Movie Facts ala Joko Anwar 4

Selasa, 3 Nov '09 00:29

 

Beberapa hari yang lalu Joko Anwar yang fenomenal itu mengemukakan beberapa pendapatnya tentang film alias #moviefacts ala dia. Beberapa yang sempat saya amati adalah sebagai berikut. Lucu-lucu sih, ehm tepatnya seperti sindiran. Entah sindiran untuk siapa? :D

Misalnya yang ini

@jokoanwar: Despite heavy censorship for cinema releases, it's too easy for underage kids to buy porn here in Indonesia #moviefacts

Yang ini setuju, karena sensor yang bekerja tidak semerta-merta diikuti dengan aturan tentang mekanisme alias aturan dimana dan bagaimana kamu bisa mendapatkan apapun tentang pornografi. Jadi bukan pornografinya yang diatur tapi masyarakatnya yang mengakses juga harus diberi aturan. Tapi sulit ya?

Soal sensor juga kadang gak lihat-lihat, asal potong, kadang sampai mengurangi esensi dari cerita. Nyebelin banget kalau soal ini. Kalau saya mending gak usah disensor tapi atur soal rating dan distribusi. Kadang film bagus-bagus jadi jelek karena dipotong sih!

@jokoanwar: Censorship people are gods. They can watch all those dirty stuffs while we may not. #moviefacts

@jokoanwar: Censorship is an insult 2 adults. Adults shud b able 2 see whatever they decide to see. They're adults geto loh! #moviefacts

Soal sexy movie ini ya betul juga ya, kan seksi buka porn. Kalau porn ya harusnya diatur disribusinya.

@jokoanwar: Sexy movie scene dont make people raping people.If they do,people who works in censorship wouldve raped too many. #moviefacts

Terus soal beda art movie dan porns ini bikin penasaran. Emang ada bedanya ya? lebih gelap atau lebih terang atau remang-remang? :D

@jokoanwar:The only difference between art films and porns is the lighting. #moviefacts

Yang terakhir ini lucu, emang iya gitu? Masa sih miskin, kayaknya enggak deh, suka ngiri aja sama sutradara-sutradara itu yang  jalan-jalan ke luar negeri beranjangsana di festival-festival film, kayaknya kok seru! iya gak sih :D

@jokoanwar: Most film directors are poor. Godamnit, I didn't know.#moviefacts

Ada yang mau nambahin atau komentar ? monggo lho ;)

gambar diunduh disini

 


Tag: twitter, jokoanwar, moviefacts

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

missmaharrani 0 0
Kalo ga salah Joko termasuk salah satu yang memperjuangkan pe-ratingan film di Indonesia. Jadi bioskop & orangtua jadi filter terakhir.

Mengharapkan dari pemerintah sih susah. Mending pdkt sama orangtua lah, lingkaran yang paling dekat sama si anak itu sendiri ; )
Djangoman 0 0
Soal censorship saya setuju - it's an insult 4 adults. Tapi celakanya ini masalah tidak serta merta sesederhana itu, terutama soal yg porno2 yg diributkan itu. The problem is there (anak2 mudah sekali mengakses materi porno) dan sampai skrg tidak ada pemecahannya. Ujung2nya selalu ribut melulu antara pemerintah dan sineas film. And the problem remains

OOT: Mas Jok, Pintu terlarang kok nggak dirilis DVD-nya sih? : ( Gak lolos sensor ulang ya?
deadeye doll 0 0
third quote is the truth!
sofie 0 0
missmaharrani
betul jadinya ilmu parenting nih yang maju, kalo soal rating itu.

Djangoman
nah itu dia kan aturannya distribusi itu yang harus diurusi, pemerintah ributnya soal moral mulu sih, jadi aturan distribusi gak jalan-jalan ples ditambah itu td parenting juga.

deadeye doll
*tos dulu*

Silahkan login untuk memberikan pendapat