Cinta Buta? 1
Selasa, 8 Des '09 21:27
Cinta itu indah. Tetapi bila berlebihan, terkadang membuat orang menjadi sangat kejam atau sangat bodoh. Saat kecemburuan melanda, cinta menjadi sesuatu yang menyeramkan. Saat takut kehilangan, cinta menjadi racun pembodoh.
Penyakit bersumber dari pikiran kita, kalimat ini sesuai untuk menggambarkan apa yang terjadi dalam film ‘Love and Rage’. Daniel, seorang murid sekolah musik. Banyak yang mengagumi keahliannya bermain piano, termasuk sang guru dan Sofie, gadis yang dicintainya. Bahkan para pemilik sekolah musik terkenal pun banyak yang berminat menerimanya. Namun sayang, tawaran-tawaran itu tidak dihiraukannya, karena otaknya dipenuhi dengan pikiran negative setelah melihat Sofie berdansa dengan guru pianonya.
Segala halusinasi tentang perselingkuhan Sofie dan sang guru pun memenuhi otaknya. Tiap hari Daniel mengawasi Sofie, membuntutinya, hingga berhalusinasi bahwa Sofie sedang bercinta di tempat lain, bila ditemukannya rumah dalam keadaan kosong.
Begitu menangkap basah pacar dan gurunya dalam satu mobil, serta merta Daniel menghancurkan mobil itu di saat keduanya masih di dalamnya. Tahukah alasan yang sebenarnya? Sofie mendekati guru pribadi Daniel tersebut karena merasa ketakutan dengan emosi Daniel yang semakin tak terkendali. Kecemburuan Daniel benar-benar menumbuhkan sifat kejamnya hingga mampu mengancam Ibundanya dan membunuh orang. Semua berawal dari curiga, cemburu, dan halusinasi.
Film Drama dari Denmark yang diputar dalam ajang JiFFest ke 11 ini mungkin hanya film drama cinta klasik biasa. Tetapi yang membuat luar biasa adalah bagaimana Cyron Melville berhasil memerankan sosok Daniel yang labil dan sangat emosional menjadi begitu natural. Satu kelebihan lainnya di film ini adalah suguhan konser tunggal Daniel. Tak salah bila ia mendapat penghargaan Best Actor dalam World Film Festival di Montreal.
Bicara soal cinta yang menjadi racun pembodoh mungkin sudah banyak contohnya. Sebut saja bagaimana Bella Swan sangat berharap menjadi vampire tanpa memikirkan keluarga dan teman-temannya. Karena cinta, lebih memilih mati daripada menikmati hidup normal? Karena cinta, membuat orang gila dan kehilangan pikirannya hingga mematikan sesamanya?
Think, cinta sih boleh-boleh saja, tetapi yang logis deh jangan sampai membutakan mata hati kita, okey. Belum tentu juga dia yang terbaik untuk kita.
Tag: cinta, Jiffest, love and rage, buta, mata hati
Terkait:
-
Malinda dan Metafora Dada
Rabu, 6 Apr '11 16:00 -
Ayu dan Mitos Seorang Ibu
Kamis, 16 Des '10 09:46 -
... terbitlah Digital, Lalu Cetak Lagi
Selasa, 7 Des '10 00:52
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Titiw : jadi penasaran
-
fairyteeth: jadi penasaran
-
maharrani: yoi banget


Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat