Saya dan Curipandang 7
Minggu, 22 Nov '09 03:42
Pertama kali terbuka kesempatan untuk menulis di curipandang, yang kepikiran di benak saya adalah, " serius nih?" :D. Bukan apa-apa, saya orangnya serius sih aslinya *plak*. Haha! Tapi apa salahnya mencoba. Coba-coba pertama tulisan ini, menurut saya itu sudah maksimal *saat itu*. Entahlah menurut teman-teman. Setiap hari semakin tertantang? Iya.
Mengapa tertantang? tadinya saya berfikir menulis disini tentang hal-hal yang berhubungan dengan kritik terhadap media massa mainstream terutama sisi bagaimana mereka menyajikan sebuah hiburan. Sebagai bagian dari upaya literasi media, kritis terhadap tontonan, paling tidak begitu. Kalau memperhatikan kanal-kanal curipandang tadinya ada kanal tivi kan? Nah itu, di kanal itu saya mulai menemukan benang merah aktivitas saya dengan apa yang akan dibangun di situs ini.
Kedua, selayaknya orang serius *digampar lagi*, saya juga punya cara untuk menyeimbangkan diri donk. Mulai dari ngikutin gosip, pengamat fashion amatir dan hal-hal yang sifatnya populer menyenangkan. Minat terpendam itu juga bisa saya salurkan disini. Hihihi.
Saya sih membayangkan nantinya saya bisa seperti paman tyo yang menuliskan hal-hal popular soal music atau selebritas dengan perspektif kritis, kalau di dunia cetak seperti Bre, Remy Silado bahkan Ninuk Pambudy. Seperti majalah Djakarta tempo dulu dan sekarang yang bentuknya lebih handy. Dimana Wimar dan Seno Gumira membicarakan gaya hidup dengan sederhana tapi penuh refleksi kritis. *ditabok*. Entah bayangan saya itu akan terwujud kapan, tapi saya punya keinginan kritis terhadap budaya populer, serasa kuliah lagi di Sosiologi. Dan itu gak mudah :D
Curipandang dengan kanal barunya kini, kalau saya boleh menilai sepertinya (mungkin) sudah menemukan arahnya, ketika kanal gaya diselipkan. Saya mulai kebayang tentang lifestyle online magazine versi 2.0. Tapi ini tebakan sih, betulkah begitu miss?
Intinya sih ya, menulis selama tiga bulan disini seakan menyentil saya kembali untuk membaca dan menulis tentunya tentang budaya popular dalam tinjauan yang (sok) kritis. Seperti koleksi buku-buku saya tentang MTV dan perubahan sosial atau Mc Donalds dan globalisasi. Jadi rasanya seperti dibangunkan lagi. Semoga saja ruang-ruang itu selalu terbuka di curipandang sehingga saya punya tempat untuk mengaktualisasikan yang terbayang-bayang tadi yang ditulis di paragraf empat *ngarep*. Gimana teman-teman?;)
Tulisan ini evaluasi tiga bulanan dari saya sendiri. Haha! Sangat terbuka dikritik dan dikomentari. Atau perlu ada pertemuan buat penulis-penulis di curipandang? Soalnya kemaren saya ketemu Titiw dan teryata anaknya...duh..ternyata..lucu abisss. Begitupun setelah ngobrol dengan sang moderator yang berwajah serius tapi lucu (apalagi menyangkut india dan tukang kain, hahahaha). Atau Chika yang jahil, deadeyedol yang jaim *kabur*, belum pernah ketemu tora sih, ehm atau fairyteeth yang hobi menjahit. Yang jelas kalau saya sih serius *dilempar bata* :D
gambar diunduh dari sini
Tag: curipandang, refleksi, popular culture
Terkait:
-
Talk Show Modus Anomali di Social Media Festival
Kamis, 15 Sep '11 16:42 -
Bring It On!
Senin, 16 Mei '11 11:04 -
Pengumuman: Yang Beruntung di Makeover Competition
Kamis, 3 Feb '11 22:19
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
to Ra nt: yoi banget
-
Herman Saksono: yoi banget
-
Titiw : yoi banget
-
maharrani: nggak ada matinya
-
deadeye doll: yoi banget


Komentar:
Ternyata kamu anak sosiologi toch..? pantesan di tiap tulisan kamu gak asal nganuh, tapi ada dasar2 pemikiran yang lumayan berdasar di sana (ok, i don't know what i'm talking 'bout).
Wow.. Bre Redana! Seno Gumira! semuanya orang2 keren yang kau tulis nak. Tapi sebagai penggemar Remy Sylado, aku melihat kamu typo menulis namanya nak. *OOT* Nice to know you, ya darliiing!
nganu sih tadinya mau dibilang ketemu titiw yang ternyata bocor abis
Tulisanmu selama ini mengundang sekali jeng sofie:
Anyhoo, nulis di sini sih nggak perlu pakai perspektif, kritis apa lah itu, tuangkan saja isi kepalamu tentang pesohor-pesohor & produk-produknya itu. *tsahhh*
Hari gini yang mudah dipahami aja.
Rajin-rajin main kemari...jangan lupakan kami *hugs*
lho...lho... kok kayak tulisan perpisahan to?
tp kalo kopdar ada peluk2an sih saya mau ikut fufufufu
Silahkan login untuk memberikan pendapat