The Age of Stupid: Ketika Bumi di Ambang Kehancuran 4

Selasa, 15 Des '09 23:42

Film dokumenter The Age of Stupid disutradarai oleh Franny Armstrong yang berkebangsaan Amerika. Di film ini, diceritakan tentang makin loyonya bumi menghadapi serangan konsumerisme dari manusia di dunia. Film dibuka dengan gambar seorang pria (Pete Poslethwaite) yang berada di atas menara pada tahun 2055, tahun krisis bumi di ambang kehancuran. Dari sana, ia meneliti beberapa literatur, film, dan banyak laporan yang ia kumpulkan dari mancanegara. Sebab-sebab datangnya jaman edan itu pun mulai terungkap, dan pria tua yang duduk sendiri di atas menara hanya bisa bertanya pada diri sendiri, MENGAPA. Dari penelitian itulah ia menemukan penyebab-penyebab perubahan dramatis terhadap bumi. Ia pun terus dan terus bertanya-tanya, kenapa manusia tidak melakukan pencegahan ketika semuanya masih dimungkinkan. Angle-angle film dibuat secara variatif dan diceritakan dari sudut yang unik.

Ada cerita seorang pemandu para pendaki gunung yang berkata bahwa salju makin cair saja setiap harinya, ada anak-anak Iraq yang menjadi korban perang (yang tentunya MINYAK adalah alasan utama, bukan NUKLIR), kisah suami-istri yang berjuang untuk mereduce perusakan bumi dimulai dari keluargnya sendiri, dan yang paling menyedihkan adalah kisah seorang wanita muda yang ingin menjadi dokter di Nigeria, namun apa daya, Shell datang dan menghisap berjuta barel minyak di negaranya malah makin membikin negara itu semakin parah.

Orang-orang di dalam film The Age of Stupid

Pertanyaan yang muncul?

  • Mengapa hanya Amerika bersama Australia yang tidak menandatangani Protokol Kyoto untuk mengurangi emisi di negara masing-masing?
  • Mengapa tenaga surya yang ada di Gedung Putih dilepas..?
  • Mengapa sistem transportasi kereta, yang mana kereta adalah transportasi hemat energi itu dihancurkan di AMerika?

Hanya satu jawabnya. Karena Pemerintah bukan lagi hanya dikendalikan oleh perusahaan minyak. Perusahaan minyak itu sendiri yang sudah menjelma sebagai PEMERINTAH. Dengan adanya tenaga surya, perusahaan minyak akan berkurang keuntungannya. Dengan transportasi yang ramah lingkungan, perusahaan minyak juga dapat merugi. Gokil. Yang perlu dihilite, film dokumenter ini disertai oleh animasi yang ciamik. Tidak ada alasan bahwa anak-anak tidak dapat menontonnya. At least, mereka akan tertarik, dan film ini akan menjadi sarana diskusi yang baik bagi orangtua dan anak-anak yang masa depannya ditentukan oleh kita semua.

Gambar diambil dari marih dan marih


Tag: dokumenter, the age of stupid

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

maharrani 0 0
Wow. Berat topiknya. Tapi kelihatannya si sutradara bisa mengemasnya dengan okeh ya? Dirimu bilang anak-anak pun bisa 'ngeh' kl nonton ini. *penasaran*

Eh ini nonton di DVD atau Jiffest?
Titiw 0 0
maharrani: Nonton di acaranya WWF say.. waktu itu diputer di tugu proklamasi jakarta pusat, nah itu diputer perdana di Indonesia.. jadi nontonnya outdoor gitu.. Tapi sayang baru setengah diputer, ujan turun dengan lebatnya tanpa bilang2.. See? Climate change emang ngeselin!

Jadi diputer lagi fimnya di kampus sahid, dan aku bela2in ke sana untuk nonton sisanya, hehe.. Gak sia2, dapet kaos earth hour dari WWF.. *jumawa* Kurang tau udah ada dvdnya apa belum. Iya anak2 juga bisa ngeh karena apa yg dijelasin ini ada animasinya yang narasinya juga anak2. Keren banget lah pokoknya! Wajib nonton banget. : D
sofie 0 0
o iya ini diputer pas di tugu proklamasi pas ujan-ujan itu ya? eh tapi kayaknya di blitz sempet tayang juga lho film inii, ih , jadi pengen nonton!
Titiw 0 0
sofie: Betuul! Oh ya..? aku malah gak tau kalo di blitz sempet tayang.. sayang deh film2 bagus kadang2 malah gak dapet sorotan.. sigh.. eh malah si suster keramas apa itu yg dibuat chika malah disorot media.. CAPEEE.. hihi..

Silahkan login untuk memberikan pendapat