Wali yang Bikin Gila 12

Kamis, 10 Sep '09 13:16

Untuk kedua kalinya, dalam seminggu, saya mendapatkan keluhan bahwa serangan lagu Wali berulang-ulang itu serasa membuat gila. Keluhan kedua datang dari seorang ibu. Dia antara lain diserang oleh radio.

Saya antara tahu dan tidak tahu. Pekan lalu, dan sampai dua hari lalu, GenFM rasanya saban hari memutar Cari Jodoh. Pernah dalam sehari radio itu memutar beberapa kali -- tapi lagu itu tak tercantum dalam chart di situsnya.

Iya, kadang kalau bekerja saya menyetel radio. Suka nggak suka, saya jadi tahu beberapa lagu -- tapi nggak tahu siapa yang nyanyi. Dulu, di kantor lama, saya tahu lagu baru dari MP3 yang diputar oleh oleh komputer beberapa sejawat.

Tentang Wali, dan terutama Cari Jodoh, saya tahunya belum lama karena ada pengamen nyanyi di depan rumah saya. Anak-anak kecil bisa membarengi lagu itu. Saya pun menanya anak bungsu saya, itu lagu siapa. Sambil menahan tawa dia jawab itu lagunya Wali.

Dari seorang siswi SMA di Jakarta, saya mendapatkan cerita lucu. Dua bulan lalu, dalam pertukaran pelajar di Bangkok, anak-anak sana minta diajari lagu pop Indonesia.

Anak Jakarta menawarkan dua pilihan: mau lagu pop "bagus" atau lagu pop "alay". Tanpa kunjung mengerti apa itu arti "alay", karena para tamu tak mau menjelaskan, akhirnya anak-anak Bangkok memilih Cari Jodoh. Alay song is nice.

Mau alay atau non-alay, itu soal selera. Buat saya lirik Cari Jodoh itu lucu, merakyat. "Tapi ndesani," kata para priyayi. "Mas-mas banget," kata beberapa cewek. Dalam sosio-linguistik hari ini, kata "mas-mas" dalam konteks tertentu memang punya makna konotatif yang cenderung pejoratif. Ya, seperti dulu ketika kelas menengah meledek Kangen Band habis-habisan padahal nggak punya salah apa-apa.

Timur ke barat selatan ke utara / Tak juga aku berjumpa / Dari musim duren hingga musim rambutan / Tak kunjung aku dapatkan Tak jua aku temukan / Oh tuhan inikah cobaan?

Yang saya nggak paham, apa hubungan Wali dengan Ramadan? Kenapa sekarang sering terdengar? Putaran musim lagu sangat cepat, dan kayaknya jenis Cari Jodoh itu tergolong yang lekas menghilang, tapi hari-hari ini nongol lagi. Ada yang bisa menjelaskan?

© Foto: tidak diketahui


Tag: Puasa, wali, pop indonesia, pop melayu, ramadan

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Chika 0 0
saya juga bosen sama lagu ini. pernah tetangga saya memasang lagu ini berulangkali sepanjang hari dan sukses bikin saya bosan. tampaknya tetangga saya sedang ingin cari jodoh jadi memasang lagu itu berulang-ulang...
Djangoman 0 0
Lagu penghinaan dan pelecehan yg vulgar terhadap kaum Ijo Lumut dan Jojoba ! : D : D : D
Matt Zammy 0 0
cari jodoh memang bisa jadi bisnis. buktinya, selain lagunya wali, juga ada biro jodoh.. : D
Bang Mas Paman 0 0
Chika: Dari mana Dik Chika tahu dia lagi nyari jodoh? Kerasa gitu ya? ; )
maharrani 0 0
Jadi gila di sini = gila' (baca: gilo) dalam bahasa Jawa gitu ya? temennya Nggilani begitu kalau kata ibu saya. ; ))

Nantikan posting saya masih berkaitan dengan Mas-mas Wali ini ; ))
Bang Mas Paman 0 0
maharrani: mangsudnya saya di sini ya gila yang edan itu. Ati-ati sama mas-masa, nanti saya lapurkan ke pulisi lho : ))
venus 0 0
gak ngerti di mana bagusnya lagu ini : ))
enriqueza 1 suka | 0
lagu yg bagus satu hal. lagu yg laku hal lain. tp musisi jg punya tanggung jawab menjaga "kualitas". tidak bisa mengedukasi publik biar lebih "baik" selera musiknya, mbok ya jangan malah memundurkannya... : (
gilsolii 0 0
@enriqueza : susah cari musisi sekarang yang mau jaga
"kualitas" karyanya.. Yang penting lakuuuu....
Bang Mas Paman 0 0
gilsolii: Kalau soal kualitas, masing-masing udah ngerasa memberikan yang terbaik kan? Dalam pemasaran, setiap produk punya pasar sendiri : ))
Silly 0 0
suka geli liat anak kecil di mall, tapi menyenandungkan lagu ini...

"ibu2 bapak2 semua anak... tolong aku
aku yang sedang malu...nanananana... *maaf lupa lirik*. karna tak laku2" : p
Chika 0 0
Bang Mas Paman: habis diputarnya seharian. kayak gak ada stock lagu lain : ))

Silahkan login untuk memberikan pendapat