Sherina Munaf 9

Selasa, 8 Des '09 09:03

Sherina makin dewasa. Tersangkut gosip lesbian dan korban pemerkosaan, tak ada reaksi berlebihan darinya. Bahkan, ketika dikejar pekerja infotainmen, dia tak memasang wajah panik atau marah. Sherina cuma menghindar. Dia tak menanggapi, tak mengelak atau menghindari. Dia cuma membiarkan. "Kalau dibiarkan, kabar itu akan lewat," katanya.

Dan benarlah, tak mendapat bantahan, atau komentar apa pun, gosip itu seperti mi tanpa bumbu. Hambar. Sherina benar. Apalagi, pembiaran dia pada gosip itu didasarkan pada keyakinan untuk tak terbawa pada sebuah wacana bahwa gay atau lesbian adalah penyakit atau sesuatu yang menjijikkan. "Aku membiarkan karena tak takut dibilang lesbian. Nggak sakit hati. Karena gay atau lesbi itu bukan penyakit. Aku tidak menganggap itu negatif selama tidak seks bebas, nge-drugs."

Gosip Sherina penyuka sesama jenis datang dari penampilannya. Gayanya yang tomboi, rambut pendek, dengan busana yang cenderung urakan, "ditandai" penyuka gosip sebagai tampakan orientasi seks. Sherina menertawai hal itu. "Lesbian kok terpaku dengan rambut pendek. Lesbian itu tergantung hormon seseorang. Ada wanita yang memiliki gen maskulin lebih besar, jadi kelihatannya lebih maskulin."

Bagi Sherina, rambut pendek adalah sebuah pilihan. Juga bukan imaji yang akan dia pakai untuk menaikkan nilai popularitas.

"Aku cuma ingin jujur pada diri sendiri. Bukan membentuk image. Sekarang pun, aku tidak lagi memakai stylist. Aku mulai make-up sendiri, memilih kostum sendiri. Akhirnya aku belajar, lebih baik kita menunjukkan identitas diri yang sebenarnya. Karakter aku lebih cocok dengan rambut pendek, tidak memakai rok lagi. Rok itu bukan aku."

Sherina juga tahu, image berbeda dengan identitas. Jika image lebih pada tanda atau ciri yang dipilih, yang diproduksi, dipoles untuk mencapai target atau tujuan tertentu dan lebih ke arah bisnis, maka identitas adalah pengenalan seseorang secara alamiah terhadap kebutuhan dirinya untuk merasa bahagia dan merdeka.

Pengenalan secara alamiah itu juga yang membuat Sherina menyadari berambut panjang telah menjadi belitan pada kreativitasnya. Dan penemuan identitas itu bertarung dengan image dirinya yang feminin, dan berambut panjang. Terjadi perang. Identitas yang menang. "Ingin pendek mulai Mei 2008. Tapi banyak yang takut, nanti kalau berambut pendek, pasar aku bagaimana? Mikirin pasar melulu? Rambut panjang demi pasar, tapi aku sendiri tidak maksimal, buat apa?"

Identitas itu memerdekakan diri. Sherina pun memilih busana lelaki. Lebih simpel. Baju perempuan hanya untuk waktu khusus. "Aku tidak ingin munafik. Rambut panjang, pakai rok, kesannya kalem banget. Tapi di batin, tersiksa. Untuk apa?"

Sherina kemudian tahu, di pasar, identitas atau pun image, bergerak dalam arus yang sama. Ciri atau tanda bentukan dan kealamiahan itu berefek sama, menuju pasar yang khusus juga. "Sekarang aku dibilang cool, gila banget, berani berpenampilan berbeda." Identitas tadi berubah jadi image, dia juga meminta polesan, pendistribusian, pembedaan yang dari yang lain. Semua akhirnya bermuara pada komodifikasi. Sherina tak menampiki lagi hal itu.


Dan begitulah memang industi. Sherina menolak image feminin, berambut panjang, memakai rok, karena meskipun itulah pasar besar yang dia masuki sejak balita dulu, tapi tak lagi memerdekakannya. Dia menampik pasar, tekanan industri, dan memilih merdeka dengan dirinya yang tomboi, pemikir, maskulin. Tapi, penghindarannya pada pasar itu justru menemukan pasar baru, yang menerima kemaskulinan dirinya. Bahkan gosip lesbian dan perkosaan itu adalah bagian dari invisible hand industri, untuk komodifikasi, kapitalisasi. Cuma kini, Sherina merasa merdeka dan bahagia di dalammnya. Dia tuan dari kerja yang dia pilih.

 


Tag: Lesbian, sherina, kambing, remaja

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

adhigama 0 0
Apakah brarti saya bisa bilang album pertama dia "Primadona" yg rilis tahun 2007 adalah album hypocrite?

Perubahannya sangat drastis. Di "Primadona" dia berlakon spt Amy Lee, dan di "Gemini" dia mendadak berubah spt Lindsay Lohan atau Hilary Duff, tp tentu tdk spt Colbie Caillat.
maharrani 0 0
adhigama: Emang berubah sih, dari Amy Lee. Tapi nggak jadi Lindsay Lohan ah. She's being herself, i suppose. And it's good : D
to Ra nt 0 0
adhigama: namanya abege, masih mencari identitas : D.
adhigama 0 0
maharrani: I wish so tante.. "aku geretan.. geretan.. jadinya"

to Ra nt: radityadika suka yg abege-abege.. tapi mereka cocok : D
oelpha 0 0
i'm a fan of her. she rawk!!
langit bara lazuardi 0 0
wutazz.tshirt: geretan atau geregetan. kalau geretan jadinya mah terbakar, hehehe....
Titiw 0 0
Ahahaha.. adhigama: eh kamu.. *dadah dadah*
Aku mah malah doyan ngefollow twit dia dan dulu pernah juga baca blognya. She's kinda hot, tawuuk.. *yak, bukan sherina yg belok ternyata*
fairyteeth 0 0
she rawk!!! \m/
Chika 0 0
sherina itu keren. cara berpikirnya cukup dewasa, walaupun di tweetnya dia seperti remaja. : ))

Silahkan login untuk memberikan pendapat