Within Temptation sebelum Gempa 10

Rabu, 2 Sep '09 23:20

Tadi siang, sebelum gempa, saya mampir ke Sarinah. Begitu masuk ke Musik Plus, yang menurut anak-anak sekarang adalah tempat jayus, monitor sedang menayangkan Overture dari DVD Black Symphony-nya Within Tempatation. Sayang paket keping itu mahal, Rp 450.000-an. 

"Baru dateng barangnya," kata Mas Penjaga Toko. "Banyak yang udah nanyain," lanjutnya. Telat juga padahal DVD itu sudah dirilis tahun lalu. 

Meski jayus dan nggak gaul, jaringan Musik Plus (didirikan oleh Ibu Harry dan mitranya, mereka dulu di Team Records) memang sering punya barang langka. Kadang mereka meng-SMS pelanggan (saya bukan pelanggan lho) kalau ada CD baru progressive rock (tapi saya bukan pecandu progrock). Neal Morse dan Spock's Beard datang, atau IQ masuk, mereka langsung mengabarkan.

Saya bukan pecandu DVD karena butuh meluangkan waktu untuk menontonnya. Tapi melihat Black Symphony memang jadi kepingin sih. Nggak puas kalau cuma ngintip di YouTube. 

Konser yang megah negerinya (Belanda), disaksikan 10.000 penonton, diiringi Orkestra Metropole dan Paduan Suara Pa'Dam, itu menampilkan 22 lagu.

Mau disebut symphonic metal, goth-metal, progressive metal, atau bahkan symphonic progrock, bagi saya tidak penting. Pokoknya asyik. Wajar jika mereka mendapatkan Dutch Export Prize karena penjualan album di luar negerinya bagus.

Mereka memang mengasyikkan seperti "aliran Belanda" lainnya. Misalnya Epica dan juga Ayreon. Jejak rasa konservatori yang dulu dirintis Ekseption dan Focus tak tamat, malah jadi galak, trengginas. Lantas apa masalahnya?

Karena tidak atau kurang meng-MTV, maka CD mereka tidak diedarkan label internasional cabang Indonesia -- kecuali The Heart of Everything-nya Within Tempation (2007). Artinya, sebagai barang ngeselin bagi pedagang, "versi kembarannya" tak ada di jembatan penyeberangan. Begitu pula halnya DVD mereka. :P 


Tag: ekseption, epica, within tempation, focus, ayereon, progressive rock, symphonic metal

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Chika 0 0
eh betul paman, musik plus itu suka menyediakan CD-CD yang jarang bisa ditemui di toko musik biasa. dulu pas jaman kuliah biasanya suka nangkring di sana. bisa sejam cuma untuk lihat koleksi CD dan DVD yang dijual. : ))
Bang Mas Paman 0 0
Chika: Musik Plus Mal Taman Anggrek juga oke. Di jaringan Musik Plus, sebagian pemborong CD bagus rock & new age adalah.... pensiunan mapan! : D Jadi iri... : ))
maharrani 0 0
Bang Mas Paman: Musik Plus itu yang dulu ada di basement Blok M Plaza bukan sih? kalo iya jualannya memang jempolan. Saya seneng berburu soundtrack ke sana zaman SMA.

Saya nggak kenal "Within Temptation". Tapi kl lihat vokalisnya, Sharon Den Adel, ada mirip2nya sama vokalis Evanescence nggak sih? Wajah dan gayanya..
Kalau suaranya sih Mbak Sharon lebih merdu : D
Matt Zammy 0 0
Bang Mas Paman: masa Bang Mas Paman bukan pensiunan mapan, sih?

gak percaya, deh..
Bang Mas Paman 0 0
Matt Zammy: Pensiunan itu jelas, tapi belum mapan, cuma bisa "mapan turu". : D
deadeye doll 0 0
ih Paman ngomong jorok....
Bang Mas Paman 0 0
maharrani: Emang mirip Evanescence Amrik (negeri yang punya Grammy) yang emang di sini lebih ngetop. Apalagi Bring Me to Life yang emang bagus itu masuk MTV dan radio dan aneka kompilasi. Lucunya Evanescence pernah digolongkan di subgenre "christian rock". Untuk aliran ginian, Eropa (bukan cuma UK) lebih kaya. Tapi ya itu, di sini sayup-sayup. : D
Bang Mas Paman 0 0
deadeye doll: Waduh, maap. Mapan turu itu tidur karena ngantkan (pesiunan lagi). Itu guyon biasa, "Udah mapan. Mapan turu." Lha apanya yang jorok?
deadeye doll 0 0
oh gitu... duh maap, saya diajari bahasa bahasa daerah oleh orang dari daerah yang salah kalo gitu : D
Bang Mas Paman 0 0
deadeye doll: : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat