Paket Hemat Teater Impian 4

Kamis, 3 Sep '09 01:41

Ada dua macam CD album Dream Theater, Black Clouds & Silver Linings (Roadrunner Records, 2009), di Indonesia. Yang pertama paket hemat, resmi, Rp 75.000 (di Amazon US$ 14,99, di luar ongkos kirim), diedarkan oleh Warner Music Indonesia. Yang kedua berupa amplop karton berisi tiga keping CD, harganya antara Rp 350.000 - Rp 375.000 (di Amazon US$ 17.49 –– tanpa ongkos kirim hehehe). 

Isi paket mahal itu selain satu CD yang mirip paket hemat (orang cuma sebiji kok dibilang paket) adalah dua CD yang masing-masing berisi enam lagu cover (dari Stargazer-nya Rainbow, sampai Lark's Tongues in Aspic Part Two-nya King Crimson) dan versi instrumental dari CD pertama. Adakah versi boks, bukan amplop karton? Saya tidak tahu.

Jadi, paket kedua ini ibarat jualan satu album utama dengan dua bonus. Kenapa bonusnya banyak, yah anggap saja itu seorang musisi Indonesia yang albumnya kalau tak salah cuma tiga lagu tapi bonus track-nya enam lagu dari album yang belum dirilis (hayo tebak, siapa dia!).

Paket yang sekarang ini berbeda dari album Score: XOX - 20th Anniversary World Tour Live with the Octavarium Orchestra yang memang berisi tiga keping (versi DVD dua keping).

Cara semacam ini, tak hanya dilakukan oleh DT, kayaknya memang cara untuk bertahan di jalur physical. Ada keping tunggal dan paket box set. Ada pula peragaman dalam paket CD dan vynil (piringan hitam). Misalnya band progrock Polandia Riverside yang Februari lalu merilis  untuk vynil album Out of Myself (versi CD keluar 2004).

Terus omong-omong album DT (tunggal) yang ini bagaimana? Karena ini bukan resensi musik, saya bilang tetap enak, tapi rasanya tak sekenyang menikmati album Octavarium yang utuh. Lagu yang yang terpanjang adalah The Count of Tuscany (19 menit 16 detik -- kebetulan yang ini emang paling oke). Lagu terpendek adalah Wither (5.25) dan A Rite of Passage (8.35). Lagu lain belasan menit. 

Saya nggak tahu kalau lagu-lagu panjang kalau harus masuk MTV, bagian mana yang diambil untuk tiga menit? :P 


Tag: progressive rock, dream theater, progrock, riverside

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

AndriaGutama 0 0
Yang pasti Dream Theater tetaplah grup band yg idealis dan konsisten dengan gaya bermusik mereka.

Saya harap band-band Indonesia juga lebih idealis dalam bermusik sehingga bisa menciptakan musik yg "penuh gizi". bukan musik yg "terlalu komersil" seperti yg akhir-akhir ini muncul... dan tenggelam dengan cepatnya
Bang Mas Paman 0 0
AndriaGutama: Idealis atauu bukan, musik dibikin untuk diperdengarkan ke orang, bukan buat didengar sendiri. : ) Nah kalau ngomongin "idealis", mestinya didukung oleh manajemen dan marketing yang cocok. ; )
deadeye doll 1 suka | 0
kalimat terakhir tu maksudnya MTV Indo ya Paman? yang muka VJnya gada indo-indonya itu?
pilihlah yang bagian yang paling bisa dijadiin RBT : D ta-dah!
Bang Mas Paman 0 0
deadeye doll: Emtipi Endonesah? : D Kalo soal RBT, huahahahahaha! Asli lucu dan keren ini! Oh RBT! Thanx!

Silahkan login untuk memberikan pendapat