Penonton di Balik Acara Musik, Kuis dan Reality Show 5

Minggu, 25 Okt '09 13:57

Dunia ini adalah panggung sandiwara. Semua orang memerankan perannya masing-masing. Begitu pula dengan dunia televisi.

Dalam acara live-music, konser atau kuis, bisa ditemui beranekaragam penonton yang memenuhi studio. Kalau dalam acara reality show beberapa pemain adalah pemain bayaran, maka di acara konser dan kuis ini penontonnya adalah penonton bayaran.

Kok bisa?

Ya bisa. Mengumpulkan penonton dalam jumlah yang cukup banyak untuk satu acara ternyata tidaklah mudah. Apalagi jika acara tersebut ditayangkan pagi hari (atau pagi buta yang tentunya membuat orang malas karena harus bangun pagi), siang hari (khan banyak yang kerja atau sekolah), atau tengah malam (ngantuk bo. Ngapain juga susah-susah ke studio tv jadi penonton).

Karena itulah ternyata ada yang namanya penonton bayaran. Nonton aja dibayar? Enak banget?! Mungkin itu yang terpikir dalam benak orang banyak.

Tapi jika mengingat waktunya yang kadang bisa menganggu aktivitas lain, maka menjadi penonton bayaran bisa dianggap sebagai profesi baru. Dalam sehari saja penonton bayaran ini bisa menghasilkan kurang lebih 100 ribu dengan menghadiri beberapa acara televisi. Jika ditekuni setiap hari, penonton bayaran dapat menghasilkan uang sekitar 2 juta per bulan.

Penyalur penonton bayaran tentu juga menghasilkan uang dengan memotong beberapa persen dari pendapatan para penonton tersebut. Sama seperti reality show, beberapa pemainnya bisa dikatakan pemain bayaran.

Makanya jangan heran apabila ada penonton acara kuis anu di pagi hari, tiba-tiba nongol di konser anu pada siang hari, lalu malam harinya menjadi pemain reality show. Wow, mejik!

 


Tag: Kuis, reality show, penonton, tv show

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

roserevolver 0 0
hi gw pernah jadi semi penonton yang seperti itu! waktu itu nonton konser padi dan melly goeslow, gw dibagiin tiket ama temen gw yang temennya temennya lagi bagian dari produksi acara musik itu, waktu itu gw diminta tepok tangan padahal lagi g' mood untuk tepok tangan, masuk kategori g' yg seperti ini?
Riyono 0 0
masuk, tapi brarti ga dapet duit yach? : p
Bang Mas Paman 0 0
Lha kan kayak 3-in-1? Numpang bukannya mbayar malah dibayar. Tujuh belas tahun yang lalu saya mendapati penonton bayaran itu dalam sebuah taping di studio, di Pasar Baru. Ternyata mereka nggak paham banget sama acara yang ditontonnya. Hohoho... ada retake untuk tepuk tangan.
maharrani 0 0
Iya iya bener banget yang ditulis Chika. Ada soalnya temenku yang biasa "memasok" SPG untuk pameran, sekarang jadi punya proyek baru "memasok" penonton untuk acara-acara kaya Dahsyat, Inbox, Derings & semacamnya.

Mereka dibayar untuk joget palsu, dengan iringan penyanyi palsu (lip sync). Jadi penonton di rumah disuguhi tayangan palsu. Miris : (
Chika 0 0
roserevolver: itu sih karena dikasih tiket gratis, ya mesti nrimo. ; ))

Riyono: iya : ))

Bang Mas Paman: aku pernah jadi penonton juga. tapi gak dibayar. : ))

maharrani: nah, itu salah satu efek yang menurutku gak begitu bagus. tapi mau gimana, pekerjaan seperti ini membantu mereka yang pengangguran. jadi penonton dapet duit, cuma modal joged dan teriak-teriak...

Silahkan login untuk memberikan pendapat