Postal The Movie 7

Kamis, 1 Okt '09 13:01

Untuk para pekerja kelas menengah tanpa jenjang karir yang jenuh dengan rutinitas, mungkin game produksi Running With Scissors ini sudah kalian kenal. Permainan yang keren luar biasa (tidak) cerdas dan hanya berfungsi sebagai katarsis dan pelarian ini melibatkan sejumlah besar kekerasan dan tindak amoral dalam gameplaynya. Dan rupanya sesi "nonton bareng film jelek" kemarin berlangsung dengan live action dari seri ke dua cerita gamenya.

Berkisah mengenai perjuangan seorang Dude (non-Herlino) untuk mengumpulkan uang demi keluar dari kota tempat tinggalnya, setelah dilecehkan di sebuah interview kerja dan dikhianati oleh istrinya yang overweight. Film ini adalah an American Dream went wrong. Begitu nyata dan ada di sekitar kita, membuatnya terlihat absurd.

Yes, ada Taliban palsu dan Osama Osama-an. Yes, ada sekumpulan cewek dengan dada (dan hidung) -dan tulang pipi- palsu. Dan yes, ada banyak darah dan orang-orang yang tertembak tidak pada tempat biasanya. Osama pun rupanya rajin mengikuti seminar kepemimpinan dan bersembunyi di belakang toko kelontong, juga bersahabat dengan W.Bush.

Dengan memunculkan unsur khas dari gamenya (seperti menjadikan kucing sebagai alat peredam dan toko kelontong yang dikelola orang Arab dan putrinya), film ini berusaha merangkak membentuk cerita yang layak dinikmati. Not really a slapstick flick, tapi banyak sentuhan-sentuhan kecil yang bodoh dan menyenangkan; seperti senjata-senjata berat yang kerap jatuh tanpa alasan.

The downside: Little children being shot (karena darah palsunya jelek sekali), durasi terlalu lama dan special effect yang kadang terlalu serius. Bikin film jelek kok serius...

Selalu sulit untuk membuat kisah live action dari game. Apalagi kalo gamenya digemari karena jadi pelampiasan unek-unek dan stress orang banyak. Greget memainkan langsung dan getok pala orang pake sekop (di gamenya, senjata default "Dude" adalah sekop) jelas gak bisa didapatkan dengan duduk diam dan menonton :D

Di sebuah adegan, pembuat game Postal dan Uwe Boll sang sutradara terlibat pertarungan dan adu tembak. Jargon "I Hate Video Game" pun disebutkan di sini.
Walau masih berusaha mengangkat kisah yang politically incorrect, film ini terlalu datar. Dari 18 juta USD yang mereka keluarkan untuk membuat film ini, konon gross revenue-nya hanya 146.741 USD saja. Kasian ya..

Anyways, this is an awesome B+ something movie. Salah satu produk terbaik Mr. Boll yang sebaiknya jangan dibandingkan dengan Tunnel Rats. Sangat direkomendasikan untuk pecinta gamenya, dead end job workers and underpaid labors, dan -seperti biasa- mereka yang punya banyak waktu luang. Karena bingung harus menutup dengan trailer filmnya, atau cuplikan dari senjata pelontar kucing, atau salah satu misi favorit saya di game-nya, maka saya beri saja semuanya hohoho


Tag: postal, game, live action

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

maharrani 0 0
Saya suka senjata pelontar kucing! Ha!
deadeye doll 0 0
ga suka kucing peredam ya hehe... pelontar kucing berisik banget!
aji aditya junior 0 0
kagak tahu gamenya, tapi kayaknya ni film bisa jadi pelarian yang menyenangkan
deadeye doll 0 0
aji aditya junior: kalo sering pulang ke rumah dlm keadaan stres, gamenya juga dianjurkan lho : D
to Ra nt 0 0
Berhubung yang bikin Uwe Boll gw jadi penasaran ngeresearch dan hasil dar Wiki itu cukup mengejutkan....

Budget $18,000,000
Gross revenue $146,741

...damn.
deadeye doll 0 0
to Ra nt: dari gamenya, filmnya, sampe revenue-nya, filled with jokes allover ya : )

tapi bisa jadi itu wikinya blom diupdate lagi sejak kan, siapa tau kalo diitung sekarang udah tembus box office hehe
ibhe 0 0
anjrit.. kayaknya keren nih. ada link lokalnya nggak : p

Silahkan login untuk memberikan pendapat