Keadilan Lantai Dansa 2

Senin, 14 Sep '09 00:28

Justice adalah two piece DJ dari Perancis yang berhasil memenuhi standar estetika dan pengidolaan bagi penggemar musik elektronik. Rambut gondrong nanggung, brewok, skinnies, leathers and sneakers, adalah apa yang terlihat dari fisik mereka. Sedangkan set panggung mereka -agak- tidak biasa.

Lupakan DJ booth di pojok ruangan, digantung di dinding, di dalam ruang kaca atau yang lainnya, karena JUSTICE selalu tampil menggunakan panggung. Ya, panggung ukuran medium-wide yang diset gelap tanpa backdrop sign, amplifier Marshall disusun bertumpuk dengan mereka berdua berada di tengahnya, dan sebuah lampu berbentuk salib besar menghadap penonton.

Saya bukan penggemar mereka, tapi saya sangat tertarik dengan mereka saat bersinggungan dengan sebuah viral buatan Romain Gavras di YouTube. Kumpulan video pendek yang diambil saat JUSTICE melakukan tur di Amerika Utara ini benar-benar membuat saya yakin bahwa siapapun yang menangani grup ini adalah orang yang sangat brilyan.

JUSTICE adalah rockstars. Always touring and drinking, screwing people around, melakukan hal-hal bodoh di siang hari, "bekerja" di malam hari dan jadi keren karenanya. Imej serupa mungkin sudah dimiliki juga oleh Steve Aoki atau MSTRKRFT, tapi JUSTICE punya satu bonus lagi.

Bagi sebagian orang, saat ini salib bukan lagi hanya sebuah simbol keagamaan, tapi juga ikon dalam dunia musik. Desain sampul album yang hanya menampilkan sebuah salib; orang-orang membuat tattoo di lengan, leher dan punggungnya berdasarkan desain salib di sampul album tersebut; orang-orang datang berkelompok ke sebuah tempat untuk kemudian menari, menyanyi, dan melambai pada sebuah salib besar menyala yang terpancang di hadapan mereka.

Tanpa maksud mendiskriminasi umat Kristen atau membuka wacana benar-salah, menurut saya imej JUSTICE adalah output dari strategi marketing yang jenius, juga gila sekaligus. JUSTICE (dan tim suksesnya) membuat salib jadi seperti Eddie-nya Iron Maiden atau Heartagram-nya HIM. Musically iconic.

Kalo disambung-sambungin dengan artikel curipandang sebelumnya, apa yang terjadi di sini sebenarnya? Reinventing a logo?


Tag: justice, dj, cross, french

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Bang Mas Paman 0 0
Logo hanya logo, tak bisa menjadi ikonis, kalau tak didukung oleh bukti (karya, sikap, perilaku, spirit, dlsb) -- terlepas dari orang lain sreg atau tidak dengan simbolisme yang dianut pengusung logo. BTW, Bad Religion gimana? : )
deadeye doll 0 0
Bang Mas Paman: terlalu dini untuk disebut ikonis ya? kalo di sini menDJ pake logo bulanbintang bakalan disambit ga ya?

badreligion kayanya mendukung bukti yang Paman sebut di atas deh : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat