Guruh Gipsy akan Diedarkan Ulang? 9

Minggu, 6 Sep '09 12:24

Terkabar, album Guruh Gipsy (1976) akan dirilis ulang dalam bentuk CD. Saya tak tahu apakah kabar-kabur ini cukup kencang di milis musik karena saya tak ikut milis musik. Rekaman ini termasuk barang langka, diburu para kolektor. Harga piringan hitamnya tahun lalu Rp 1,5 juta.

Untuk dunia musik Indonesia, Guruh Gipsy (GG) termasuk fenomenal. Pada zamannya, GG memberikan sesuatu yang beda, menyimpang dari arus yang saat itu masih diwarnai Koes Plus, Mercy's, D'Lloyd, dan Bimbo, dengan kendali utama di perusahaan rekaman Remaco (Eugene Timothy). Waktu itu tak sedikit band serbabisa yang bikin album keroncong, pop Jawa, kasidah, bahkan lagu anak-anak. GG adalah progressive rock yang mencoba mengangkat warna lokal (Bali). Saat itu Chrisye belum terkenal sebagai pemain bas apalagi penyanyi.

Saat itu artwork GG sudah menyebal dari kelaziman. Kasetnya disertai buklet, berisi cerita seputar proyek. Desain grafis dikerjakan oleh anggota Gipsy juga, tapi kemudian lebih dikenal sebagai desainer grafis: Gaury Nasution. Pada zaman itu, kaset musisi Indonesia bersampul foto rombongan, kadang pakai setelan jas, berpose di taman.

Proses rekaman menggunakan studio yang termaju saat itu di Jakarta: Gelora Seni. Studio di Jalan Kejayaan, Kota, itu milik Pak Karjadi, penggemar audio. Salah satu anak Karjadi sempat bermusik "pop kreatif" tahun 80-an, namanya Djundi Karyadi (kibordis). Dia sekandang bareng Fariz R.M. dan Erwin Gutawa dalam Transs. Sayang peralatan studio Gelora Seni akhirnya terbengkalai, bahkan mixer-nya, menurut Djono Karjadi (adik Djundi) kepada saya, rusak karena tersiram kopi.

GG versi baru pernah dipentasulangkan, dan ditayangkan secara live, oleh Jay Subyakto dan RCTI, di pelataran Candi Prambanan, pertengahan 90-an. Bagaimana lagu-lagu GG, silakan cari di internet. Berikut ini adalah salah satu ncontoh, Indonesia Maharddhika. Hanya sampel. Aslinya lagu ini berdurasi 15 menit.

Indonesia Mahardhikka - Guruh Gipsy

* Foto (dari kiri ke kanan): Abadi Soesman, Keenan Nasution (berdiri), Odink Nasution, Guruh, Chrisye, Ronny Harahap


Tag: abadi soesman, keenan nasution, chrisye, progressive rock, guruh soekarniputra, gaury nasution, guruh gipsy, odink nasution

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Chika 1 suka | 0
errr...saya tidak tahu band ini... *maklum masih kinyis-kinyis*
Bang Mas Paman 0 0
Chika: Betul, Nak Chika. Ini memang khazanah lama. Tapi percayalah setelah hari ini pun tetap akan disebut-sebut. : D
deadeye doll 0 0
wah.. saya kira harga vinyl mereka udah puluhan juta...
*tetep gakan beli juga sih biarpun "cuma" 1,5 juta*
KutuKupret 0 0
utk lagu seperti itu kayaknya memang harus take 200 kali ya paman : D
Bang Mas Paman 0 0
deadeye doll: vinyil mah mainan mahal, blom lagi alat pemutar, ampli, spiker dslb... : ))
Bang Mas Paman 0 0
KutuKupret: Wah berapa kali take dulu ya? Saya gak tahu. di zaman analog, meski sudah pake 16 tracks, ribet juga. Yang menarik, dalam buklet disebutkan, karena piano Guruh udah lama nggak disetem (tuning) maka suaranya gak pas, tapi malah cocok buat gamelan Bali-nya Kompyang Raka. : ))
gilsolii 0 0
berharap dirilis ulangnya GG dalam bentuk CD menjadi kenyataan...
venus 0 0
guruh gipsy? wew....please keep us updated, paman : D
Bang Mas Paman 0 0
venus: Okay Mbok!

Silahkan login untuk memberikan pendapat