Reality Show: Makin Hari Makin Berlebihan? 14
Jumat, 4 Sep '09 16:51
Kalau Si Miss, bosen acara infotainment di Bulan Ramadhan, Si Chika sedang menerawang trend terbaru dan mantengin infotainment lagi *hihihi*. Saya bosen sama reality show. Tidak hanya bosen, tapi gerah melihat tayangan tersebut. Oke, kita bisa tinggal klik acara lain, tapi lama-lama gak tahan juga melakukan pembiaran.
Saat ini di depan mata saya sebuah kotak bernama televisi itu sedang menampilkan seorang kakak yang sedang membuntuti adiknya, karena sang kakak curiga adiknya berubah. Dari hasil membuntuti itu, digambarkan sang adik, suka sekali pergi ke klab dan ajeb-ajeb sama temen-temen cowoknya. Sang kakak, pengen segera turun untuk mengingatkan adiknya karena ini bulan ramadhan, harusnya dia tidak bergaul berlebihan. Sang host yang bernama Dimas Andrean, dengan dalih sedang melakukan inverstigasi tidak mengijinkan sang kakak turun untuk menemui adiknya, karena sedang investigasi dan dalam investigasi belum bisa si adik diputuskan bersalah atau tidak oleh si kakak. *sigh*
Di episode terakhirnya, ibunya si klien (kakak) marah dan kesal karena anaknya (si adik) terenggut kerhormatannya *ini bahasa yang tidak saya ubah sesuai yang saya lihatdi televisi*, dan si host, lagi-lagi tampangnya lempeng.
Oh iya, dan reality show ini episode-nya sampai berapa kali, karena ada embel-embel the series-nya. Jadi lama donk, namanya juga serial.
Di lain waktu si host tidak memperkenankan kliennya turun dari mobil demi kata investigasi, sementara dihadapannya ada saudara si klien sedang diperkosa. Host-nya cuma bilang, " dan gue kaget, ternyata si A diperkosa oleh cowok tadi!!!". Sebagai penonton tayangan yang katanya reality show tadi, saya marah dan terganggu, bagaimana bisa anda menunggu, melihat orang diperkosa? Keterlaluan, kasar...seperti tidak ada alur cerita yang lain, apalagi tayangan ini hampir setiap hari di sore hari sekitar pukul 16.00-16.30 waktu Indonesia bagian barat.
Kenapa cerita-cerita dalam yang katanya reality show selalu mengarah ke adegan yang menimbulkan prasangka, curiga dan penasaran. Ada adegan ciuman gambarnya di-blur, tapi lumayan lama ditayangkan *serasa melihat visualisasi tujuhbelastahun dot com*, padahal kalau film dari Hollywood, adegan ciuman selalu diganti dengan scene yang lain, kenapa ini yang tayangan tiap sore hari tidak diseleksi dulu? *helloooo kepada pihak yang berwenang dalam aturan penyiaran* .
Sampai kapan gempuran trend reality show ini bertahan dengan cerita-cerita 'murahan' hiperbola tanpa ada peringatan, tanpa ada panduan. Saya menunggu acara televisi yang menghibur dan edukatif, kapan ya?
Tag: realityshow, kontrol, televisi
Terkait:
-
Yang Miskin Yang Konsumtif
Senin, 16 Nov '09 00:17 -
Mengenang Bu Bariah
Selasa, 13 Des '11 14:14 -
Musik Bagus di Banten TV
Rabu, 23 Nov '11 21:42


Komentar:
Kalau "Orang Ketiga" itu masih mending. Ada yang judulnya "Masihkah Kau Mencintaiku" masalah keluarga didiskusikan bersama dengan penonton di studio bareng psikolog, artis. Itu gila!
KPI apa kabar ya? kasihan juga seperti kakek ompong. Dan pemerintah juga nggak bisa diharapkan kayanya
iya paman, saya sih menduga jawabannya begitu, tunggu rating turun? ngomong-ngomong gimana si caranya nurunin rating? dari iklan gitu? apa jumlah penonton yang berkurang?
Chika
ada donk, sekali -sekali nonton, coba nanti bagaimana reaksimu
chielopezi
nah, ini kenapa saya nulis ini, siapa tahu ada yang liat dan denger, terus bisa bantu gimana si caranya nurunin program televisi yang ndak mutu gitu
maharrani
miss, punya temen orang KPI gak miss? suruh nulis disini miss, biar kita-kita tahu gimana si caranya acara beginian bisa lolos tayang jam sore hari dan ditayangkan tiap hari?
D_harmoko
wah saya ndak tahu reality show yang di 'luar sono' itu gimana, apa ada yang kayak diatas yang saya tuliskan?
hahahaha, iya betul judulnya termehek-mehek dan mengalami pergeseran seiring dengan penampakannya yang penuh bentak-bentak-an, tendang-tendangan gampar-gamparan
dulu waktu trend hidayah, semua sinetron mirip2 hidayahhhhhh semua. Giliran trend hantu, masyaoloh, semua sinetron sampai sinetron anak2... ada hantunyaaaa semuaaa...
Begitulah kita, televisi jaman sekarang sudah lupa akan posisinya sebagai pendidik juga.
halooooo, mbak
iya memang lagi trend siy, cuma ya heran, kok trend-nya disini belum ada yang rada keren dikit gitu, misalnya trend bikin acara kayak jalan sesama, kayak keluarga cemara, apalagi ya yang lucu-lucu dan mendidik?
unyil saya suka, ada jalan sesama juga yang lucu
Silahkan login untuk memberikan pendapat