Bias Kampanye MTV Staying Alive 10

Senin, 7 Des '09 15:32

Menyambut hari aids sedunia pada 1 Desember, konser MTV Staying Alive 2009 kembali digelar. Seperti tahun-tahyn sebelumnya, MTV Staying Alive selalu memilih musisi Indonesia sebagai Ambassador. Musisi dipilih dengan sangat selektif, bukan hanya berdasarkan kualitas tetapi juga harus memiliki aura yang positif.

Bila tahun 2007 terpilih Nidji dengan ‘Arti Sahabat’, dan JRock dengan ‘Meraih Mimpi’-nya sebagai ambassador 2008, tahun ini MTV Staying Alive memilih Andra & The Backbone. Single Selamat Tingal Masa Lalu yang menceritakan tentang sahabat yang meninggal karena Aids, sangat pas mewakili kampanye MTV Staying Alive.

Konser 12 jam yang berlangsung di senayan Jakarta, 6 Desember 2009 ini menampilkan banyak musisi local yang digandrungi anak muda. Vidi aldiano,Dmasiv, Kotak, Afghan, Mulan Jameela, Aura Kasih, Drive, Saykoji, Ran, JRock, Mahadewi, dan banyak musisi lainnya, masing-masing menampilkan dua single sambil sesekali menyampaikan pesan-pesan untuk menghindari perilaku yang rawan HIV Aids.

Andra & The Backbone menutup konser dengan singlenya ‘Selamat Tinggal Masa Lalu’. Di tengah penampilannya, Dedy Lisan, sang vokalis menyampaikan pesannya “Bertanggung jawablah pada diri sendiri”. Ya, siapa lagi yang bias melindungi kita daribahaya HIV Aids selain diri sendiri?

Mysik memang media yang tepat untuk menyampaikan pesan kampanye melawan Aids yang mayoritas penderitanya adalah usia muda. Namun di konser kemarin ada moment yang membuat bias kampanye ini.

Selama berlangsungnya konser, seluruh musisi dan VJ MTV selalu mendengungkan pesan untuk menghindari drugs, penggunaan jarum suntik bergantian, dan freesex. Namun yang membuat bias, mungin karena sponsor utama adalah produk karet pengaman (kondom), kondom pun dibagi-bagikan kepada penonton dari atas panggung oleh para VJ. Sayangnya pelemparan kondom ini dilakukan setelah mengucapkan hindari freesex. “Tapi kalau terpaksa pakai pengaman ya,” kata Pevita Pierce.

Ironi kan? Yang membagikan masih ABG, penonton MTV pun kebanyakan ABG. Bila MTV mewakili anak muda, apakah ini melambangkan realitas bahwa di Indonesia anak muda sudah terbiasa dengan free sex?

 


Tag: aids, hiv, MTV Staying Alive, Andra The Backbone, ambassador

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

fairyteeth 0 0
mendingan pake kondom atau tidak???

yang paling mending ya ndak dilakukan sama sekali... tpi preventif tetep harus kan... kalo di luar negri udah biasatuh ngantongin kondom, baik yg laki maupun yg wanitanya...

yg salah mungkin target audience nya, kalo ABG agak bahaya juga di kasih kondom gratis, yg ada ntar malah tertarik buat nyoba...

tapi kalo campange di club, bagi2 kondom di pintu masuk, atau di taro di meja gitu, boleh ambil gratis. baru tepat... ; )) ; ))
maharrani 0 0
Hmmm ironi untuk kita di timur sih mungkin iya.
Tapi kita nggak bisa naif juga lho,harus melihat sekeliling
Banyak yang melakukan seks di luar nikah : D
Chika 0 0
pesan mereka sih lebih baik pakai pengaman dari pada tidak sama sekali. karena pada dasarnya memang sudah terlalu banyak yang melakukan free-sex dan berakibat kena penyakit aids.

mungkin pas konser seharusnya diberikan siraman rohani agar tidak melakukan freesex. : ))

*dikeplak*
sofie 0 0
nah justru karena kerentanan pada abegeh yang seringkali lupa pake pengaman sehingga banyak KTD, terpapar penyakit kelamin sampai HIV, aku rasa sih tepat sasaran dan sama sekali bukan ironi. IMO. : D
kalau soal sponsor, yah namanya juga mengambil peran strategis. tp menurutku pengenalan kondom itu penting, bukan hanya soal HIV/AIDS aja tapi unt fakta tentang seksualitas lainnya.
to Ra nt 0 0
Daripada dilarang pasti ngelawan malah makin bahaya, mendingan diajarin yang bener kayak gimana dengan ga,baran resiko dan tanggung jawabnya. Sesimpel itu kok : D.
leonisecret 0 0
Ironinya adalah cara mereka melempar kondom dari panggung, bukan dengan cara mendidik.
kalo remaja kita dibegitukan yang ada mereka seperti kucing diberi makan. seperti diijinkan gituu..
mungkin kalo di cafe ga masalah, atau sekalian di sekolah dengan diberi pendidikan sex, jadi lebih sopan.
kalo dilempar, kesannya jadi seperti 'disuapin'..
Titiw 0 0
leonisecret: Setuju sama Leoni. Caranya mereka ngasih kondom itu lho. Kalo masalah seks mah gak bisa dikaitin sama agama. Bukan gak bisa, orang2 yang pada males. Jadi mungkin dengan cara2 yang lebih oke, pas masuk acara MTV ini, ada register, dan masing2 dari mereka dikasih 2 kondom (kenapa harus 2..?!)
to Ra nt 0 0
Titiw : I case yang satunya robek kali : )).

Tapi serius deh, menurut gw itu bukan masalah gede, selain terasa komedi banget karena dulu di ulang tahun MTv tahun 2003 (2004?) gw pernah kesambit pembalut yang dibagi-bagiin dari atas panggung. Mungkin emang udah kebiasaan kali.

Dan ada pepatah tentang kondom: "Condom is like a gun, it's better if you have it but you don't need it rather than you need it but you don't have it."

So yeah, gw masih menganggap kalau pembagian kondom itu bukan sesuatu yang gimana-gimana banget. Sometimes, things tend to happen if we overthink about it. Jadi coba liat sisi positifnya aja : D.
Titiw 0 0
to Ra nt: Aku satujuuh sama kamuu!! ngomong2 pembalut.. pas SMP pernah tuh dibagiin di kelas, eh yg cowok iseng buka2 dan walhasil, cowok2 di kelasku disuruh pake pembalut seharian sama kep sek! AHahaha *OOT*
sofie 0 0
kalau pendidikan orang dewasa, polanya kita harus percaya sama pengetahuan mereka. mereka tidak sedang disuapin, mereka dikasi dan dikenalin, soal lempar-melempar, itu adalah 'penyesuaian' dengan kondisi panggung. ya, lagian kondom dilempar itu positif kok daripada narkoba ; ))

Silahkan login untuk memberikan pendapat