Produk Sukses Lain Dari NYC 2
Senin, 28 Sep '09 12:10
Suara dari Kazu Makino bikin saya merinding. Bukan -hanya- karena bagus dan indah, tapi juga bikin ngeri. Jujur, saya merasa kalo kuntilanak bisa nyanyi, maka suaranya mungkin seperti mbak Makino di Misery is A Butterfly.
Tapi suara itu diiringi dengan drum statis yang konsisten, harmoni mengawang dari string section dan gitar, dan punya intro yang cocok untuk dijadikan opening film romantic comedy yang tidak punya happy ending. Lebih ke Memento daripada Magnolia. Gelap, aneh, sakit, tapi masih sangat manusiawi dan menjauhi kemegahan Sigur Ros. Kemudian suara itu muncul lagi di film Hard candy, Skins dan sebuah episode dari Grey's Anatomy. Sebelum bagian narasi penutup yang selalu aneh di tiap episodenya itu.
Bila NYC sebelumnya melahirkan revivalist rockers seperti The Strokes dan Interpol secara normal di rumah sakit ternama, maka Blonde Redhead (BR) mungkin lahir melalui dukun beranak (atau klinik aborsi) dan langsung disimpan di sebuah gang kotor untuk dibiarkan berinteraksi dengan lingkungan. Steve Shelley (Sonic Youth), Guy Picciotto (Fugazi) dan Alan Moulder (My Bloody valentine) adalah orang tua asuh BR yang -seperti normalnya orang tua- memberikan pengaruh dan contoh bagi anaknya. Pilihan produser yang aneh.
Amedeo dan Simone Pace adalah kembar identik yang diahirkan di Milan dan besar di Montreal, bersama membentuk The Pace Brothers, sebelum akhirnya bermain gitar dan drum di BR. Selain bahasa yang digunakan di lagu-lagu mereka, mungkin BR mendapatkan nutrisi ekstra dari tempat mereka berasal dan berada sekarang. Although nothing is too Japanese, Italian or French, musik mereka tidak pernah terlalu bersahabat dengan pasar. Beda dengan Asobi Seksu yang dengan jelas menjual nama grup (dan vokalis) sebagai gimmick utama, BR lebih senang bermain-main dengan suasana. Artrock, bukan art-school rock, apalagi dreampop. Lebih kasar, lebih ganjil, lebih bisa bikin gak nyaman. Lebih aneh.
Biarpun sebagian video mereka absurd dan konyol dalam versi membosankan (baca=konseptual), tapi mereka juga punya video yang lebih menyenangkan, cantik dan terkesan sangat hore-hore. Biarpun tetap konseptual. Dan aneh.
Tag: band, art rock, blonde redhead, dream pop, nyc
Terkait:
-
Copeland di Bandung
Rabu, 3 Mar '10 13:37 -
Kenapa Lip Sync?
Rabu, 6 Jan '10 16:12 -
Vampire yang nggak nyedot darah!
Jumat, 18 Des '09 02:23
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
missmaharrani: jadi penasaran


Komentar:
enak kok, sungguh
Silahkan login untuk memberikan pendapat