Jangan Libatkan Anak Jadi Sorotan 7
Rabu, 2 Sep '09 04:06
Menarik apa yang dituliskan Miss Maharrani soal anak-anak KD yang memberikan komentar atas konon kabar perceraian Krisdayanti dan Anang.
Si Miss, rupanya agak terkonclang juga melihat anak-anak KD seperti tidak menganggap KD itu ibunya dan melontarkan kata-kata pedas ditambah lagi di depan kamera yang dinikmati jutaan mata dan telinga, si anak berbicara perceraian KD-Anang!
Apakah mereka (anak) punya hak untuk berbicara? Dari sisi psikologis, anak pasti mengalami, melihat dan merasakan bagaimana orangtuanya yang mengalami perceraian, iya mereka punya hak bicara. Karena pengalaman anak dalam kondisi tertentu, misalnya perceraian dapat menimbulkan trauma. Mereka (anak) perlu bicara dan berbagi, sehingga tidak timbul rasa benci, rasa bersalah, trauma, minder atau apapun itu bentuknya, mereka punya hak. Tapi mereka tidak bicara ke media!
Siapa yang bertanggung jawab kalau kemudian muncul statement dari anak perempuan KD yang kabarnya baru saja mendapat haid itu? Pertama, pastinya orangtua, yang harusnya melindungi privasi anaknya. Perceraian orang tua sudah cukup membuat anak harus memilih, tidak perlu ditambah dengan tayangan/kepungan bertubi-tubi dari media.
Mediapun, seharusnya tidak melakukan proses wawancara dengan si anak, untuk mengorek keterangan. Jika si anak sebagai saksipun, harusnya pilihan narasumber jatuh ke psikolog (si anak), atau kuasa hukum atau orang dewasa yang ada lingkungan terdekatnya. Masih banyak pilihan narasumber dari berbagai perspektif-lah untuk melihat satu kasus perceraian.
Harusnya diperhatikan pula perimbangan berita supaya tidak memojokkan salah satu pihak. Kalau diamati dari berita perceraian KD-Anang, yang dihembuskan dulu selalu kesalahan si perempuan, selingkuh atau matrealistis. Sementara pihak lainnya (laki-laki) dikonfirmasi setelahnya.
Ini quote dari artikel Miss Maharrani yang patut dicermati oleh media dunia hiburan/ infotainment:
"Bagaimanapun, pasangan suami istri yang sedang bermasalah bukan hanya mereka. Banyak juga anak-anak yang lagi bingung karena orangtua mereka mau cerai. Lantas apa jadinya kalau tadi mereka nonton wawancara Aurel dan Azriel. Terlebih lagi nanti kalau tayangan itu diulang, dan diulang lagi di infotainment?"
Tag: perceraian, anak, sorotan, media
Terkait:
-
Wajib Nonton: Le Petit Nicolas
Selasa, 20 Apr '10 09:29 -
MTV Teen Mom Cocok Dibuat Versi Indonesianya Gak Sih?
Sabtu, 17 Apr '10 02:05 -
Anji "Drive" Akhirnya Mengaku. So?
Jumat, 9 Apr '10 14:44


Komentar:
"Saya bisa ngontrol diri, tapi saya nggak bisa mengontrol anak-anak saya. Maafkan apa yang sudah diucapkan anak-anak saya..."
Ngg...KD itu yang melahirkan Aurel dan Azriel kan?
tidak hanya KD yang bertanggungjawab, tapi Anang yang konon kabarnya malah serumah, jangan dengan alasan mengunci diri atau apapun terus anaknya yang disodorin di kamera
adin
ucapan anak memang belum bisa jd barang bukti, krn belum memiliki konsent, kecuali didampingi orang dewasa seperti psikolognya, kalo gak salah emang gitu bukan ya?
renski
tanggung jawab orangtuanya menghindarkan anak dari sorotan media, cukup oranggtuanya saja yang tersorot kamera, kalo anaknya, tunggu mereka sampai cukup umur minimal 18 tahun
beli putus? hahaha. mereka kurang belajar parenting aja *sok tahu*
Chika
yak betul!, makanya kan, kalo si suri aja mati-matian ditutupin ma katie holmes, kok disini malah disorongin di depan kamera yak ?
Silahkan login untuk memberikan pendapat