Hiruk Pikuk Bencana di Televisi 13

Kamis, 1 Okt '09 18:29

 

Hiruk-pikuk berita duka yang mengabarkan bencana di televisi, akhir-akhir ini cukup mengganggu. Terutama saat jurnalis televisi sedang melaporkan kondisi di lapangan. Entah saya yang sensitif atau beberapa jurnalis televisi yang kurang empati terhadap para survivor.

Beberapa waktu lalu, setelah gempa terjadi di Jawa Barat, terjadi beberapa kejadian beruntun lainnya seperti tanah longsor yang terjadi di seputaran Jawa Barat juga, saya lupa namanya. Untuk tetap mendapatkan berita terbaru, tentunya televisi menjadi salah satu alternative sumber untuk itu, selain dari twitter, plurk, fb dan portal berita online.

Salah satu berita yang memancing perhatian saya ada di metro-tv. Saat itu salah satu jurnalis televisi sedang ada di tempat kejadian bencana, di Cianjur kalo gak salah. Si jurnalis bertanya kepada seorang bapak yang kehilangan anak dan istrinya dalam bencana longsor, pertanyaan jurnalis tersebut ke bapak yang sedang mengalami dukacita tersebut adalah, " Bapak, jika bapak diberi kesempatan lagi, siapa yang paling ingin bapak temui? " .....

Saat ini musibah yang melanda wilayah Sumatera Barat, ternyata masih banyak juga jurnalis tivi yang kurang empati terhadap survivor, tengoklah twitter dan ketiklah keyword #tvone , misalnya. Banyak para pemirsa berita televisi sudah merasa muak karena para jurnalis tetap saja menanyakan bagaimana perasaan bapak / ibu saat terjadi gempa? Atau salah satu contohnya seperti ini:

adahendra RT @thomasarie RT @bocahmiring: Wartawan#TVOne: "bgmn perasaan bapak apabila anak bapak termasuk dlm korban meninggal?" -- reporter goblok!about 6 hours ago from Friendbar

Sebenarnya bagaimana cara mengabarkan berita duka melalui media televisi ini? Supaya hak para survivor tetap dihormati, dan hak  pemirsa televisi mendapatkan informasi tetap dipenuhi. 

Keluhan lainnya yang saya dapati di twitter.

de_jude yes I was talking about reporter/anchor #tvone. mereka tidak bisa membedakan mana jurnalistik, mana reality show *prihatin*about 5 hours ago from web  

Jadi sebenarnya bagaimana kaidah mengabarkan berita tentang bencana itu? 

 


Tag: televisi, bencana, jurnalis, tvone

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

deadeye doll 0 0
menurut saya sih tvone udah bikin standar tentang "apa yang seharusnya TIDAK dilakukan oleh reporter " dengan sangat baik ya..

saya juga dapet twit berisi: TV One breaking news team, "Tetaplah bersama kami, gempa Sumatra Barat akan kembali sesaat lagi."

saat saya pikir itu udah "wah", ternyata ada berita longsor dan pertanyaan yang lbh spektakuler ya..
Silly 0 0
woahhh, aku juga nonton tuh videonya... pertanyaan tolol!!! *sebel*
Chika 0 0
menurutku seharusnya mereka memberikan pertanyaan yang relevan dengan gempa, misalnya keadaan saat itu, apa yang si bapak/ibu lihat. dll. atau kalau bisa jangan wawancara mereka yang sedang terguncang. : |
maharrani 0 0
Dulu aku meliput di kamar mayat RSCM setelah Bom Marriott 2003. Keluarga korban yang kalut mencari-cari jenazah kerabat di sana.

Sementara saya reporter detik.com Media online yang beritanya update terooos. Mau nggak mau, menjalankan tugas dari kantor ya harus wawancara mereka.

Dulu sih cari moment yg pas waktu mereka selesai melakukan pencarian. Berbekal tissue dan air kemasan, saya pdkt dan ngajak mereka ngobrol, bukan wawancara. Hasilnya, mereka mau kok cerita tanpa harus ada pertanyaan "Perasaan anda bagaimana?" : )
Leksa 0 0
Jujur saja, saya prihatin dengan cara2 reporter TV itu ..
seharian ini saya mengutuk mereka rasa2nya (semoga mereka baik2 saja walau tak kutuk seharian.. : | )

Sebenarnya, mereka bisa lebih objektif dengan laporannya/reportase.
Bukankah pertanyaan yg terlalu "mengharu biru" begitu, justru malah membuat korban sedih, semakin sedih.. ?

Mksd saya objektif disini, seperti kata Chika tanyakan yang relevan dengan kondisi disana. Perbanyak informasi mitigasi yang sedang dan telah dilakukan korban pasca gempa.
Tanyakan soal bantuan yg diterimanya dan warga2 sekitarnya.
Atau hambatan paling besar dari proses penyelamatan yang ada disana. atau . atau..

ah masih banyak yg bisa diolah jika memang BERNIAT menyajikan berita yg aktual dan INFORMATIF tentang situasi disana.

Bukan malah mengolah rasa kehilangan korban semakin dalam, yang ujung2nya malah mebuat mereka semakin larut dalam suasana sedih.
Dan penonton pun KEHILANGAN fokus untuk mendapatkan INFORMASI yang penting di LAPANGAN.

INI KRITIK SERIUS BUAT MEDIA TV!
Beribu2 mata yang menonton liputan ini, bisa jadi korban selanjutnya dari bencana gempa akan datang. Kalau di sumpal kabar yang tidak informaif tentang kondisi disana, bagaimana masyarakat bisa belajar untuk mengkondisikan diri mereka ketika bencana serupa menimpa mereka??


Leksa 0 0
*eh,.. maaf terlalu esmosi sayah..
komen pertama langsung marah2...
: |
adin 0 0
reporternya kebanyakan nonton infotainment. jadilah pertanyaan begitu. Lebai dan miskin empati
njoups 0 0
kmaren orang kantor juga pada ngakak
sofie 0 0
deadeye doll
sepertinya ya, tvone sudah punya standart apa yang seharusnya TIDAK dilakukan, tp kalau diamati trans, metro aku sempat menemui beberapa. tv one karena dia ngulang-ngulang terus ya

Silly
iya mbak sebel, sebelnya lagi gak ada teguran dari pihak berwenang kayak komisi penyiaran apalah gitu

Chika
hem, aku si mikirnya ya pertanyaan relevan dan menunjukkan empati. soalnya biasanya ada yang trauma juga kan ya...

Leksa
gak papa, aku sangat setuju dengan komenmu kok : )
siapa tau ni, dengan bentuk tertulis begini dan fakta yang dilaporkan dr sebagian pemirsa, bisa nyenggol entah media untuk ngasi training jurnalis lebih empati entah komisi penyiaran misalnya untuk sedikit lebih tegas

@adin
kayaknya siy ya, infotainment dan reality show, lengkapnya

njoups
lha kok ngakak? ngakak pengen nampol ya? : D
njoups 0 0
sofie: iya, ngakak 'kok bisa wartawan gitu masuk tvone' kwkwkwkwkwkw
sari indah 0 0
memang sih sekarang program berita tv agak sedikit berbeda. dan dari obrolan dengan salah seorang teman yang kebetulan jurnalis televisi, mereka sebenarnya gak suka untuk mereportase hal yang mereka sendiri tahu bahwa itu aneh. tapi produser kerap berkilah, itulah yang disukai pasar, dan itu juga yang harus diberikan.

percaya deh banyak jurnalis yang juga tertekan dengan hal itu.

oya, aku juga punya pengalaman menonton berita yang aneh dan diluar akal sehat. Di trans 7, ada berita tentang noordin m top, guess who yang mereka wawancara, mama laurent dan seorang ahli feng shui. si mama haqul yakin kalau noordin masih hidup dan hidup tenang di Malaysia, sementara ahli fengshui bilang tanggal 17 september bilang kalau tanggal itu adalah hari yang sial untuk noordin.
fadex 0 0
Itu namanya Jurnalisme Reality Show!!! hihihi...

Soal TV One ya? hmmm, sejak mengibarkan bendera sebagai tv berita menyaingi metro tv memang harus diakui mereka cukup gesit dan termasuk cepat dalam mengupdate berita yang live dari lokasi. tapi sayangnya hal itu tidak dibekali dengan kemampuan para reporternya di lapangan dan para anchornya di studio.

sekelas Rahma Sarita yang jebolan metro TV aja masih suka bego nanyanya, apalagi yang para junior di lapangan. 'Paradigma' bertanya mengenai perasaan korban seharusnya sudah harus dihilangkan. bagaimana mungkin orang yang sedang kena musibah, berduka, dan sanak keluarganya menjadi korban ditanyai perasaannya. *hffff

kecuali gambar2nya yang terhitung cepat dan 'eksklusif' gue gak suka nonton tvone berlama-lama dan mendengarkan ocehan presenternya...

satu lagi, di metro tv ada reporter yang ingin kelihatan pintar banget, namanya Fessy Alwi, dulu dia mantan anchor di antv.

ni orang, kalau nanya panjang lebar, dan terkesan lebayyyy. pas giliran narasumber jawab, suka disela, dan dicut tanpa membiarkan narsum menyelesaikan ucapannya. duhhh.

sepertinya dia ingin terlihat pandai bicara... hahahaha
fadex 0 0
tambahin ahhh, ini ada protes di milis media care:

Dari milis sebelah

Please add my Facebook:
Radityo Indonesia
Mediacare Indonesia

----- Original Message -----
From: gitarkopong ©
To: ElshintaGroup@ yahoogroups. com
Sent: Thursday, October 01, 2009 5:22 AM
Subject: [ElshintaGroup] Yth. Pimpinan TV ONE

Yth. Pimpinan TV ONE
Saya sungguh marah melihat perkataan salah satu
Penyiar anda saat Breaking News Gempa di SUMBAR
tentang evakuasi 60 siswa korban gempa sumbar yang tertimbun direruntuhan sekolahan mereka

disana Penyiar memberondong pertanyaan-pertanya an yang tidak pantas ditanyakan kepada orang tua korban dari siswa tersebut lewat telepon
acara ini disiarkan secara langsung.

saya tidak habis pikir kenapa penyiar menanyakan
"gimana perasaan bapak mengenai hal ini"
"gimana perasaan bapak apabila putri bapak tidak ditemukan"
"gimana perasaan bapak apabila putri bapak ternyata tewas"
dsb.

sedangkan si bapak sudah menyatakan bahwa dia pasrahkan saja semua ini kepada Allah, yang penting putrinya dan semua korban bisa segera dievakuasi. Semoga bapak mendapat Hidayah dari NYA.

tapi sang Penyiar ini masih memberondong dengan pertanyaan2 yang seharusnya tidak perlu malah membuat sang bapak tersudut.

mohon di perhatikan karyawan Bapak.

saya tidak bisa menyebutkan nama karena bapak pasti sudah tahu.

hormat saya

Tito Doni Asmoro

Silahkan login untuk memberikan pendapat