Masihkah Surga di Telapak Kaki KD? 18
Senin, 31 Agu '09 15:19
Cerai lagi cerai lagi. Kali ini Krisdayanti sama Anang. Yang membuat saya prihatin bukan lah fakta bahwa mereka akhirnya benar-benar (akan) bercerai.
Lebih miris melihat wawancara dengan kedua anak mereka, Titania Aurellia (12) dan Azriel (10).
Dari umur jelas dong kelihatan Aurel dan Azriel belum dewasa. Mereka adalah anak-anak di bawah umur yang masih polos. Belum bisa memahami konsekuensi dari kata-kata yang meluncur dari mulut mereka. Karena itu lah mereka ngoceh dengan bebas perihal masalah rumah tangga ayah ibunya.
Aurel si sulung yang lebih vokal bilang mereka nggak mau maafin ibu mereka. "Ah udah keterlaluan males jadinya. Karena Mimi jahat," katanya. Azriel lalu nyaut "Pipi udah cari pengganti Mimi kok. Mimi sekarang udah punya Oom itu, bukan milik kita bertiga lagi." Ucapan itu dibalas Aurel "Iya lagian kita kan anaknya Pipi. Nama kita aja pakai Hermansyah hahahaha...."
I'm in shock! Gila! Saya aja yang nggak punya hubungan darah sama mereka sakit hati ngeliat dua anak kecil itu bicara dengan kata-kata yang pedes. Whew!
Itu aja belum cukup. Mereka lalu dengan kompak -setelah diminta sama reporter tayangan infotainment- bilang "Semoga Mimi sadar sama kesalahannya jangan suka bohong lagi."
Mereka diwawancara di studio-nya Anang, yang juga jadi tempat tinggal mereka selama sebulan terakhir. Yup, menurut tayangan itu sih KD dan Anang udah pisah rumah dan resmi cerai 19 Agustus 2009.Tapi berita ini bilang, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan nggak tahu soal perceraian mereka.
Resmi cerai atau nggak. Publicity stunt atau bukan, nggak seharusnya dong anak-anak bicara seperti itu ditayangkan di televisi. Apalagi di siang bolong, bulan puasa pula. Ya ampun.
Bagaimanapun, pasangan suami istri yang sedang bermasalah bukan hanya mereka. Banyak juga anak-anak yang lagi bingung karena orangtua mereka mau cerai. Lantas apa jadinya kalau tadi mereka nonton wawancara Aurel dan Azriel. Terlebih lagi nanti kalau tayangan itu diulang, dan diulang lagi di infotainment?
Komnas Anak, Komnas Perempuan, KPI, mana taring kalian?
Siapa yang mengajari mereka bicara seperti itu. Lupa kah mereka peribahasa itu. Atau mungkin karena KD sudah keterlaluan -seperti yang mereka bilang- lantas mereka punya hak untuk "teriak"?
Tag: cerai, krisdayanti, kd, anang
Terkait:
-
Syahrini dan Cobaan Itu
Kamis, 26 Mei '11 13:21 -
Anang dan Kemenangan Ingatan
Kamis, 12 Mei '11 17:26 -
Anang: Daniel ALAY
Rabu, 28 Apr '10 20:35
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Chika: yoi banget
-
to Ra nt: yoi banget
-
sofie: nggak ada matinya
-
fadex: yoi banget
-
ojjie: nggak ada matinya
-
Bang Mas Paman: nggak ada matinya
-
deadeye doll: nggak ada matinya
-
yusro: nggak ada matinya
-
lontongsayur: nggak ada matinya
-
Silly: yoi banget


Komentar:
fenty lovegood: hehehe...nyindir nih ye
btw kira2 penyebabnya apakah benar memang orang ketiga atau apa ya?
@all salam kenal ya. saya penghuni baru di sini...
lho, miss, anak berbicara seperti itu kadang satu kejujuran, dan tergantung lingkungannya, nah tapi kalo nyangkut tayangan tipi yang ditanya Komite Penyiaran
kalau soal bagaimana berbicara yang baik, eng itu persoalan parenting, kembali pada orangtuanya, karena anak cuma menyerap
selamat gabung ya fadex..jangan sukan komentar dan merating, apalagi menulis
sofie: ya, setuju. anak kecil memang polos dan jujur. tapi kl kamu jd aurel or azriel apa iya sih tega bicara seperti itu tentang ibu sendiri?
anyways, bukan hanya orang dewasa akan yang bisa "terpancing", anak kecil juga bisa.
kalau pun mereka sudah terlanjur kepancing dan ngoceh, ya tugas KPI nih yang perlu ditagih
abi ap: waduh sepertinya lebih update nih informasinya.
ojjie: oh, sering ada party ya di sana? aku biasanya hanya lihat KD open house waktu Lebaran
Kenapa seleb tertentu jadi diua ini dan itu, terutama badan-badan PBB? Karena mereka adalah figur yang jadi rujukan. Suka nggak suka itulah bagian dari popularitas dan ketenaran. Bukankah sebagian (besar) bintang hiburan memang ingin tenar? Setelah tenar so what?
yusro: Urusan tega & nggak ini memang selalu jd dilema ya. Nggak cuma di profesi reporter infotainment aja sih. Susah juga..
Tapi seharusnya Anang lah yang lebih berwenang dan sudah seharusnya melarang mereka mewawancarai anak-anaknya.
gak peduli anak kecil atau siapapun, bakal diwawancarain sampe tuntas
Mungkin bisa baca tulisanku soal kegundahan nasib Azriel dan Aurel. Bukan soal kisruh rumah tangganya, tapi bagaimana menyelamatkan psikologis anak yang masih bocah dan butuh bimbingan serta kejujuran orang tua.
http://artis.inil…mental-anak/
bolu coba mau menerawang KD ni, ga papa yaaa.. kbetulan juga bolu penikmat dr lagu2 KD, kalo ada nyang salah tolong di koreksi yaa...;
begini..ni hasil terawangnya.. sejak KD membukukan 1 biografi ttg kehidupan pribadinya, dr situ bolu liat ada aura and motif nyang kurang positif dlm dr KD, seperti...
1.secara existensi DIVA, dr seorang KD nyang mulai redup, di tambah lg munculnya bintang2 penyanyi wanita baru. hal ini seprtinya nyang menimbulkan salah 1 gejolak jiwa' dlm dr seorang KD, imbasnya ada keinginan kembali mengalihkan sorot pandang publik atas dirinya (wajar). ahirnya timbul strategi, hingga muncul 1 biografi seorang KD. disini ada hal nyang sgt di sayangkan' membukukan 1 biografi untuk konsumsi publik bukanlah hal nyang salah, namun cara publikasi di media mengenai biografinya,, bolu liat kurang cerdas dan kurang elegan tuk skaliber seorang KD, hingga terkesan publikasi emperan, dan' terlihat jelas sebuah sensasi kampung. KD itu..... cantik, cerdas, memiliki swara yg merdu bgt, pokonya multi talenta and sgt berbakat dlm sgala hal. karena strategi publikasi nyang kurang propsional tersebut' ahirnya,,,, justru membuka motif2 negatif dlm dr KD. hingga memunculkan 1 benang merah antar kejadian saat ini dan gosip2 negatif terdahulu nyang sering beliau bantah.
2. secara sexual....dilihat dr pisik seorang KD, dimana tidak hanya cantik and smart namun juga sexi and dinamis, jika dikaitkan dg situasi dan fenomena nyang lg marak didunia artis. seperti kawin cere and janda gaet berondong. secara tidak langsung melalui pemberitaan media, cukup signifikan dalam mempengaruhi pola pikir hasrat sexual seseorang, apalagi seorang wanita dlm fase mapan secara financial, anak beranjak remaja (kaitan dlm situasi), memiliki tubuh sexi, dimana secara hormon lagi tinggi2nya, hal ini cukup rentan dan sensitif, biasanya seringkali seserang nyang dalam fase and situasi kaya gini..ni' begitu mudah mengexplorasi imajinasi2 petualangan sexual secara liar. ditambah lagi adanya 2 fenomena diatas...mhmmm....nyang namanya iblis pasti bakal berusaha mempengaruhi....agar sesorang berbuat hal nyang sama. disini....yaaa...tak' terkecuali seorang KD..
yaa.. sementara sgini dulu deh terawangnya.... TEMEN2!
belor say: setuju sih, mereka memang paling sakit hati, bingung, malah bisa trauma jika nanti dewasa. Tapi kalau yang bicara itu anak kamu gimana?
adin: top. bagus nih Mas
bolu kukus: 1. Soal publikasi buku. Menurut saya bukan cara publikasi di media-nya yang salah. Karena apa yang dia lakukan kan konvensional, standard dengan press conference dll. Mungkin media-nya yang masih berprinsip "bad news is good news" kemudian lebih menyorot sisi kelam kehidupan mbak KD ini
2. Mmm jadi maksudnya KD yang financially mapan dan terkenal, kena terpaan media berisi artis kawin-cerai itu lalu menjadi "lepas kendali" ? Hehehe..kl menurutku sih, yang namanya lepas kendali is lepas kendali. Nggak ada "syarat" khususnya. Terlepas soal anak yg diwawancara, saya lebih tertarik sama selentingan yang menyebutkan bahwa ini semua hanya drama.
saya prihatin sama anak2 mereka deh.
Ahhh, itu dia makanya saya gak pengen ngetop, takut kalau2 satu ketika amit2 jabang bayi, tiba2 sekonyong2 saya khilaf... *halah, amit22222 deh*, saya gak mau anak saya jadi incaran media untuk ditanya2in kayak gitu. Mengerikan. !!!
Jadi sebelum kejadian, mending bener2 lurus2 aja deh kalo bisa, kalo belok dikit gpp, asal jangan lupa balikin strirnya ke jalur yg benar lagi...
Silahkan login untuk memberikan pendapat