Tubuhmu Itu Rin! 19
Selasa, 5 Jan '10 16:35
Nama Rin Sakuragi, bintang JAV yang konon sudah ngetop di Jepang, belakangan juga ngetop di Indonesia. Sebabnya apa lagi kalau bukan Suster Keramas, film yang diributkan MUI Samarinda dan banyak pihak lain, tapi tetap tidak ada yang serius untuk menariknya dari peredaran.
Saking santernya berita soal film ini ada yang dengan nada bercanda bilang, kata keramas sudah bisa dipakai menggantikan istilah 'ho-oh'. Kalau sering baca koran Lampu Hijau pasti ngerti, ho-oh maksudnya apa... Kalaupun nggak pernah baca koran itu tapi sudah dewasa, pasti juga bisa menebak artinya.
Kembali soal Suster Keramas yang malam minggu lalu saya tonton bareng segerombolan teman pria, film ini benar-benar rancu maunya horor atau komedi seks. Yang jelas, film ini sejak awal sampai akhir dipenuhi pemandangan sekwilda dan bupati, terutama oleh Rin Sakuragi. Begitu Rin muncul, langsung berpose (ingat, pose ya, bukan adegan!) dengan bikini super mini warna kuning.
Selanjutnya, Rin selalu muncul mengenakan baju super minim atau malah topless sama sekali, meskipun shot-shotnya tidak pernah frontal dari depan. Agak miringlah, dari belakanglah, atau dari atas, tapi semua mengekspos kemulusan tubuh Rin. Menurut saya Rin sama sekali nggak seksi, malah cungkring dan kerempeng. Tapi dia berani main buka-bukaan. Dan dia impor. Itu yang menjadi daya tarik Rin di film ini. Maxima pictures mungkin bersemboyan 'Tak ada Miyabi, Rin pun jadi.'
Konon di Jepang popularitas Rin jauh diatas Maria Ozawa. Maria nggak masuk top ten bintang JAV, sementara Rin duduk manis di peringkat kedua. Lalu, mau ngapain Rin main di film komedi seks Indonesia? Kalau mau go international, bukankah lebih efektif bila Rin main film Hong Kong, Hollywood atau film Jepang berkualitas prima macam Tokyo Sonata. Mungkinkah karena besaran honor yang ditawarkan Maxima pictures pada perempuan 20 tahun ini? Atau Rin ingin sekalian liburan ke Bali, sesudah shooting suster. Mungkin juga toh...
Tag: Film, jepang, JAV, keramas, rin, sakuragi, suster
Terkait:
-
Kenapa Harus Bintang Porno?
Rabu, 16 Des '09 14:35 -
Sandra Dewi Ingin Menjadi Wanita Karier yang Sukses
Senin, 7 Des '09 12:37 -
Joget Sayur
Senin, 30 Apr '12 11:58
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
maharrani: nggak ada matinya
-
Titiw : nggak ada matinya
-
Chika: yoi banget
-
sofie: nggak ada matinya
-
ndableg: nggak ada matinya
-
fairyteeth: nggak ada matinya
-
ngupingers: biasa


Komentar:
Eh kata Matt Zammy: film ini cocoknya masuk kategori semi bokep.
Heran aku, kok bisa lulus sensor ya...
Tapi ada bagusnya juga sih katanya diminta menunjukkan KTP ya waktu nonton?
saya pun nonton setelah dikomporin imanbr dkk... pun dia yang antre tiket.
maharrani: bahkan mas imanbr tampangnya kurang meyakinkan apa coba? teuteup dimintain KTP...
sensor mah gampang,,, tinggal situ berani bayar berapa...
OOT: terakhir gw baca lampuijo sih "ho-oh" udah diganti dengan "ngemprut".. mungkin kurang oke dan balik lagi ke ho oh ya..
Titiw : yuk, yuk...tapi pengen nonton ini sambil ngebaso..
lebih asik ho'oh deh... agak gimana gituuu...
maria ozawa mah juara donlot ya?
nggg.. sangat tau mukanya atau t***tnya ms sakuragi?
menurutku Rin itu memang tipikal pemain JAV yg disuka oleh orang sana. tubuh mungil, langsing/kurus, muka sok polos, dan teriakannya "dame.. dame.." itu bikin para pria mabok..
soal sudut, kalo membaca #tipsfototelenji, memang kurang eksotis kalo ngesyutnya secara frontal..
nicowijaya: hai anggota gerombolan pria!!!
Titiw : hahaha... jeng Dolly mantep banget emang...
ndableg: tanya sama Matt Zammy aja, dia jagoannya
sofie: emberrr... malah puas dipelototin semalaman, gak pake durasi terbatas
Silahkan login untuk memberikan pendapat