ROCK AND ROLL NEVER DIES 8

Kamis, 24 Des '09 20:14

Judul Film: The Boat that rocked
Sutradara :Richard Curtis

Sinopsis: Kisah tentang radio 24 jam yang siaran dari atas sebuah kapal, lengkap dengan atitude rock and roll, dan bagaimana sebaiknya atitude itu dijalankan

Resensi: Jarang saya melihat film tentang rock and roll yang tidak menonjolkan salah satu unsur pameonya yang paling menyenangkan, "Drugs", namun film ini berhasil melakukan itu, tanpa perlu kehilangan naluri pemberontakannya.

"The Boat That Rocked" adalah sebuah film persembahan bagi dunia rock and roll yang menyenangkan, revolusioner, dan mengingatkan kita bahwa untuk memberontak pun perlu sebuah kecerdasan. Rock and roll dibuat sangat cute, warm, dan humble, bukan hanya memberontak kosong dan kehidupan gelap di sana-sini.

Di tangan Richard Curtis, yang pernah memberikan komedi cerdas berjudul "Love actually", "The boat that rocked" menjadi sebuah film pemberontakan yang manis, dan menghibur.

Satu pesan yang menonjol adalah: Mental boleh memberontak, namun tidak dengan sportivitas. Curtis mengajarkan kita  bahwa memberontak juga harus sportif. Adegan memanjat menara antara dua generasi rock and roll berbeda itu contohnya, atau coba anda perhatikan adegan pengakuan ibu dan anak, tentang siapa ayahnya sebenarnya. Sangat menunjukan semangat memberontak yang sekali lagi, penuh sportivitas, ("Siapa yang tidak ingin tidur dengan dia waktu itu? dia dulunya sangat tampan," kata si ibu, dan diakhiri dengan, "Sampaikan juga dengan temanmu bahwa tadi malam sangat menyenangkan," lanjutnya sambil berlalu. Siapa yang tidak shock?!!)


The Boat....adalah sebuah film musikal yang berisi banyak musik rock dan pop tahun 1960-an yang akan mengajak anda untuk bernostalgia, dan mungkin merenungkan kembali betapa semangat pemberontakan yang sebenarnya.

Sebagai film tentang musik, akan banyak suguhan musik-musik indah pengiring adegan-adegan dramatik. "Whiter Shade of pale" sebagai pengiring kapal tenggelam, atau ""Father and son-Cat Steven" saat adegan ayah dan anak yang tenggelam bersama Vinyl dan plat itu, adalah contoh-contoh kecil betapa humbelnya film ini. Dan anda akan mati bahagia, saat melihat deretan sampul album rock-and roll sepanjang masa, mulai priode 1950-2009, yang dipajang di credit title, melengkapi pernyataaan tentang kepada apa film tersebut didedikasikan.

Direkomendasikan penuh untuk anak-anak mama yang pengin mempelajari atitude rock and roll.Karena rock and roll bukan hanya memberontak, namun juga memiliki alasan esensial di balik pemberontakan itu.


Tag: DVD

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

ibhe 0 0
Meski memiliki sub-plot yang banyak, film ini tidak terlalu rumit untuk diikuti. Drama tentang keluarga, percintaan, konflik intern bahkan politik dalam negeri disajikan tanpa membuat pusing. Justru malah menarik anda lebih dalam secara emosional. Dua jempol untuk film ini. Joke-jokenya terasa segar (saya suka joke orang inggris). Terlebih soundtrack pengisi dalam film ini.

Jika anda penggemar rock and roll, baik gaya hidup maupun lagu-lagunya, maka anda wajib menonton film ini. DJ-DJnya terasa sangat menguasai section mereka dan setiap DJ memiliki penggemarnya masing-masing. Musik-musik yang disajikan terasa pas pada setiap moment. Dan percayalah, anda akan ikut bernyanyi atau setidaknya ber ”humming” seiring musik demi musik diputarkan (baca: disiarkan). Hanya saja, lagu dari The Who sangat pendek diputar, dan itu hanya komentar subyektif dari saya. Akhir kata, banyak musik dalam film ini, tapi ini bukan film tentang musik atau film musikal. Ini film tentang Rock and Roll yang selalu –tentu saja- menghibur. Ahoy!

counter review ceritanya : D
Titiw 0 0
Yayayayyayayyayayay.. saya dari kemaren2 pengen ntn film ini! Cari ah di ambasador.. nice review anyway.. : D
Rangamaru 0 0
Kalau di Amerika Serikat, film ini dirilis dengan judul PIRATE RADIO.
aji aditya junior 0 0
Ibhe:THanx dude......saking banyaknya sub plot aku jadi bingung mana yang mau ditonjoloin di resensi, akhirnya benang merahnya aja deh yang diambil, (ngeles mode on) hihihihi dan saya sepakat, lagu "my generation" itu terlalu pendek dan nyaris kurang terasa auranya,hahahhah
Titiw :cari bu.....film yang humble ditonton di akhir tahun
Rangamaru: wah infonya berguna sekali, thax .....soalnya sepupu saya di amerika bilang ga ada film dengan judul ini
ibhe 0 0
aji aditya junior: hihi kochira koso. tapi lagu yang saya maksud bukan my generation. well my generation is ok, tapi yang paling oke lagi itu "Won't get fooled again". pas count mau siaran untuk terakhir kali? ingat? hahaha. that's my fave song! makanya agak kaget aja pas tiba2 denger intronya mulai main.. hihihi tapi ternyata hanya intronya saja: p
aji aditya junior 0 0
tapi dirimu denger ada lagu my generation diputer kan?
cuma latar tapi.....
*masih bertahan karena sangat yakin lagu itu ada*
hahahhahahah
ibhe 0 0
iya awal film emang itu lagu diputer.. tapi tetep lebih enak "won't get fooled again". *keukeuh* : D
unee adisti 0 0
FILM INI KEREN YAAAAA !
I LOVE CARL, AND THE COUNT AND GAVIN, AND QUENTIN *maruk*

Kita me-RIPIW pelem yang sama loh,Kisanak!
*bangga*
Si ibhe yang ngasih tau : D

Salam kenaaal !

Silahkan login untuk memberikan pendapat