Movie Review: Surrogates 7
Senin, 28 Sep '09 14:50
Surrogates merupakan film bergenre science-fiction yang disutradarai oleh Jonathan Mostow (Terminator 3). Film yang dibuat berdasarkan graphic novel karangan Robert Venditti Brett Weldele ini dirilis pada tanggal 25 September 2009.
Surogates membawa penonton ke sebuah dunia utopia di masa depan dimana teknologi sudah menjadi sebuah kebutuhan primer. Setiap manusia menggunakan robot surrogate (surrogate berarti pengganti dalam bahasa Indonesia) untuk melakukan segala aktifitas dalam hidup, sementara si manusia itu sendiri dapat duduk di rumah dengan aman sentosa dan mengendalikan robot tersebut. Selain itu surrogate yang dimiliki dapat didesain lebih sempurna dari bentuk asli si manusia, bisa menjadi siapa saja, dengan bentuk yang seindah mungkin serta dapat melakukan aktifitas tanpa harus bersusah payah.
Hal ini tidak berlangsung lama karena ada dua surrogate dan manusia pengendalinya yang dibunuh dengan menggunakan semacam senjata super canggih. Salah satu korban tersebut adalah anak dari pencipta teknologi surrogate itu sendiri. Dari situ, datang seorang agen FBI bernama Greer (Bruce Willis) & partnernya agen Peters (Radha Mitchell) untuk mencoba memecahkan kasus tersebut. Ketika surrogate agen Greer hancur sewaktu mencoba menangkap pembunuhnya, dia harus memecahkan kasus ini dengan menggunakan tubuh aslinya sendiri. Dalam perjuangan mencari kebenaran dan jawaban dalam kasus ini, Greer menyadari akan inti masalah dan kecanduan yang dihadapi oleh manusia-manusia dengan surrogates-nya dan berusaha mencari jalan yang terbaik untuk menyelesaikannya, walaupun dengan konsekuensi harus mengorbankan teknologi surrogate itu sendiri.
Ada beberapa hal dari film ini yang terasa kurang "greget"-nya.
Satu, konsep cerita yang kurang orginal dan tidak ada pendalaman karakter-karakternya. Konsep film ini agak memiliki kesamaan dengan dengan film-film sci-fi seperti A Scanner Darkly, Blade Runner, The Stepford Wives, Matrix, Wall-E, I-Robot, bahkan seri Terminator; dimana manusia memiliki ketergantungan penuh dengan teknologi dan menggunakan teknologi untuk melakukan segala aktifitas dalam hidup, tapi tiba-tiba teknologi yang digunakan tersebut mulai "membangkang" dan berbalik menghancurkan hidup manusia, dan akhirnya manusia mencari cara agar bisa menghancurkan teknologi tersebut dan mengembalikan eksistensinya sebagai mahkluk hidup di dunia. Selain itu, pemahaman mengenai mengapa menggunakan surrogate sebagai "pengganti" manusia tidak pernah dijabarkan secara jelas, walaupun di awal film ada penjelasan mengenai asal mula penemuan surrogates itu sendiri dengan gaya film dokumenter ala film District 9.
Dua, durasi yang terlalu pendek. Memang, dengan melakukan editing yang cukup ketat, alur film tidak akan terkesan bertele-tele, tapi hal ini malah membuat filmnya terkesan agak terburu-buru dan penyelesaian masalahnya menjadi terasa terlalu ringan.
Tiga, penggambaran para surrogate akan sedikit mengganggu bagi sebagian orang. Fisik mereka yang terlalu sempurna dan terkesan sangat-sangat berlebihan, atau kita buat istilah sendiri: botox-ish-Barbie-doll-like-and-heavy-on-the-photoshop-physique.
Secara keseluruhan, film ini cukup menarik diikuti dan menghibur. Orang dapat keluar dari bioskop dan ada sesuatu yang dapat dipikirkan, selain itu twist endingnya cukup membuat sedikit penasaran dan rasa ketidakpuasan.
Have a nice weekend people!
click here to go to mister_dison's blog.
Tag: movie review, pop culture, surrogates, bruce willis, science fiction
Terkait:
-
The Final Destination: 3D - Movie Review
Sabtu, 5 Sep '09 12:12 -
Monsters (Bukan Sekuel Cloverfield)
Minggu, 5 Des '10 18:56 -
HBO's True Blood: TV's New Guiltiest Pleasure...
Selasa, 29 Sep '09 09:17
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Chika: jadi penasaran
-
Herman Saksono: jadi penasaran
-
maharrani: keren


Komentar:
tp saya sih selalu tertarik sama robot2an
nice info gan!
Chika: ayo nonton! seru kok.
aji aditya junior: ringan banget. ga perlu mikir kok. hehe.
Silahkan login untuk memberikan pendapat