Departemen Perbatasan Negara 0

Senin, 31 Agu '09 12:53

 

Setelah minggu-minggu ini di Indonesia ribut-ribut dengan pulau-pulau yang di iklankan mau di jual baru semua orang kebakaran jenggot.

Banyak pulau-pulau di Negara ini yang katanya negara kepulauan, tetapi pulaunya tidak di urus dengan baik malah 2 pulau berpindah tangan di rebut oleh negara tetangga Malaysia/malingsia, yaitu pulau sipadan dan pulau ligitan.

Ingat lagu Dari Sabang sampai Meurake, berjajar pulau-pulau, sambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia.

Bila banyak pulau yang hilang direbut tetangga/di jual, nama kepulauan Indonesia sudah berkurang bobotnya.

Apalagi sekarang yang sedang hangat-hangatnya, penghinaan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh Malaysia.

Malaysia itu benar-benar malingnya di Asia, dari Indonesia tidak saja pulau yang di rebut, kebudayaan, tari, batik juga sumber daya manusianya di bajak, belum lagi pekerja migran TKI/TKW.

Pemerintahan kedepan perlu memipikirkan pembentukan Departemen Perbatasan Negara yang mengurus pulau-pulau terdepan/pulau terluar di negara ini seperti pulau rondo di Sabang-Aceh, pulau nipah di Riau, pulau Natuna, pulau Miagas serta pulau- pulau lainnya.

Indonesia juga harus secepatnya mendata dan memberi nama pulau-pulau yang belum tercantum serta secepatnya melaporkan diri segera ke Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Saat ini ada lebih 17.000 pulau terdata malah ada yang mengatakan lebih dari 18.500 pulau, menurut Departemen kelautan dan Perikanan (DKP) Indonesia selesai mendata semua pulau-pulau pada tahun 2012 dan paling lambat tahun 2017, asal jangan sampai tahun 2017 pulau-pulau di Indonesia jatuh ke tangan negara-negara asing.

 


Tag: indonesia, malaysia, Departemen, perbatasan, negara, pulau, kepulauan, sipadan, ligitan, rondo, nipah, natuna, miagas, sabang, aceh, meurake, penghinaan, lagu, indonesia raya, kebudayaan, batik, tari, tki, tkw, PBB, perserikatan bangsa-bangsa, DKP, Departemen Kelautan dan Perikanan

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat