Aksi Tipu 'The Brothers Bloom' 11

Jumat, 8 Jan '10 16:13

Kejutan, sebagaimana kemalangan, jarang sekali datang sendirian. Bukan saya yang bilang itu, melainkan Charles Dickens, penulis termasyhur dari Daratan Inggris Raya dalam novelnya, Oliver Twist. 


Kata-kata Dickens itu cocok nian untuk melukiskan film The Brothers Bloom (BB) dalam satu goresan. Selain karena plotnya penuh kejutan, tokoh-tokoh dalam  BB agaknya sedikit mirip dengan figur-figur berandal dalam Oliver Twist, yang pernah difilmkan oleh, salah satunya, Roman Polanski: Yatim piatu, tahu bagaimana memanfaatkan kelicikan, telaten. 
Sudah pernah nonton Italian Job atau Ocean's Eleven? BB punya garis keturunan yang sama dengan kedua film itu. Pernah nonton Lock, Stock, and Two Smoking Barrels? Pelintiran plotnya agak mirip sedikit, konon. 


Alkisah, Bloom bersaudara sejak kecil telah pandai menipu. Stephen (Mark Rufallo), si sulung, adalah sang pencipta desain kejahatan. Ia begitu rapi memilin cerita demi memperdaya calon korbannya. Si bungsu, yang hanya sering dipanggil Bloom (Adrien Brody), aktor utama dalam cerita si kakak. Ia sang protagonis dalam setiap kisah culas mereka. Pengalaman masa kecil mereka telak dihabiskan dari satu panti asuhan ke panti asuhan lainnya. 


Mereka tak hanya berdua. Ada si cuek Jepang beralias Bang-bang (Rinko Kikuchi) ikut dalam setiap aksi. Bang-bang ini hampir tak pernah berbicara kecuali saat dia bilang "Macari" kepada seorang bartender, dan "F**k me" ketika sukses meledakkan menara sebuah puri di Praha.


Suatu kali, mereka berniat menguras banda Penelope (Rachel Weisz), perempuan super kaya yang hobinya mendalami hobi/pekerjaan orang lain. 


Rencana ini jadi titik balik bagi mereka sebab Bloom akhirnya kasmaran dengan Penelope. Witing tresno jalaran because kulino.  Begitulah. Anggota tim bertambah satu karena akhirnya Penelope masuk dalam daftar.


Kejutan demi kejutan menusuk Penelope seiring dengan semakin jauhnya ia masuk ke komplotan itu. Salah satunya: Ia akhirnya tahu bahwa cinta Bloom pada Penelope juga bagian dari siasat Stephen. 


Lalu kemalangan macam apa yang mendera? Saya tidak bisa bilang itu di sini. Sebab ia bagian dari kejutan-kejutan dalam film, yang mempengaruhi akhir cerita. Tapi yang pasti, masing-masing karakter dalam film itu sebenarnya tidak tahu siapa mereka sesungguhnya sebab dunia mereka ada di ujung pena Stephen.


PS: Kok saya merasa tulisan ini nanggung ya?

PSS: Rian Johnson, sutradara film ini, juga mengarahkan Brick, film sedap tentang remaja yang berpusar di dalam geng narkoba.  

PSSS: Mendingan nonton Brick deh  


Tag: Film

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

gigides 0 0
pertamax!!!
gigides 0 0
pertamax!!!
gigides 0 0
okeh nanti saya tonton soalnya adrian brody keren kayaknya ,.,, : D
bonmw 0 0
Uda nonton The Darjeeling Limited? Karakter Adrian Brody di The Brothers Bloom mirip peran yang dia mainin di Darjeeling. Di Darjeeling, dia juga berperan sebagai adik yang disetir kakaknya.
Titiw 0 0
Aww.. aku jadi penasaran sangat dengan film ini jadinyaaa!! Iya2 Darjeeling Limited udah nonton, oh perannya mirip2 kayak di situ ya.. kesian juga.. : D
bonmw 0 0
Kayaknya Brody memang cocok untuk jadi lelaki ngungu yang hatinya pilu. Lihat aja The Pianist : )
maharrani 0 0
membaca tulisanmu seperti berkaca pada masa lalu : )
sofie 0 0
ah, ada bang bonar!hai...hai! , aku udanonton ini, tapi aku gak 'dong' filmnya, nontonnya setengah ketiduran ; ))
fadex 0 0
gigides: wah kebiasaan di forum sebelah jangan dibawa kesini dong!!! : p

udah beli bulan lalu dvd-nya. tapi belum sempet nonton. okelah kalo begitu. secepatnya ditonton...

bonmw 0 0
hai, sof. kamu mestinya nonton sambil ngopi satu ceret. dijamin mata terus berbinar : D
maharrani 0 0
Aaah..film ini keren..and it reminds me of two best friend.. : )

Silahkan login untuk memberikan pendapat