Sekuat Apa Taring Komisi Penyiaran? 3
Rabu, 11 Nov '09 16:26
Tadi gak sengaja lihat dan baru 'ngeh', ada iklan layanan masyarakat yang dibintangi Kak Seto. Iklan layanan tersebut berpesan untuk mendampingi anak-anak anda dalam menonton televisi dan laporkan jika ada tayangan yang tidak layak ke Komisi Penyiaran Indonesia.
Soal pendampingan orang tua pas nonton, okelah, rasanya hal tersebut penting tapi terlupa oleh para orang tua di luar sana. Dikira acara tivi di waktu nonton anak, aman-aman saja. Padahal kerentanan justru di jam tersebut, balutannya sih sinetron dengan bintang anak-anak tapi substansi, isi dari ceritanya, sama sekali gak mendidik atau seringkali tanpa pesan.
Kedua, soal laporkan tayangan tidak layak ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), ini yang bikin saya penasaran. Seberapa efektifkah laporan publik terhadap tayangan-tayangan yang dirasa tidak layak? Apa yang akan dilakukan KPI dalam menindaklanjuti tanggapan-tanggapan tersebut?
Beberapa tayangan seperti Empat Mata yang sekarang jadi Bukan Empat Mata dan Makin Malam Makin Mantap berhasil didrop. Tapi itu cuma seujung kelingking saja, kurang signifikan. Lha, sinetron gak jelas penuh dengan nilai-nilai kekerasan itu masih ada, yang menjual mimpi fantasi lebih banyak lagi. Reality show yang acakadut? Malah bermunculan-lagi jadi trend.
Indikator apa yang digunakan KPI untuk bisa melakukan tindakan yang cermat dan tepat? untuk menurunkan sebuah tayangan, mengingatkan stasiun tv atau apalah, informasi seperti ini yang belum saya dapatkan secara maksimal (jangan suruh saya untuk mengunjungi website kpi ya, hihihihi) .
Jadi seberapa kuatkah taring KPI vs rating, iklan dan kawan-kawannya?
gambar diunduh dari sini
Tag: televisi, komisipenyiaranindonesia, transparansi, tayangan
Terkait:
-
Mengenang Bu Bariah
Selasa, 13 Des '11 14:14 -
Musik Bagus di Banten TV
Rabu, 23 Nov '11 21:42 -
Tentang "On The Spot" & Program Serupa
Rabu, 21 Sep '11 19:43


Komentar:
Kalo ngomongin kaya gini tuh aku rasanya hopeless *lebay*
Yang bikin sinetron, pemasang iklan & stasiun tv beralasan masyarakat sukanya tayangan yang begitu itu...
Mungkin nggak bisa disalahin juga.
Tapi seharusnya itu nggak jadi justifikasi mereka untuk bikin program, sinetron, atau acara apapun yang nggak ada isinya gitu.. *sigh*
iya, tindak lanjutnya itu lho yang kadang gak pernah diinformasikan, proses akuntabilitas kurang. iya pak sinansari sama bimo anggota KPI sebenarnya juga mengakui. karena kuasa modal itu yang lebih kuat ternyata
Silahkan login untuk memberikan pendapat