Sepertinya MUI Butuh Pekerjaan Baru 9

Selasa, 17 Nov '09 09:55

Jadi ketika saya sedang berusuh-rusuh ria di situs tetangga, saya melihat satu buah berita yang membuat saya nyaris tersedak. Mari saya copas saja.

VIVAnews - Pemutaran film berjudul '2012' di sejumlah bioskop Jawa Timur (Jatim) mulai menuai kritik. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Malang, misalnya, sudah memberikan Thausiyah (himbauan) agar umat Islam tidak melihat film tersebut.

Film ini dibintangi John Cusack, Danny Glover dan Chiwetel Ejiofor, yang bercerita tentang hancurnya Planet Bumi pada tahun 2012 sesuai ramalan Suku Maya di Amerika Selatan.

Menurut MUI Jatim, penayangan film 2012 yang disutradarai Roland Emmerich memicu keresahan masyarakat. "Kiamat itu soal ghoib. Umat Islam memang wajib percaya adanya hari kiamat. Tapi soal jam, tanggal, bulan, dan tahun, tidak ada manusia yang tahu. Itu mutlak rahasia Allah SWT," kata Ketua MUI Jatim, Abdussomad Buchori, Senin 16 November 2009.

Meski mengaku belum sempat menonton, ia menilai film yang bercerita tentang ramalan hari kiamat akan menyesatkan jika tidak dikemas dalam kerangka agama.

Jika itu diteruskan, kata dia, akan berdampak negatif dan memunculkan keresahan. "Keresahan itu diantaranya, membuat masyarakat yang meyakini akan meninggalkan aktivitas sehari-hari dan menimbulkan gejolak sosial," lanjut Buchori.

Meskipun hanya berupa film fiksi, kekuatannya mampu mempengaruhi opini masyarakat. Buchori menilai kalau sudah diyakini--apalagi tanpa didasari pemahaman Al Qur'an--dipastikan akan merusak akidah.

*uhum*

Soo... yah. Saya bisa mengerti sudut pandang mereka. Dengan pola pikir dan dunia tempat mereka hidup, pernyataan di atas itu sangat-sangat predictable. Permasalahannya adalah ini bukan pertama kali ada interference dari lembaga ini. Jennifer's Body pun bisa dilarang juga karena permintaan mereka (I know that movie is just about Megan Fox's boobies but hey). Tidak cukupkah hiburan kita disandung-sandungi KPI yang salah prioritas, LSF yang suka lupa gimana caranya motong film supaya tetap enak dilihat, dan undang-undang yang sekarang masih nggak jelas kabar juntrungan aplikasinya.

Over and all, dear lord if you want to forbid something at least know what you're forbidding. WATCH THE MOVIE FIRST.

*tarik napas*

*buang*

Ah sudahlah...


Tag: Film, 2012, MUI, kiamat, common sense

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

maharrani 0 0
Dem rite! WATCH THE MOVIE FIRST!
Kesel bener sama efek film "2012" ini.
Salut deh buat sutradara, produsernya yang pas banget ambil moment. Menimbulkan antrean, kerusuhan dimana-mana ; ))

Soal MUI, dari pengalaman liputan dulu, bisa jadi orang MUI nggak mau ngomong kaya gitu. Tapiii atas pancingan, dorongan, desakan wartawan akhirnya keluarlah pernyataan itu.

Tapi dalam kasus ini nggak tahu deh gimana pernyataan itu bisa sampai keluar.
Chika 0 0
yang penting saya sudah nonton. *joged joged*


*ditimpuk*
njoups 0 0
menurut saiah, filmnya kurang menarik. Jalan ceritanya tidak di barengi dengan menariknya efek bencana yang di tuangkan.

: p
JustRudy 0 0
dear org yg ngerasa paling bener, kami juga bisa berpikir kok, ngga perlu lah dibatasi.

tapi, baguslah kalo pada dengerin imbauan itu. jadi kalo gw mau nonton ga perlu antre berkepanjangan....hhihihi OOT
Titiw 0 0
maharrani: Oh gitu ya..? jadi MUI itu gak asal jeplak juga..? *mulai sok2 prasangka baik sama MUI*
roserevolver 0 0
sudah saya bilang mereka ga' ada kerjaan, dari sejak kasus kedatangan 'artis' yang itu, mereka sudah pada nggak bener dengan fatwanya yang aneh-aneh, bahkan fatwa 'proyek' jadi bubarkan saja mereka. * melipir dengan manis sambil membetulkan kacamata*
cenoed 0 0
Saya setuju mestinya MUI ngga perlu seheboh itu. Tapi kok kitanya juga seheboh itu ya, menanggapi fatwa MUI? Kalo ngaku "kami juga bisa berpikir kok, ngga perlu lah dibatasi", artinya kan apa yang ada di pikiran kita sudah diakui MUI (masalahnya, ngga semua bisa berpikir, makanya perlu fatwa MUI)..
to Ra nt 0 0
cenoed: I don't get your logic. Seriously. Jadi larangan itu perlu karena beberapa orang (katanya) kurang memiliki logika? Masalahnya:

a) Film ini tidak harmful. Mungkin misleading, tapi bukan film yang provokatif kelas Fitna sampai butuh dilarang. Pelarangan hanya akan menaikan popularitasnya dan filmnya akan makin terkenal.

b) Pelarangan, seprti disebutkan di atas, bukan sesuatu yang ampuh karena akan mengakibatkan meningkatnya pupularitas film yang dilarang. Justru lebih baik lakukan penyuluhan atau peringatan yang lebih manusiawi agar orang tahu apa film ini sebenarnya.

c) MUI di kesempatan lain mengatakan film ini haram karena ada adegan mesjid hancur dan penghancuran mesjid adalah penistaan terhadap rumah ibadah umat muslim dan lain-lain apalah itu. It's not a mosque, it's St. Petersburg Cathredal which don't belong to the muslims. More reasons not to TALK about a movie before WATCHING it.

d) MUI itu mengurusi umat Islam, dan negara ini bukan hanya diisi umat islam. Period. Kalau MUI melarang peredaran film ini secara nasional berarti dia melanggar konstitusi dengan membatasi hak-hak warga non-muslim untuk menonton film ini.

Ngerti kan kenapa bisa heboh?
maharrani 0 0
Hmmm buat to Ra nt: mungkin yang dimaksud cenoed: kita-nya heboh adalah: Kita heboh memprotes MUI. Dan membiarkan orang2 melahap dagangan Hollywood yang "ih nggak banget" itu dengan ngantre berjam-jam demi nonton "2012".

cenoed: mungkin pinginnya, yang nggak gampang ter-provoke fatwa, imbauan, larangan atau apa lah namanya itu dari MUI membantu menetralisir keadaan.

I know it's not our job to do so, tapi..mungkin dengan melakukan hal yang berlawanan sama MUI kita bisa membuka mata orang2 bahwa, nggak ada yang salah dengan film itu.

Jadi bukan protes dibalas protes kali ya.
Gitu nggak sih? Hehehe...

Dan sebenernya menurutku orang-orang kita itu bukannya nggak punya logika. Cuma kadang terlalu mudah diprovokasi.

Dalam kasus ini formulanya sangat pas. Cerita kiamat + Hollywood + negara yang warganya dijejali agama dari kecil + MUI + media : )

Silahkan login untuk memberikan pendapat