Musik Berkualitas dan Papan Atas? 17
Rabu, 23 Des '09 17:39
Eh, kemaren malam gak sengaja baca detik.com, di salah satu berita hiburannya menyebutkan bahwa MTV Indonesia yang disiarkan di Global TV kini akan selektif memilih siapa yang akan tayang di channel musiknya. Kabarnya, hanya pemusik papan atas yang akan bisa tampil di MTV, alasannya selain menumbuhkan musik berkualitas, juga untuk mendorong musisi untuk menghasilkan music berbobot dan ada pijakannya.
Ketika ditanya indikatornya, MTV Indonesia menyebutkan SID dan KOIL sebagai band yang cukup idealis, dan juga Nidji untuk yang cukup idealis tapi mengikuti selera pasar. Selain dua kategori tadi, ada kategori ketiga musik yang kurang berkelas. Nah, di berita ini, MTV Indonesia tidak menyebutkan siapa band-band yang masuk kategori tersebut. Hihihi. Kenapa ya?
Tentu saja kebijakan MTV Indonesia, menurut saya cukup kontroversial, tapi keren juga karena berani mengambil keputusan untuk menayangkan musik berkualitas. Sayangnya belum ada indikator musik berkualitas dan papan atas itu bagaimana. Apakah dari kualitas permainan musiknya, atau segi penjualan atau apa. Saya juga gak begitu paham soal dunia musik ini. Yang jelas sih, KLA Project itu band favorit saya dan tentunya berkualitas menurut saya. Di benak saya juga ada White Shoes Company, Mocca dan kayaknya ini yang lagi hip Tika and The Dissidents.
Well, temen-temen bagaimana anda mendefiniskan musik berkualitas? Musik papan atas di Indonesia? Dan siapa yang masuk ke dalam kategori tersebut? Yuk, komen disini yuk :D
gambar diunduh dari sini
Tag: musik, indonesia, mtv, berkualitas
Terkait:
-
Ber-Vakansi bersama White Shoes & The Couples Company
Senin, 25 Okt '10 18:30 -
Java Rockinland 2010 hari#1 dalam gambar
Senin, 11 Okt '10 22:57 -
5 Album Reggae Terbaik tahun 2009 [versi Musik Pribumi]
Selasa, 5 Jan '10 10:46
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Sate Minang: keren
-
Titiw : nggak ada matinya
-
adhigama: jadi penasaran
-
neofreko: yoi banget
-
maharrani: jadi penasaran
-
Chika: yoi banget
-
leonisecret: jadi penasaran
-
ibhe: nggak ada matinya


Komentar:
lha itu dia, menurutku hal ini pasti jadi kontroversial karena gak punya indikator yang jelas (pihak MTV Indo aka Global kan cuma bilang indikatornya nurani dan akal), apalagi ini soal selera. tapi betul juga kalau MTV mau menegaskan bahwa pasarnya adalah yang katanya 'berkualitas', sedangkan acara musik lokal lainnya bisa ambil yang di luar MTV. apa ini bentuk bagi-bagi kue dan pembagian kelas bermusik di Indonesia? jyeeehhh gaya banget ya komennya
nah, kalau dibaca di beritanya detik itu, untuk dangdut dia juga akan memilih dangdut kelas atas, itu yang kayak gimana ya?
kontroversial juga rupanya ya
Dari Dahsyat sampe Inbox, dari Playlist hingga On The Spot.. semuanya menampilkan band2, yg bukan saja mirip dari lagu2nya.. tapi juga dandanan rambut dan pakaiannya (Kata Pandji). OMG.
Apakah kemunculan band2 tsb salah? Tidak! Dosa? Tentu tidak! Saya tdk mau terbawa arus provokasi masy. proletar dan musisi marjinal. Hanya saja, lepas dr penilaian subjektif yg dangkal.. Media hiburan mainstream telah semena-mena, arogan dan salah kaprah meng-edukasi pasar (baca: masyarakat) - jika tdk mau dibilang melakuan pembodohan masal - dgn menjejali penampilan (tipikal) band2 yg saya sebutkan diatas.
Terdengar spt justifikasi apriori? Biarkan saja. Toh kenyataannya memang demikian. Tdk ada prinsip keseimbangan dlm penyajian band2 anak negeri oleh media mainstream. Porsi untuk band/musisi macam: SID, KOIL, Shaggy Dog, BurgeKill, Seringai, Tony Q Rastafara, Ras Muhamad, X Calibour, Marapu, Matahari, Gangsta Rasta.. sangatlah minim, bahkan hampir tdk ada sama sekali, dibandingkan dgn penampilan para musisi pembawa genre musik "lari" (baca: melayu).
Mari kita berharap banyak dgn MTV.
adhigama: iya, kenapa mtv nggak ikutan bikin acara macam itu yak? pilihin sana band2 yang berkualitas, suruh manggung live! paling bertahan seminggu doang. abis itu tekor. hahaha. kalo mau di bilang keren, mbok ya kasih kesempatan band yang bukan mainstream untuk berpromosi. selain naikin level mereka, mtv kan juga jadi dibilang cool. ya toh?
Setahu saya, musik itu universal. Seharusnya malah MTV itu jadi tempat berkumpulnya pecinta musik. Apapun genre-nya.
Soal Nidji SID Koil, apalagi Tika itu keren, ya pasti lah. Dan bahwa banyak band-band yang masuk kategori nggak keren itu juga nggak bisa dipungkiri.
Tapi dengan melabeli diri dengan stasiun TV musik papan atas, itu seperti menyingkirkan segmen non papan atas yang menurutku fatal juga kalo di Indonesia.
C'mon..berapa banyak sih pendengar musik papan atas yang masih nonton MTV. Apalagi MTV Indonesia
Saya pikir ini bukan masalah cool atau tdk cool dan jelas bukan tukul.. tapi rumusan gugatan terhadap media hiburan yg telah ada atas penyajian musik yg serampangan dan tdk adil dgn embel2 "mengikuti selera pasar*.
Jangan salah, masa band2 macem SID, Seringai, Tony Q, Shaggy Dog dan Matahari.. juga banyak (memang tdk sebanyak ST 12, Hijau Daun) tapi tetap tdk sedikit dan mereka solid + loyal.
MTV mencoba menggarap pasar tsb, lebih segmented (idealis berjalan bersama realistis). Jangan dulu under-estimate lah.. *akan tekor lah*, *bom bunuh diri lah*. Rolling Stone Magazine mungkin bisa dijadikan sample case.. sejauh ini mereka masih eksis, dan ke-eksisan mereka itu bukan ditopang oleh band2 macam radja, salju, kangen, .. (ada yg mau nambahin?) tapi oleh band2 macam Shaggy Dog, SID, God Bless, Sore, Cupumanik, Slank, Edane. At least mereka punya effort untuk mengangkat band/musisi non mainstream.
Kita lihat saja nanti. Pada intinya saya sangat meng-apresiasi ide MTV, krn dengan demikian keseimbangan dlm penyajian musik2 anak negeri akan tercapai. Tdk ad unsur sabotase terhadap band2 melayu. Apapun interpretasi saya terhadap musik mereka, sikap agresif yg ditunjukan oleh David Naif tetap tdk bisa ditolerir.
mau dikulik segimana juga, kalimat ini cuma nyisain ruang buat nanya "papan atas" itu indikatornya apa dan "kelas"nya untuk siapa. Lagian gak semua band "papan atas" dan "berkelas" itu videonya bagus2 juga kan
adhigama: david vs kangenband? gw rasa dia cuma menyampaikan opini aja sih ya, ga sampe sabotase deh kayanya.
kalo diliat dari http://sites.junk…s/index.html ada band editornya RS Indo yg jadi winner untuk kategori MOST PROMISING ACT, sementara musik mereka ga secatchy nidji dan ga mirip wali. Bakal masuk "kelas" yang mana coba? papan tanah atas bawah non idealis semi komersil? bakal dipasang ga tu di tivimusik terkemuka itu?
"Oleh para penggemar mereka, grup Wali boleh dipuja-puja. Tapi, oleh David, vokalis band NAIF dan pentolan grup DVD Boy, Wali dijadikan bulan-bulanan.
Itulah yang terjadi ketika DVD Boy-- yang terdiri dari David (vokal dan gitar), Krisna Prameswara (keyboard), dan Indra Raindy (drum)--meramaikan acara peluncuran album baru grup The Upstairs, Magnet! Magnet!, di Score! Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Minggu (17/5). Dengan olok-oloknya di hadapan para penonton, David mengkritik karya "kacang goreng" yang sekarang sedang merajai industri musik negeri ini.
Mula-mula, sehabis menyajikan lagu Gila, dari album perdana DVD Boy, David melontarkan tanya kepada para penonton, "Gimana? Anjing kan lagu gue? Tapi, masih kalah anjing ya dari lagu-lagu Hijau Daun atau Wali! Anjing, dalam kamus David, bisa berarti keren, bisa juga sebaliknya.
Ia lantas menyanyikan secuplik lirik lagu Cari Jodoh dari Wali, "Bapak bapak, ibu ibu..." Setelah itu ia berucap lantang, "Please everybody, please, jangan racuni anak-anak kita dengan lagu-lagu seperti itu!" Ia lalu tertawa. "Kalau mau ancur, sekalian ancur kaya Kuburan (grup yang mulai ngetop dengan lagu Lupa-lupa Ingat)," tambahnya, lalu tertawa lagi.
Para penggemar DVD Boy, The S.I.G.I.T, dan The Upstairs, yang tampil dalam acara tersebut, pun menyambut sindiran David dengan tawa.
Tidak berakhir di situ, David melanjutkan aksinya. Masih dengan candanya, ia mengadakan game dadakan berhadiah dua t-shirt. "Siapa yang bisa menyanyikan lagu Wali dari awal sampai akhir, gue kasih t-shirt," ujarnya. Tapi, ujungnya, game tersebut urung digulirkan. David malah memberikan begiu saja dua t-shirt kepada dua penonton.
Di panggung itu, DVD Boy, yang mengusung musik pop-elektronik, menyajikan sejumlah lagu dari album perdana mereka, yang berjudul DVD Boy. Lagu-lagu itu, Gila, Dirimu (Seputih Salju), Aku dan Dia, Dansa Selingkuh, Rock It!, dan I Wanna be Your Man. Mereka juga dibantu oleh seorang rapper, Bee"
sumber dimari bos: http://entertainm…n.David.NAIF
IMHO: secara harfiah "papan atas" diartikan sbg band-band mainstream, dibawah naungan major label at least distribusinya pake label besar lah. Jualannya laris, entah itu dr jualan konvensional, RBT atau konser. Media face bgt, tampang2 bs dgn mudah kt temukan di Inbox, Dahsyat, Dering dll.
tapi sepertinya makna "papan atas" yg dilontarkan oleh pihak MTV bukanlah makna Leksikal. IMHO. Yg jelas saya bergembira dgn ide MTV ini.
penjelasan yang rasional. tapi betul memang butuh indikator, tapi ntar jadi pengkotak-kotakan, tapi oke aja sih. menurutku sih kebijakan MTV Indonesia ini, sah-sah saja. Ini juga menantang untuk diteliti tentang kelas-kelas dalam band-band indonesia
Silahkan login untuk memberikan pendapat