RUU Perfilman Itu 11

Selasa, 8 Sep '09 00:00

Selasa 8 September 2009 akan mengubah sejarah perfilman Indonesia? Sad to say, tampaknya begitu. DPR akan mengesahkan RUU Perfilman. RUU yang kemudian melahirkan petisi dan protes dari segelintir insan perfilman negeri ini.

Sutradara Joko Anwar dan Mira Lesmana vokal di Twitter. Sayang, mereka baru mulai Senin, sehari sebelum the judgement day.

Mira Lesmana menulis di Twitter. "Jero Wacik dan DPR Komisi X (kecuali PDIP) menyatakan akan tetap mengesahkan RUU Perfilman besok...gilaaa!! Kasian sekali bangsa ini, hiks"

Apa yang menyedihkan dari RUU Perfilman baru ini? Joko Anwar coba menjelaskan dalam dua point.

"Point#1: kalo mau bikin film harus daftar judul & cerita ke Menteri."
"Point#2: Pembuat film harus punya sertifikasi."

Mereka membuat petisi online "Pemangku Kepentingan Menolak Pengesahan RUU Perfilman". Sampai tulisan ini dibuat jumlah penandatangan petisi itu belum mencapai angka 400.

Dalam petisi itu, mereka yang menyebut diri sebagai para pelaku aktif perfilman Indonesia minta Komisi IX DPR supaya nggak buru-buru ketok palu dan menyatakan RUU ini sah.

Mereka bilang harus ada sosialisasi supaya pemangku kepentingan bisa memberi pertimbangan. Selain itu perlu ada pembahasan intensif dengan partisipasi aktif pemangku kepentingan. Supaya RUU Perfilman nggak malah menghambat perkembangan film Indonesia.

Selasa jam 09.00 WIB, ada ajakan turun ke Ruang Sidang Paripurna DPR. Dengan dress code serba hitam untuk menyatakan duka atas tercatatnya sejarah yang dinilai memilukan ini.

Selain itu juga akan ada aksi pernyataan Koalisi Masyarakat Perfilman Menolak RUU Perfilman di Aula gedung PPH Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan.

Mau baca RUU Perfilman itu? Joko Anwar berbagi link-nya.


Tag: Film, Joko Anwar, twitter, ruu perfilman, mira lesmana, DPR

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sofie 0 0
baru saja aku mau menulis ini : )) , untung sudah ada miss : D , tercatat 356 tadi saya lihat, lagi bandingin sama revisi ruukesehatan soalnya : D
Bang Mas Paman 0 0
Kalo pemerintah emang sudah bawaannya represif. Tapi DPR ini lho... Duh gimana orang2 itu. Masih banyak RUU lain yang lebih mendesak, terutama peradilan tipikor, eh malah kejar waktu meloloskan ini. Lantas setelah itu RUU Rahasia Negara.
deadeye doll 0 0
*baca2 RUU nya dulu sebelum komen*
Chika 0 0
*masih membaca RUU perfilman. ajegile panjang beneeer*
bolu kukus 0 0
tadinya......sih bolu g' stuju dg adanya RUU tersebut,,, tapiiiiiii dipikir2 krn buanyak bgt film2 lokal nyang g' bermutu and nyebelin kalo di tonton, seperti film horor yg byk adegan cabul tapi g serem, film action adeganye CU'LUN g' ad greget2nya, ada film komedi yg cuma nonjolin sensualitas tp g ad lucu2nye, film romen yg alurnya cuma picisan and so' romantis.... ya udah bolu ahirnya stuju deh!....udah,,, ketok giee palunya!

film indonesia memang sedang bankid and layak kt dukung...... tp kalo bankidnya g; di tunjang dg creatifitas yg propesional and malah lebih byk sisi negatifnye' yaaaa.... buang aja ketong sampah atau d bakar...aje. khusus film laskar pelangi, AAC, KCB, kiamat S D, and film perjuangan yg baru2 ini...ni' hmmm... ini baru uenak di tonton.
deadeye doll 0 0
ini cuma ketentuan buat orang2 produksi ya? gada apapun buat konsumen ya?
Sabai 0 0
Diserahin ke menteri apa? Trus apa hrs nunggu disetujui br bs shooting? Kl iya, brp lama?
Lalu sertifikasi pekeja film, siapa yg mengeluarkan? *baca draft RUUnya tp info itu gak ada*
Parah.. : (
missmaharrani 0 0
sofie: nanti nulis abis ketok palu aja bu : D

Bang Mas Paman: gimana mau paham, kalau pembuat keputusannya nggak menyelami dunia film ya?

bolu kukus: setuju sama bolu. kita lihat nanti. tapi kalau sampai harus lapor menteri tapi film2 cheesy itu masih ada gimana?

deadeye doll: scr lgsg ga ada sih. tp kl smp nnt film Indonesia "punah lagi" gimana? (err..nggak merasa rugi ya? : o)

Sabai: Mmm kayanya ada deh semalam kubaca di Pasal 18 kayanya. Tapi lucunya memang nggak disebut tuh Menteri apa. Sepertinya sih Menbudpar yah...
deadeye doll 0 0
missmaharrani: kalo pekerja film merasa dipersulit dengan disahkannya RUU ini, lebih baik kita (sebagai penonton) minta RUU-nya dilengkapi dulu.

misal: bila sebuah film (yang sudah lolos seleksi judul dan jalan cerita sesuai ketentuan Menteri dan dibuat oleh pekerja dengan sertifikasi) ternyata dirasa tidak memuaskan, maka penonton berhak mendapatkan ganti rugi uang kembali dan satu buah batu seukuran kepalan tangan untuk dilempar ke arah Menteri.

win-win solution, no?

tapi masa sih? Jero Wacik? dengan Titisaid?
missmaharrani 0 0
deadeye doll: hahaha! siapa yang mau dibogem, menterinya mundur tadi sore karena memilih jadi anggota DPR.

ehm btw, usulnya oke juga. tapi inti yg dikeluhkan sm filmmaker itu adalah birokratisasi-nya. nah kl pake persetujuan sana-sini,kapan sotingnya. kapan nontonnya ; ))

eh udah bukan Titi Said tau'! *kepo mode on*
deadeye doll 0 0
missmaharrani: iya! dasar aneh... interfyu2, bilang seneng dgn RUU, tau2 cabut... Jreng!

Silahkan login untuk memberikan pendapat