Horsemen: Penunggang Kuda Dari Neraka 6

Senin, 28 Sep '09 01:16

Jangan tonton film ini kalau alergi yang sadis-sadis!

Lho kok?

Agak sedikit lebay sih, tapi menurut saya film ini lumayan sport jantung karena cukup bikin penasaran dan sadis. Berawal dari ditemukannya orang tua yang tewas mengenaskan. Seluruh organ tubuhnya dicincang habis. Bahkan menurut ahli forensik, sebelum meninggal lelaki tua itu dicabuti giginya satu per satu. Eeww..

Kemudian ditemukan lagi seorang ibu yang ditemukan dalam keadaan mengenaskan. Mayatnya digantung dengan pengait yang menembus kulit dan tentunya berdarah-darah. Ditambah lagi dengan janin dalam perut sang korban yang tengah hamil ternyata hilang. Kebetulan yang menemukan mayat si ibu adalah anak angkatnya, Kristin Spitz (Zi Yi Zhang).

Begitupun korban selanjutnya ditemukan dengan posisi hampir sama. Tergantung dengan kait yang menembus kulit. Aidan Breslin (Dennis Quaid) adalah detektif yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus ini.

"Come and See", itulah kata-kata yang ditinggalkan oleh si pembunuh. Berkat petunjuk sang anak, Sean (Liam James), Breslin berhasil mendapatkan satu clue. Si pembunuh terinspirasi dari Al Kitab yang menceritakan tentang penunggang kuda yang muncul menjelang hari kiamat.

Lalu Kristin tiba-tiba mendatangi Breslin dan mengaku jika dia yang membunuh ibunya, dengan alasan si ibu sedang hamil (lagi). Dia merasa terluka karena setelah diangkat menjadi anak, setahun kemudian sang ibunda hamil dan melahirkan anak kembar. Kristin merasa diabaikan. Karena alasan itulah akhirnya ia membunuh sang ibu. Ironis.

Namun setelah Kristin ditangkap dan dipenjara, pembunuhan tetap berlanjut. Kristin yang ditanyai soal pembunuhan ini berusaha tutup mulut mengenai si pelaku tetapi ia memberitahukan Breslin bahwa si pembunuh tidak akan ditemukan. "Tetapi mereka yang akan menemukanmu," katanya kepada Breslin.

Pembunuhan terjadi lagi dan kali ini cukup mengenaskan. Jantung dipotong dengan mesin pemotong. Hiiiy! Menurut saya filmnya cukup menegangkan, namun adegan demi adegan sadis juga memenuhi film ini. Tak jarang saya melihat perempuan-perempuan bergidik dan menutup mata ketika menonton. Bahkan para pria terlihat meringis. Haha! Tampaknya film ini dapat menciptakan horor tersendiri bagi penonton. Eh tapi film ini tidak banyak ngagetin kok. Aman buat yang gampang kagetan.

Film ini saya rekomendasikan buat para pria yang ingin terlihat perkasa di depan wanitanya. Karena kalau perempuan biasa yang berarti bukan saya nonton film ini, mereka akan sering menutup mata (yang tentunya bisa dengan apa saja. Tangan, syal, jaket, tangan si pria, atau langsung menempel ke pundak pria, anything!). Asyik khan, sambil nonton bisa jadi tameng bagi ketakutan mereka. Itupun kalau para pria tersebut tidak ikut terkencing-kencing nonton film ini. *combo lebay*

Film garapan Jonas Arkelund ini berdurasi sekitar 90 menit. Sialnya setelah saya menonton ini, saya memeriksa IMDB dan ternyata film ini sudah dirilis pada 6 Februari 2009 di Italy. Sedangkan di Amerika sudah dirilis DVD-nya tanggal 7 July. Helloooo Indonesia, where have you been?


Tag: Film, resensi, horsemen, sadis, al kitab

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Chika 0 0
eerrr... resensinya jadi melencen... : |
sofie 0 0
eng, pantes Chika nongton... Chika sadis ya? *ngilang*
ini pilem horor yaa ternyata : D
fenty lovegood 0 0
wah Chika hebring ... : p
aku males ah nontonnya : D
aji aditya junior 0 0
sadisan mana sama saw atau battle royale,chik?
sari indah 0 0
saya tetap berpikir film horor terbaik sepanjang masa adalah silence of the lamb.
Chika 0 0
sofie: saya memang suka film thriller dan horror. ; ))

fenty lovegood: coba ditonton. 7/10 lah... : ))

aji aditya junior: kalo nonton ini ngerasa ngilu aja sih. mirip-mirip saw lah...

sari indah: saya suka film-film horor klasik dan masa kini. : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat