya agak cerewet ya kalo mentingin kualitas.. tapi di lapak DVD itu ada ketentuan yang mungkin bisa ngalahin Ambassador Mall! yaitu, kalo skip, boleh tukar! hahaha merdekanya diriku.. ngapain jauh-jauh ke ambas
Kategori pencari film bajakan-impor-gambar-orisinil ga ada ya (kategori macam apa itu?). Film-film semacam yang ada di Mangga Dua itu lho (yang punya sampul beraksara China). Kadang film-filmnya kelas dunia, yang dibuat oleh sineas2 garda depan
skarang jarang
kalo nyari yg nyerempet2 mah
banyak tuh di glodok
but I like the way u pay attention sama kebiasaan orang-orang yang belanja DVD. sungguh laporan pandangan mata yang menghibur
udah dibilangin gak doyan, dikiranya GAY, dan ditawarin DVD BOKEP GAY! monyett!!
dan si tukang ini juga tenyata nawari ke semua orang dgn cara yg sama!! bahkan kepada cewek pun ditawarin. geblek!!
di Glodok lebih murah dan lebih lengkap. bahkan yg bokep pun dipajang, walau tempatnya agak di belakang. ironisnya, dvd bokep dipajang di samping dvd ceramah agama.. gyakakakaka..
Meski sbtlnya kategori 2 perlu ada sub kategori lagi:
- gambar ori, tapi subtitle nggak. ini biasa rip download dari luar
- gambar ori, subtitle lengkap, sumber dari DVD original.
- gambar ori, subtitle lengkap, plus extra feature beberapanya ada, sumber dari DVD original.
Kategori 4 karena kadang suka nonton yg alternatif.
Kategori 5 karena belinya selalu begitu setiap bulan. alhasil jumlah film yg nganggur di laci lebih banyak daripada yg berhasil tertonton.
Tambahan kategori:
- pecinta anime
- pecinta film seri korea/jepang yg beli langsung 1 bundle.
- pecinta DVD bajakan ORI import yg belinya box set.
Artikelnya keren nih
Silahkan login untuk memberikan pendapat