Catcher In The Rye: Novel Simbol Pembangkangan 9

Selasa, 12 Jan '10 16:08

Buku Cather In The Rye karangan J.D Salinger sempat dilarang terbit di tahun 1960-80an. Selain itu, buku ini juga disebut-sebut sebagai buku yang memicu Mark David Chapman's menembak John Lennon, dan buku ini diasosiasikan pula dengan beberapa pembunuhan yang lain. Berdasarkan fakta-fakta di ataslah maka saya memulai untuk membaca buku ini setahun yang lalu. Penceritaan buku ini dibuat dari sudut pandang orang pertama, dimana Holden Caulfield yang berusia 17 tahun menceritakan hidupnya di kala ia berumur 16.

Cerita mengalir dengan baik seakan-akan saya sedang membaca diary seorang anak laki-laki yang rebel, tidak peduli dengan dunia, pencari keributan, namun cukup sayang pada adiknya. Holden menceritakan hubungannya dengan teman-temannya yang kebanyakan menyebalkan, bagaimana ia suka kepada seorang perempuan dan dapat begitu marah ketika ada cowok yang menjelek-jelekkan perempuan tersebut. Ia tidak bodoh, hanya anak muda yang memiliki tingkat ketidakpedulian yang tinggi sehingga dikeluarkan dari sekolah. Meskipun begitu, ada guru yang peduli padanya. Namun jiwa mudanya seakan tidak senang dan lebih suka ia dibenci daripada disenangi. Ia menjadi begitu segan ketika ada orang yang peduli padanya. Tipikal remaja. Memang sedikit kasar, tapi natural. Misalnya saja kalimat yang dipakai Holden ketika menatap gurunya

"He started going into this nodding routine. You never saw anybody nod as much in your life as old Spencer did. You never knew if he was nodding a lot because he was thinking and all, or just because he was a nice old guy that didn't know his ass from his elbow".

Kata dan kalimat yang dipakai dalam buku ini tidak ribet dan tidak sok "nyastra". Betul2 kalimat sehari-hari yang mudah sehingga saya membacanya hanya sekitar 3 hari. Asal kalian tahu, tidak ada KLIMAKS dalam buku ini. Topik-topik yang diangkat begitu mengalir sehingga ketika sampai halaman terakhir buku ini, saya berpikir "Apa? Tamat? Segini doang? Lalu apa yang membuat buku ini memicu pembunuhan..?" Namun yang sedikit mengerikan adalah.. Pandangan dari Holden Caulfield dan apa yang ada di pikirannya itu seringkali sama dengan apa yang menjadi pandangan saya. Seakan2 J.D Salinger dapat membaca apa yang ada di pikiran remaja2 kala itu. Bahkan pikiran saya di masa sekarang yang sudah bukan remaja lagi. Seperti "I didn't try any trick stuff while we danced--I hate a guy that does a lot of show-off tricky stuff on the dance floor--".

Sekedar trivia, buku ini dibuat oleh J.D Salinger di tahun 1951 dan ia tidak pernah lagi menerbitkan karya sejak tahun 1965, setidaknya sampai sekarang di usianya yang sudah berusia 91 tahun. 3 dari 5 bintang saya beri untuk isi cerita, namun 4.5 dari 5 bintang yang saya beri untuk pemikiran-pemikiran dan makian dalam Catcher In The Rye. Kalo anda masih muda, silakan baca buku ini sebagai penyaluran amarah yang meluap2. Sedangkan untuk Anda yang sudah tua namun tidak cepat marah dengan kelakuan anak muda, you might like this book. Happy reading!

Eh kalo mau baca langsung silakan unduh Ebooknya di sini: Ebook Catcher In The Rye

PS: Tulisan ini juga saya tulis di solfacorners.com


Tag: buku, novel, fiksi

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

mokas 0 0
okeh, dicatat!
makasi....: D
Titiw 0 0
mokas: Silakan catat di buku utang.. : D
sofie 0 0
buku penting ini untuk orang-orang yang hobi meyalurkan kemarahan brutal di ranah publik : D
Titiw 0 0
sofie: Berartiii... *berkaca*
mokas 0 0
Titiw : Hua!
pantes! pantes!
pantes rasa2nya aku pernah dengar judul novel ini : p
aku baca di novel Norwegian Wood : D
*nyiapin tulisan ttg novel Norwegian Wood
Titiw 0 0
mokas: Yak, betuuul.. Eniwe Norwegian Wood juga keren tuh.. Ngebacanya kayak terlarut dalam cerita di mana musik jazz melayang di udara.. : D Ditunggu tulisannya yaa.. : D
maharrani 0 0
Klasik banget nih ya. Aku tau deh Titiw emang sukanya yang klasik, vintage ; )) *ga nyambung mode on*
Titiw 0 0
maharrani: Dengan kata lain kamu mau bilang seleraku tua kaaaan..?! NGAKUU!!! : D
ibhe 0 0
Titiw : eh, tenang say, kamu nggak sendiri : p

Silahkan login untuk memberikan pendapat