Bermusik: a. Sampai Tua b. Tidak Sampai Tua 19
Kamis, 3 Sep '09 19:09
Saya tidak pernah suka Bon Jovi. Bukan karena musik mereka jelek atau gimana, tapi mereka tidak memenuhi standar "kekerenan" saya. Saya ingat -pernah- punya album Crossroad karena lagu-lagu di dalamnya sebagian besar nyantol di kuping. Tapi saya tetap berpendapat bahwa saya tidak suka Bon Jovi. Untuk yang sejaman dan sejenis dengan mereka, saya lebih suka Poison. Cool make-up, cool stages and (yang paling penting) cool t-shirt design.
Saat tumbuh menjadi remaja yang baik hati dan supel, saya mendengar berbagai macam jenis musik baru. Dan ketika tumbuh dewasa menjadi seorang pekerja menengah yang jujur, saya mulai kembali dihantui Bon Jovi.
Mereka menua. Seperti band-band lain seangkatannya, bahkan yang lebih tua dari mereka, Bon Jovi terlihat lebih tidak keren dibandingkan dengan memori saya tentang mereka. Cukup tentang Bon Jovi, U2 masih seperti yang dulu. Perubahan musik yang dilakukan masih relevan karena tidak meninggalkan suara khasnya, tapi tidak memaksakan diri untuk jadi "jaman ini banget". Selain Adam Clayton yang menambah koleksi keriput di wajahnya, aksi panggung mereka pun masih bisa disebut enerjik. Mas Bono masih punya kemampuan untuk berlari menyusuri tepi panggung sambil bernyanyi dengan stabil lho..
Meminjam istilah milik Seringai, Green Day dan Red Hot Chilli Peppers adalah 2 idola saya dalam hal "menolak tua". Walau sempat terbawa arus post 2nd album yang jadi lebih kalem, cenderung gelap dan kontemplatif, mereka berhasil muncul kembali sebagai entitas yang segar dan seolah baru. Tidak segila dulu, tapi cukup gila untuk saat itu.
Kalo bicara soal Rolling Stones, saya akan menyandingkan mereka dengan Beastie Boys. Puluhan tahun sejak awal kemunculannya, mereka mampu membawa hawa yang sama ke dekade -bahkan millennium- berikutnya. The looks, their latest songs, masih memiliki aura yang serupa dengan yang diingat oleh fans terdahulu, tapi kini ada di hadapan dengan audiens yang berbeda. Saat final American Idol kemarin KISS muncul bersama Adam Lambert, saya rasa masker mereka bisa menutupi fakta betapa tubuh mereka sudah sangat tidak muda. Gimmick yang hebat sekaligus fungsional.
Saya tidak ingin meninggalkan The Beatles, tapi apa lagi yang harus dibicarakan? Band berusia kurang lebih 10 tahun (correct me if I'm wrong) dengan karisma setara band yang aktif selama 30 tahun ini adalah bukti bahwa karya yang hebat akan bertahan selamanya. Jangan lupakan juga Nirvana yang menyatakan "it's better to burn out than to fade away", benar-benar mewujudkannya, dan selalu saya kenang sebagai "band dengan suara gajah dari gitar terbaik".
Dan sebesar apapun nafsu saya untuk melanjutkan tulisan ini, saya diganggu oleh nafsu yang lain. Menyiksa YouTube untuk mendapatkan video dari konser reuni Faith No More dan Stone Temple Pilots.
Foto diambil dari sini
Tag: the beatles, band, keren, KISS, faith no more, bon jovi, poison, tua
Terkait:
-
Pengen ngetop? Bikin grup musik bernama Banyak Lagi
Rabu, 19 Agu '09 14:36 -
Born This Way, Kelahiran Pop Lama yang Diulang Tapi Enak
Rabu, 18 Mei '11 15:56 -
Suede Rocks Our Saturday Night
Senin, 21 Mar '11 13:39
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
to Ra nt: keren
-
Bang Mas Paman: keren
-
maharrani: yoi banget
-
Chika: keren


Komentar:
*jeritan seorang Crue Head*
Motley masih agak mendingan karena bisa bikin Crue Fest dengan ngumpulin act-act muda sih (yay) walau sayangnya pas konser di Singapur gw udah nggak tinggal di Malaysia lagi. Tapi kayaknya mereka beneran "berhenti di 15" semua yah?
bandnya mungkin stop, tapi remaining member yang masih aktif beredar kan masih bawa imej grup.
lagipula kalo menurut gw sih susah banget untuk bisa keren terus.. lihat saja pearl jam
Tapi sebagai orang tua (bagan daru elders) dan orangtua (bagian dari parents), jujur saja saya gak ngikutin musik baru.
pas pertama kali denger finch dan liat band2 dengan ponilempar lainnya pun saya begitu, lama2 biasa dan malah doyan hehe
to Ra nt: kamu meletakkan devo di kalimat yang sama dengan rick astley!
AndriaGutama: true that, tapi mereka gapunya single cover keren dari sexyback
nnggg...saya sendiri sih suka greenday dan U2. dan the beatles! gak ada matinya deh.
*kembali nonton livenya Todd Rundgren jaman glammy*
Walaupun umur tua, tapi musiknya bisa di-per-muda. Misalnya U2 yang ujug2 muncul dengan lagu techno-ishnya "Discotheque" (kl ga salah). Atau di Indonesia ada Jikustik dengan lagu "Selamat malam dunia.." (nggak tahu judulnya) yang disko disko '80-an gimana gitu.
Pendengar bakal berasa dicolek lalu mikir "Ih apaan sih kok lagunya jadi gini?" But hey..it works. Mereka ngeh kalau yang tua masih eksis, lalu penasaran lagu barunya kaya apa ya.
Tapi kl gitu, apakah yang nggak sampai tua itu jelek? Nggak juga kan ya? Hehe maaf deh, maklum perempuan '82-an
Silahkan login untuk memberikan pendapat