Tentang Jilbab Puteri Indonesia 2009 10
Senin, 12 Okt '09 13:39
Katanya Qory Sandioriva, jilbab & gelar Puteri Indonesia 2009 adalah sebuah kontroversi. Tergantung melihat dari sisi mana.
Coba baca transkripnya, waktu Qory diwawancara sama dua MC di malam pemilihan.
Dian Khrisna: "Aduh aduh. Tadi waktu Qory baru masuk ada komentar soal penampilan yang agak berbeda,"
Charles Bonar Sirait: "Ya. Saya bisa melihat perbedaan dari tahun lalu. Puteri-puteri Aceh juga tidak kalah cantiknya dengan puteri lain,"
Dian Khrisna: Biasanya nih kalau dari tahun saya 2003 yang dari Aceh ini selalu berkerudung. Sekarang ini kok berani ya dia nggak berkerudung. Coba dijelaskan,"
Qory: "Menurut saya rambut adalah keindahan seorang wanita, dan bisa menjadi mahkota wanita dan ini lah yang bisa ditunjukkan kepada para hadirin bahwa rambut adalah keindahan,"
Dian Khrisna: "Sebenarnya dia udah minta izin untuk membuka kerudungnya. Betul?
Qory: "Benar sekali,"
"Alhamdullilah saya dapat izin dari pemda setempat dan dinas setempat juga. Juga terimakasih banyak kepada ibu Meutia Hatta yang sudah memberikan saya dukungan kepada saya,"
Dian Khrisna: "Luar biasa. Jadi mau lepas kerudung aja musti minta izin gubernur dan ibu menteri pemberdayaan perempuan,"
Charles Bonar Sirait: "Ya itu artinya semua mendukung,"
There. Pemerintah mendukung kok. Jadi yang protes, coba protes ke yang memberi izin hehehe.
Saatnya interview tiba. Qory dapat pertanyaan dari Direktur Garuda Ari Sapari.
Ari Sapari: "2500 tahun lalu Socrates fisuf besar Yunani dihukum mati pemerintah Athena dengan cara minum racun karena menganjurkan kaum muda untuk tidak mempercayai dewa-dewa. Para sahabatnya menganjurkan Socrates melarikan diri tapi menolaknya. Setelah meneguk racun dia berpesan kepada muridnya untuk membayar utang seekor ayam pada temannya. Bagaimana persepsi Qory mengenai Socrates?
Qory: "Menurut saya Socrates menjunjung tinggi hukum, dia jujur tapi miskin. Pantang merugikan orang lain, kita bisa mengambil contoh dan teladan yang baik dari dia sebagai pemimpin."
Jawaban yang cukup bagus menurut saya. Menunjukkan -setidaknya lewat omongan- bahwa lepas jilbab pun Qory masih baik. Patuh hukum dan baik hati.
Lalu Qory masuk 3 besar sama Puteri Maluku Utara dan Puteri Sumatera Barat
Charles Bonar Sirait: Qory rasa bagaimana?
Qory: "Saya sangat senang sekali hari ini tidak menyangka bisa masuk ke tiga besar. Karena awalnya saya pesimis karena saya membuka jilbab saya ternyata ini menjadi icon yang bisa membuat saya jadi lebih semangat."
Lho buka jilbab kok semangat? Itu pernyataan kebanyakan orang.
Jawabannya menurut saya. Ya jelas lah dia semangat. Karena dia merasa sama seperti Puteri puteri lain. Kita semua tahu lah bagaimana punya banyak teman sepenanggungan itu menyenangkan.
I mean, ini beauty pageant gitu bukan lomba kerudung cantik, jadi wajar-wajar aja dong..
Urusan jilbab, agama, kepercayaan itu menurut saya sangat lah pribadi. Urusan Qory dan penciptanya. Jadi kita nggak punya hak intervensi. Apalagi sampai menjudge dia macem-macem. Bukan begitu? :)
PS: Ada Videonya nih.
Tag: miss universe, zivanna letisha siregar, puteri indonesia, zizi, bikini, qory sandioriva, jilbab
Terkait:
-
Puteri "Aceh" Indonesia 2009
Sabtu, 10 Okt '09 00:25 -
Aksi Zizi Pakai Bikini
Jumat, 14 Agu '09 14:15 -
Lho, Puteri Indonesia Kok Nggak Mau Pakai Bikini?
Selasa, 1 Des '09 18:46
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
sofie: yoi banget
-
to Ra nt: yoi banget
-
deadeye doll: yoi banget
-
belor say: yoi banget
-
ndableg: yoi banget


Komentar:
pendapat gue: emang masalah jilbab agak sensitif, apalagi di tengah giatnya pemda dan dprd nad menegakkan syariat islam. gue cuma berpikir, masalah besar yang akan menghadangnya nanti saat harus berbikini di kontes miss universe nanti.
satu lagi, dari dulu banyak putri2an kek gini yang tidak berasal dari daerah aslinya. kebanyakan keturunan aja. seharusnya yang diutamakan adalah 'lokal' yang benar2 tinggal di daerah aslinya. coba aja tengok juara2 sebelumnya, yang katanya dari daerah tapi tinggal dan besar di jakarta.
yang salah sih pemda atau dinas pariwisata yang ngasih izin mewakili daerahnya. terlalu kompleks masalahnya kalau cuma dilihat dari satu sudut pandang.
dalam kasus ini, pemda aceh menurut gue ingin bikin terobosan baru mungkin? selama ini gak pernah menang kalau ngirim wakil yang berjilbab.
lebih ke identitas daerah kayaknya, bukan syariat agama.
makanya minta ijin ke dinas pariwisata
sofie: juga gue rasa bener. media lah yang membuat ini jadi kontroversi hehehe.
Jadi, selama ini, putri Aceh itu piye?
Lama2 bangsa indonesia kehilangan ciri khas budayanya, jd lebih arab dari orang arab itu sendiri.
Silahkan login untuk memberikan pendapat