WARISAN SEMANGAT WOODSTOCK DARI ANG LEE 8
Sabtu, 26 Des '09 17:44
Judul film: Taking Woodstock
Sutradara: Ang Lee
Sinopsis: tentang persiapan sebuah hajat besar yang mengubah pola pandang dunia tentang musik rock.
First of All, thanx untuk Ang Lee yang sudah mengizinkan para generasi yang hanya mendengar "kebesaran nama" generasi bunga melalui sepotong majalah bernama "rolling stone" itu, dapat menjadi saksi langsung peristiwa tersebut. Walau hanya sebatas reka ulang tentu saja.
Namun kedetilan setting, gestur dan suasana era tersebut, oleh sutradara yang membuat saya sangat bangga menjadi orang Asia itu, patut diacungi jempol.Adegan "fly on a bus" itu contohnya. Sialan, Ang Lee betul-betul berhasil memvisualkan efect LSD dengan sangat indah. Membuat iri generasi sesudahnya yang hanya mendengar kebesaran nama zat adiktif tersebut (ini bukan drugs campaign, Guys. Just wanna say how Good he visualised it!!)
Dengan sabar, Ang Lee membimbing kita kepada suasana hippies tahun 60-an. Dari sesuatu yang dipandang sebelah mata dan miris sebelumnya, hingga menjadi sesuatu yang indah dan legendaris, bagi generasi berikutnya.
Perwakilan para penghuni Bethel,yang protes dengan kedatangan para hippies, hingga akhirnya menjualair mineral dengan harga mahal itu bisa dijadikan contoh bahwa film ini dibuat dengan riset yang tidak main-main. Hal itu belum termasuk saat adegan mempersiapkan woodstock dengan tehnik penyajian ala komik, yang menurut saya dapat memberikan gambaran betapa keberhasilan woodstock bukan hanya disebabkan oleh kerja bermotivasi keuntungan, namun juga kecintaan.
Kebesaran Woodstock yang bermoto "3 days in love, peace, and music" itu tidak hanya sebatas jargon dan kata-kata di tangan Ang Lee, namun menjadi hal yang nyata dengan atmosfer megah yang tiada tanggung. Perhatikan baik-baik adegan kedua orang tua Eliot yang nyaris "hidup segan mati tak mau" namun menari-nari di akhir film itu, yang menurut saya merupakan pesan tersirat dan tersurat betapa festival itu telah mengubah semangat banyak orang.
Oke, film ini tidak menyajikan gambar saat Janis Joplin bernyanyi, Jimi Hendrix menutup festival dengan indah, atau grup-grup legenda lainnya. Namun saya rasa, "taking woodstock" bukan berbicara tentang itu. Film ini lebih berbicara tentang bagaimana sebuah festival legendaris, yang tidak tertandingi kebesarannya oleh festival manapun, dapat merubah hajat hidup dan semangat orang banyak. "Taking woodstock" lebih mengarahkan dirinya kepada efek sosial dari hajat besar Michael Lang tersebut. Dan menurut saya, Ang Lee berhasil membawa kita kesana.
Tag: DVD
Terkait:
-
Chuck : Agen Rahasia Pintar-pintar Bodoh
Jumat, 18 Jun '10 11:24 -
MENDAHULUI ZAMAN
Kamis, 4 Mar '10 14:41 -
ROCK AND ROLL NEVER DIES
Kamis, 24 Des '09 20:14


Komentar:
Woodstock? pasti isinya kebanyakan musik ya? oh tenang aja. asumsi seperti itu akan patah begitu film dimulai. Iya, Film ini emang nggak fokus cerita mengenai siapa-siapa aja yang manggung di woodstock. tapi lebih ke sudut pandang lain. kalo video konser kan kita udah sering liat, nah, kegiatan dibalik konser, sejarah gimana sampai woodstock itu sendiri bisa ada itu gimana? itu sebenarnya yang paling menarik menurut saya. Dan kejadian-kejadian yang terjadi di luar panggung ternyata nggak kalah ajaib.
Dan Ang Lee emang cukup berhasil membuat film yang nyaris jadi semi dokumenter ini jadi film yang berkualitas seperti karya lawasnya yang fenomenal, "Broke Back Mountain". Empat jempol deh! *tiga buat filmnya, satu buat reviewnya
btw saya gak setuju dengan tuiisan Pete Travers dari Rolling stone USA bahwa film ini mengecewakan, dan berdosa karena tidak memasukan footage2 tadi, karena memang film ini memang membicarakan itu, tapi apa dan bagaimana festival itu bisa mempengaruhi dunia.
Wah2 berarti saya harus lekas2 menulis kalau abis nonton film ni, karena ada orang di belahan lain di dunia sana yang menonton film yang sama dan berniat menulis reviewnya
bravo bos.....
Anjrit, dia main total abis ya di film ini, keren banget deh! oiya, OST film ini juga nggak kalah asiknya loh! apalagi buat penggemar lagu-lagu retro. Tuh, beberapa alasan udah dibeberin supaya warga CP jadi penasaran
aji aditya junior: hahaha.. jadi maen cepet-cepetan dong? hehehe santai lah
PS: ini berarti film fiksi kan..?
Bikin tambah penasaran. Inget banget Sophia Latjuba bulan lalu kalo nggak salah, sempet nge-tweet. Menurut dia, film ini juelek.
Silahkan login untuk memberikan pendapat