Iklan Layanan Masyarakat yang Menarik, Mungkinkah? 7

Senin, 5 Okt '09 19:18

 

Jika iseng memperhatikan, bulan-bulan menjelang akhir tahun seperti ini akan bermunculan iklan layanan masyarakat yang dibuat oleh pemerintah  baik nasional. Ikan Layanan Masyarakat yang dikerjakan oleh pemerintah, hampir bisa dikenali karakternya, yaitu dapat dipastikan ada tokoh di dalamnya, berbicara...normatif :D. Dengan audio visual standart dan terlihat diatur.

Padahal iklan layanan masyarakat yang dibuat itu hampir pasti dianggarkan dengan budget yang tidak main-main, karena termasuk dalam kegiatan KIE (komunikasi, informasi dan edukasi), dan hampir pasti tiap tahun ada. Selain itu iklan layanan masyarakat sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban dari apa saja yang telah diperbuat oleh pemerintah dalam program-program pembangunan.

Kemaren, saya sempet lihat ILM punya Departemen Pendidikan, yang isinya soal anggaran yang diberikan ke bidang pendidikan, ada Menteri Pendidikan disana, juga Gubernur DKI yang berbicara bahwa anggaran DKI Jakarta terserap untuk pendidikan dengan berbagai program dan kegiatan, tapi yang ngomong Gubernur-nya. Ngomongnya agak panjang pula. Sedangkan gambar-gambarnya atau visualnya 'tidak berbicara' apa efek anggaran yang besar itu yang diterima oleh anak didik, orang tua murid, sekolah dan lain sebagainya.

Penasaran saja, karena saya bukan orang bekerja di dunia kreatif. Bagaimana ya caranya bikin iklan layanan masyarakat yang menggambarkan pertanggungjawaban kegiatan sebagai bagian dari pertanggungjawaban ke publik, kalo gaya ILM sekarang itu soalnya baru lihat opening-nya aja uda ganti keburu diganti channelnya :D

gambar diunduh dari sini

 


Tag: iklan layanan masyarakat, pendidikan, menarik, akuntabilitas

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Titiw 0 0
Bener tuh.. Tipikal ILM di Indonesia adalah si bos atau direktur atau pimpinannya yang ngomong dengan gaya kaku. Bukannya menjelek2an dan cuma bisa kritik.. tapi kalo mereka mau kerjasama lebih dalem lagi sama orang2 kreatif pasti bisa merangkul lebih banyak anak2 muda.. YA toch..? Aku inget pas mata kuliah iklan dulu diliatin iklan dengan visualisasi gini:

2 orang pria naik kereta sambil berdiri. Cowok yang satu ternyata ketombean, ketombenya jatuh di bahunya. Cowok satu di sbelahnya tampak super gelisah.. Terus tiba2 si cowok gelisah menghirup ketombe itu secara gila2an dan bikin si cowok ketombean kaget.

Udah, visualisasinya gitu doang, trus kalimat penutupnya: "Drugs.. It's very dangerous.."
KEREN KAN..? Lebih murah dan lebih "dapet" pesennya buat anak muda.. : D
sofie 0 0
Titiw
iyaaa, itu yang ngomong dengan gaya kaku itu justru yang ganggu, hihihihi. sebenarnya gak ada niat untuk jelekin, tapi ya itu dia, siapa sih yang bikin skrip-nya, aku rasa gak kurang juga kok orang-orang indonesia yang kreatif dan mau bantu. atau minimal nih, kalo pada tahun-tahun awal emang rencana bikin ILM, ya kursus public speaking gitu biar ngomongnya enak. : D
Chika 0 0
kalau ILM pakai artis gimana ya? rasanya bisa membuat audience tertarik...
sofie 0 0
Chika
bisa jadi bikin tertarik pake seleb, tapi muatan ILMnya sendiri itu yang juga harus jadi perhatian, harus pakai riset juga terutama untuk ILM untuk bentuk pertanggungjawaban. Kayak yang pake cut mini-bu muslimah itu, bagus tapi sayang kontennya gak sesuai fakta : D
deadeye doll 0 0
CINTAILAH...PRODUKSI...INDONESYA! tapi itu bukan ILM ya..

kayanya susah sih, soalnya masih mesti nurut sama estetika yg punya duit. Kalo soal seleb, inget ga dulu Pak Tile hampir bisa bersinonim dgn ILM karena perawakannya yang "merakyat" jadi favorit iklan hemat listrik, harga naek, dan hal laen yg susah2... jadi lebih "kena" ga tu?
Chika 0 0
aku cinta rupiah, biar dollar dimana-mana... *jadi inget nyanyian jaman sd*
sofie 0 0
deadeye doll
nah, itu dia gimana ya menaikkan posisi tawar ahensinya ke yang punya duit, yang biasanya gak ngerti apa-apa tapi banyak maunya : D. Sayang duitnya soalnya, kalau pesannya gak nyampe...

Silahkan login untuk memberikan pendapat