Musim Nyamuk, Lagu Malaria Rp 4 Juta 2

Kamis, 10 Sep '09 03:05

Kemarau begini banyak nyamuk. Saya pun teringat dua lagu. Yang pertama lagu anak-anak, Nyamuk Nakal (Enno Lerian). Yang kedua, lagu lama Harry Roesli yang 22 tahun kemudian, pada 2007, dibawakan oleh Kikan dan Erwin Gutawa Rockestra: Malaria. Lagu nyamuk yang pertama dan kedua nggak ada hubungannya. :D

Lagu Malaria ini mulanya terkemas dalam piringan hitam Harry Roesli Gang yang bertajuk Philosophy Gang (Lion Records, Singapore, 1973). Proses rekamannya sih di Musica Studio's, perusahaan rekaman milik Yamin Widjaja (Amin Cengli) di Jakarta, yang sebelumnya bernama Metropolitan Studio.

Tentang vinyl itu, posisi lelang di Ebay hari ini adalah US$ 412,47 (sekitar Rp 4 juta). Penjualnya beridentitas Enchanted Light. Dia memang menjual vinyl dan kaset bekas nan langka.

Malaria 2005 - Kikan & Erwin Gutawa Rockestra

Adapun lagu Malaria, setahu saya jarang diputar di radio, kecuali sesekali di M97FM Jakarta milik Masima Corp (sekeluarga dengan Delta FM dan FeMale). Stasiun itu, sebelum menjadi M97FM, dulunya bernama Radio Monalisa. Karena classic rock dan progrock disuka banyak orang tapi tak mendatangkan duit (bayangkan lagu 22 menit pun diputar!), pada Agustus 2005 M97FM tutup, dibeli MNC menjadi Radio Dangdut TPI.

Malaria 1978 - Harry Roesli

Seprei tempat tidurmu putih
Itu tandanya kau bersedih
Mengapa tidak kau tiduri
Kau hanya terus menangis
Apakah kau seekor monyet
Yang hanya dapat bergaya
Kosong sudah hidup ini
Bila kau hanya bicara
Guling bantalmu kan bertanya
Apa yang kaupikirkan nona
Kau hanya bawa air mata dan ketawa
Yang kau paksa
Lantai kamarmu 'kan berkata
Apakah nona pengecut
Lanjutkan saja hidup ini
Sebagai nyamuk malaria

Kemarau. Banyak nyamuk. Saya beli dua raket nyamuk -- tapi keduanya tidak saya mainkan bersama. Banyak nyamuk, saya ingat Malaria. Lalu ngelanturlah saya. Padahal Malaria Harry Roesli itu muncul dalam beberapa versi: Philosophy Gang (1973), LTO (Lima Tahun Oposisi [?] -- Musica, 1973), dan entah apa lagi. Denny Sakrie, pemehati musik Indonesia yang pernah jadi music director di M97FM, lebih tahu.

Sekadar tambahan, dalam Malaria versi 1978, masa ketika kampus mulai dibungkan dengan "normalisasi kehidupan kampus", supaya mahasiswa tak berpolitik menentang Orde Baru, Harry Roesli menambahkan syair: Halo Pak Dirman / Halo Supratman / Halo Trimurti / Halo Kartini / Lemah-lemah pergilah / Kuat-kuat datanglah.../ [...] / Halo negara / Halo merdeka...

Saya orang awam dalam musik, dan di sini tak akan mengajak diskusi yang aneh-aneh. Kalau ada waktu sebelum sahur, nikmati saja. Minimal yang versi Kikan. :)

© Foto vinyl: Enchanted Light


Tag: progrock, rock, harry roesli, malaria, enno lerian, erwin gutawa, kikan, classic rock

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Matt Zammy 0 0
malaria itu yg dikemas ulang ama Cokelat itu kah, paman?
Bang Mas Paman 0 0
Matt Zammy: Bukan Cokelat. Yang nyanyi emang Kikan, tapi musiknya oleh Erwin Gutawa & Orchestra (dan jadilah Rockestra).

Silahkan login untuk memberikan pendapat