rating film dan batasan umur: tanggung jawab siapa? 8

Kamis, 10 Sep '09 21:52

Jadi ceritanya, anak saya tadi sore jalan sama temen-temennya. Pengen nonton Orphan, katanya. Tapi gak jadi, soalnya mbak yang di counter penjualan ticket, mereka masih di bawah umur, gak  boleh nonton Orphan yang (katanya) ratingnya dewasa. Filmnya sadis banget, gitu cerita anak saya. Akhirnya mereka nonton District 9.

Lhoh, District 9 bukannya juga sadis? 

Saya gak terlalu ngikutin berita perfilman, tapi yang saya denger dari beberapa orang temen yang udah nonton, District 9 bukan konsumsi anak-anak karena terlalu banyak adegan kekerasan blablabla. Kalo gitu kenapa anak saya tadi malah dibolehin nonton District sama orang2 21 cineplex, ya?

Siapa yang salah (selain saya tentu saja, karena membiarkan anak saya ke bioskop tanpa kawalan ibunya)?


Tag: Film, rating film, sadisme, kekerasan, bioskop, 21cineplex

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

maharrani 0 0
Ini juga yang diributin sama Nia Dinata cs, zaman UU Film masih RUU.
Sebaiknya sih ya orangtua & penjual tiket nonton itu jadi penyaring terakhir tontonan anak-anak.
Dalam kasus Mbak Venus (ciee..) ini harusnya bioskop yang take action ya. Tapi sejauh mana pihak 21 Cineplez tahu & menjalankan rule rating itu saya nggak tahu... huhuhu..
venus 0 0
aku tadi kaget pas dia pulang. dia bilang, "ga jd ntn orphan, ga boleh sama mbak2nya, trus kita ntn district deh. gila itu filmnya ngeri banget tauuu...yg palanya copot, yg badannya tercabik-cabik gitu..."

my my... : (
Bang Mas Paman 0 0
Pemerintah menjadi pengatur yang punya alat pemaksa (hukuman). Saringan ya di masyarakat, dan unit terkecil masyarakat keluarga. Selain keluarga ya lembaga-lembaga termasuk perusahaan (dalam hal ini bioskop) yang merujuk kepada regulasi. Antara lain diwakili oleh penjual tiket dan penjaga pintu.

Yang jadi masalah kan emang law enforcement yang dalam praktiknya adalah low enforcement. Di negeri-negeri yang paling permisif sekalipun, yang membolehkan adult contents, gak ada yang namanya DVD bokep digelar terang-terangan kayak di Glodok.

Sebetulnya rating tak hanya untuk film, tapi juga games. Ini yang "kadang diabaikan" oleh orangtua. : ) Bahkan CD musik pun ada yang pakai parental advisory kan?

BTW, anak saya yang ragil kami izinkan nonton Orphan bareng kakak dan ibunya. : )
venus 0 0
Bang Mas Paman: pengennya ngasi dia kesempatan (mulai) jalan sama temen2 sebayanya, bang eh mas eh mas paman. kan udah mulai gede. tapi ya itu, sekarang nyesel : (
Matt Zammy 0 0
Di Indonesia ndak ada badan yg khusus ngasih rating, ya? kalo di luar itu kan ada MPAA (http://www.mpaa.o…mRatings.asp ) utk ngelabeli rating begini. batasannya? ada, baca di http://www.mpaa.o…_ratings.asp
to Ra nt 0 0
Matt Zammy: LSF, bukannya?
deadeye doll 0 0
mungkin karena rating dibikin sama orang2 "gede" yang ngasih rating sebagai org gede juga, jadi aja cuma ngewi2 dan tusuk2an yg dibabat.
foul words sama stupidlooking violence byk bgt yang dilolosin gitu aja krn disangka lebih pas masuk "komedi" kali ya
Chika 0 0
mungkin karena district 9 gak ada adegan sex, jadi tidak masuk kategori film dewasa...

*mimik susu*

Silahkan login untuk memberikan pendapat