Keajaiban Host Kamus Kuliner 26
Sabtu, 2 Jan '10 09:45
Tadi pagi saya nonton acara Kamus Kuliner di TVOne. Acara itu dipandu Hermawan 'Kikiek' Sulistyo, tayang Sabtu & Minggu pukul 08.30. Untung durasinya hanya 30 menit. Kalau lebih dari itu saya khawatir penonton bisa kehilangan nafsu makan selama paling tidak seminggu.
Kenapa? Pertama, mukanya Pak Herman ini 'politik' banget. Nggak cocok ngomongin makanan. Kedua, sebenarnya dia ahli kuliner atau cuma suka makan? Tadi misalnya, dia makan di resto Bunga Rampai. Resto Indonesia dengan gaya fine dining. Dia cuma ngasih deskripsi "Ini dikasih tomat biar asem. Ini mirip Tom Yam," Kalo cuma begitu saya juga bisa.
Ketiga, gesturnya seperti orang yang nggak pernah makan di resto keren atau makanan mahal. Ketika makan di resto Oasis ditemani pemiliknya, dia menyela penjelasan sambil melotot-melotot dan tertawa. Si pemilik resto itu sampai kelihatan terganggu, begitu.
Saya penasaran lalu googling. Siapa sih orang ini. Dan ternyata benar, dia sering bicara tentang politik menjelang Pemilu 2009 dulu. Saya kutip dari artikel ini ya.
"...Agak menggelikan melihat Hermawan yang menjelang Pemilu 2009 getol berbicara soal golput, di KK getol bicara soal bandeng presto, lumpia semarang, ikan bakar, nasi merah, dan lain-lain. Tapi itulah kejutan yang dimunculkan produser KK.
Bentuk acara ini hampir sama dengan Wisata Kuliner asuhan Bondan Winarno yang memadukan liputan perjalanan dan icip-icip masakan. Bedanya di KK Hermawan tidak memosisikan diri sebagai ahli kuliner, melainkan penikmat makanan. Karena itu, komentar Hermawan soal teknis pembuatan masakan yang disantapnya tidak sedetail komentar Bondan. Wajar saja sebab Hermawan memang bukan ahli kuliner.
Untuk memberikan bobot pada acara ini, Hermawan mencoba menjelaskan latar belakang budaya di balik makanan yang dia santap. Ketika menyantap lumpia semarang, misalnya, Hermawan menjelaskan bagaimana peradaban China di balik lumpia.
Sayangnya, penjelasan semacam itu terkesan sekilas saja. Mungkin, produser khawatir jika Hermawan memberi penjelasan panjang lebar, acara kuliner ini akan berubah menjadi acara diskusi."
Terus kenapa dong dia dipilih jadi host-nya. Masih banyak deh host lain yang lebih bagus. Ini acara kuliner, jadi jangan bikin penonton kehilangan nafsu makan :D
Tag: tvone, kamus kuliner, hermawan sulistyo
Terkait:
-
Hiruk Pikuk Bencana di Televisi
Kamis, 1 Okt '09 18:29


Komentar:
waktu aku tau tau bakal ada acara kamus kuliner ini, aku tuh mikirnya acara ini bakalan detail, semacam kamus/ensiklopedi masakan beneran. misalnya lagi mo icip-icip masakan padang yang terkenal pedes; oh kenapa pedes, karena pake cabe ijo; cabe ijo itu ada berapa jenis; kalo cabe rawit itu apa; lombok sama nggak dengan cabe? ya kayak gitu deh.. tapi ternyata... hihiihi
Rudi Choirudin atau Ibu Sisca masih lebih baik! ya iyalah! hahaha
ibhe: Gemana kalo kamu aja yang MASAKIN KITA-KITA Bhe..? hihihi.. kapan2 kalo warga curipandang kopdar, kamu harus ikut dan masakin kita!! Woy semuaa! Ibhe itu chef loh, head cook di sebuah resto tenar!! AHAHAHAHHAHAHAH!! *membongkar kehidupan pribadi*
Titiw : *ketawa guling-guling* ibhe: bisa masak? wah boleh tuh bikin cooking class kl kita bikin gathering
ibhe: wah kamu cocok jadi copywriter
njoups: suksesor? jauh lah sama Bondan. Kl Pak Bondan itu tahu benar soal makanan, lha ini cuma penikmat, tapi tampilannya ga nikmat
kalo artisnya cewek, bisa dimaafkan sih.. hihih.. soalnya bisa ngeces liat host-nya!
mokas: hihihi ayo ayo tulis ajaaa. kan itu kritik yang (harusnya) membangun
adhigama: wah senang ada teman senasib
mungkin dia dipilih jadi host untuk bicara sejarah tentang drmn bahan2 masakan itu diperjuangkan oleh kaum pribumi
jauh jauhhh pisan dr om bondan!
maharrani: hhihihi.. iyah, tampangnya kurang sedap dinikmati
cabiledi: *tos dulu dong kita*
fairyteeth: nahhh kan dia setuju juga sama aku. Ayo kira-kira siapa ya yg enak dilihat tp ga gaya stupid blonde gitu?
selain konsep acaranya gak orisinil, eneg lihat mukanya si host.
hahahaha.
maharrani: Serius kamu aku kamera fes..? *matut2 kaca kemakan omongan miss*
tapi kalo karni ilyas, dibanding pengamat2 laen menurutku dia kompeten dan ngerti bener soal hukum+politik (kalo bener2 ngerti bahasan yg dipandunya bakalan ngerasa gitu deh). Kata ndoro sih dia jebolan Tempo. Tapi mgkn dia emg gak pinter mandu acara ya..
fadex: kirim surat protes? ini kan semacam surat terbuka gitu jadinya. ya nggak sih..ayo yang kenal produser acara itu suruh dia baca postingan ini. demi mereka juga nih
Titiw : beneran Tiw. kamu nggak perlu berkecil hati sama Crystal Renn yang ndut. kamu yang mungil nan imut malah cocoknya di TV bukan di catwalk
Faniez: otak sih ku akui Karni memang jempol. tapi suara, penampilan, intonasi, pitch controlnya huahahaha!
Maksudnya, kita kan awalnya kritik bukan karena benci, tapi emang ngerasa ga nyaman nontonnya. Bukannya denger suara penonton malah terus aja begitu.
ada jawaban?
Alderina: mereka keras kepala ya hahaha. ya pokoknya kritik sudah disampaikan...ya nggak ya nggak
sofie: reporter Trans TV itu si Shara Aryo atau Aditya Wardhani kan sedap dipandang mata ya Sof. Tsk...Tina Talisa aja lah gantiin Hermawan Sulistyo ini. Makan sambil nyanyi juga boleh kok
Silahkan login untuk memberikan pendapat