Kenapa Kekerasan Seksual Diumbar? 11

Selasa, 12 Jan '10 17:05

Pagi ini melihat salah satu tret di plurk ada judul film baru ' Raped By Satan' alias Diperkosa Setan. Sudah ada trailernya tampaknya di kaskus. Kesan pertama saya? prihatin . Pertanyaan yang muncul?  Sedang sakitkah industri film? Atau produsernya yang sakit. Di sisi lain saya merasa prihatin dengan apa yang diupayakan secara serius oleh Mira Lesmana, Riri Riza, Nia Dinata, Joko Anwar untuk meningkatkan kualitas film dengan tema film yang menyentuh rasa kita sebagai manusia.

Saya gak cuma sekali ini mendengar orang-orang yang notabene menjadi figur untuk publik (dalam hal ini seleb) menggunakan kata-kata 'perkosa' , atau memperkosa seolah menjadi becandaan dan hal yang ringan. Saya pernah mendengar seorang penyiar di radio cekikikan berbicara tentang perkosaan, dan baru-baru ini di televisi, salah satu presenter gosip yang haha-hihi ketika mulutnya mengeluarkan kata-kata perkosaan .

Kenapa saya benci sekali  dengan orang-orang yang menggunakan kata-kata 'kasar' ini? Pertama, tentang kata-kata kekerasan yang diumbar. Perkosaan, adalah salah satu bentuk kekerasan seksual yang yang menimbulkan trauma bagi korban. Trauma baik yang sifatnya fisik dan psikologis. Dan proses menyembuhkan trauma memerlukan waktu yang cukup panjang bagi korban.  Kedua, setiap kekerasan selalu ada korban. Iya, korban.

Pernahkah terpikir bagi anda yang sering menggunakan kata-kata yang terkait dengan kekerasan, bahwa ada banyak korban kekerasan seksual di luar sana merasakan trauma, mendapatkan perilaku yang tidak layak karena menjadi korban dan tercerabut hak-haknya gara-gara mereka menjadi korban? Halo, ini bukan sama sekali becandaan apalagi digabungkan dengan film horror gak mutu.

Saatnya belajar untuk berempati terhadap korban atau survivor akibat kekerasan seksual. 

gambar diambil dari sini

 


Tag: Film, media, kekerasan, Perempuan, seksual, empati

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Titiw 0 0
Oke, ada 2 hal di sini:
1. Gambarnya Homer!! Awwwww!!! *penggemar the simpsons mode: on*
2. Eh aku jadi gak enak dengan tulisan kamu ini deh.. secara aku sering banget pake kata "perkosa" buat becanda.. Misalnya: "Waduh.. itu dvd player di rumah abis deh diperkosa, secara lagi liburan.." Huhu.. Mbak sofie memang tulisannya membuat orang menjadi "lebih baik".. Cihuy! : D
sofie 0 0
Titiw :
mungkin bukan lebih baik dik titiw tapi lebih berempati sekitar kita , ciieehhh ngomong apa sih aku : D
mokas 0 0
Aaah mbak sofie, saya sukaa artikel ini.
*peluk peluk peluk
: p

Chika 0 0
bener banget mbak! itu judulnya enggak banget! *nangis*
fairyteeth 0 0
jadi inget percakapan kita tempo hari, kenapa Suzana selalu jadi tokoh yang diperkosa...

karena di perkosa itu dendam kesumatnya bisa sampe dibawa mati... seperti: sampai mati pun akan ku kejar...

nah see... padahal perkosaan itu adalah sesuatu yang akibat nya jauh lebih buruk dari pembunuhan. mending dibunuh aja sekalian dari pada harus menanggung malu, aib, belom kalo hamil,


aaaaarrrrgghhhh... jadi mumet @___@
mokas 0 0
fairyteeth: _"mending dibunuh aja sekalian dari pada harus menanggung malu, aib, belom kalo hamil,..."_

ah si mbak fairyteeth, sebenarnya sudut pandang itu yang harus digeser, mbak.
korban ga harus menanggung malu-aib karena diperkosa. yang harus malu itu pemerkosanya.
punya otak kok segitu jahatnya.
dan kalo mungkin, yg dibunuh itu pemerkosanya : D
trauma akibat tindakan pelecehan-kekerasan itu ada (pasti), tapi dengan menggeser cara pandang masyarakat (tentang malu-aib tadi), aku pikir bisa sedikit menguatkan mental korban.

ibhe 0 0
iyalah, tak baik tu! aku punya temen yang suka ceria bila ngomong kata-kata itu.. namanya Titiw : D


semoga dia sadar : p
missmaharrani 0 0
Seorang teman bertanya pada saya "Kenapa ya dr td org2 pd ngeliatin gue?" Gimana nggak dipelototin, dia pakai t-shirt tulisannya pemerkosa. *sigh*

Anyways, setuju sama Sofie. Kata2 itu tabu utk dilontarkan dr mulut. Apalagi jadi judul film!

Tapi kita harus berkaca pada realita. Minoritas=terima nasib=pelengkap penderita. Itu rumus yg umum berlaku. Dalam hal ini, brp bnyk korban kekejian itu? Tentu segelintir dibanding mereka yg nggak mengalaminya.

Tp ada baiknya paling nggak dari diri sendiri mencoret kata itu dari keseharian. Gitu kali ya? : )
deadeye doll 0 0
penggunaan kata "perkosa" yg dibahas ini lebih ke 'bahasa sosial' bukan?
kaya David Bayu yg bilang album DVDBoy itu "anjing banget", jaman booming Blackberry penggunanya disebut "autis" dan orang yang hobi nyalip di jalanan kita teriakin "idiot!" gitu?

missmaharrani: temen gw juga pernah bilang gitu di sebuah tempat mkn remang2, bedanya dia lagi pake kaos UPDATE BANGET yang ternyata glow in the dark : D
Titiw 0 0
ibhe: MAKSUD KAMU BHE..??!!!! *memutuskan tali persahabatan jadi sekedar.. eng.. Sahabat kw 1*
greet-greta 0 0
artikel ini aku sukaaaaa! haduuh jadi inget waktu ini food court salah satu mall ada anak-anak sma ngumpul ketawa-ketawa *ganggu banget deh! dasar mommy mommy tukang nguping, aku dengerin mereka ngomong, ternyata ya Tuhan mereka ketawa karena salah satu cerita ada perempuan yang diperkosa sama 9 org laki-laki. dalam hati saya prihatin, kemana rasa empati mereka. coba kalo yang diperkosa saudara atau kenalan mereka. *tarik napas panjang.

Silahkan login untuk memberikan pendapat