Kenapa Miss Bali Pergi Tanpa Pamit? 6

Minggu, 30 Agu '09 01:51

Stop lah marah-marah sama Malaysia. Mending mikirin what next.

Kalo orang bilang "Live well is the best revenge", ini bisa jadi salah satu buktinya. Indonesia, tepatnya Bali dapet gelar Miss Bikini di kontes kecantikan Miss Tourism Queen International. Yoke Walujo (26 tahun)pulang dari Cina -tempat penyelenggaraan acara- bawa piala.

Mungkin ada yang bertanya. Kok selendang Yoke tulisannya Bali. Well melihat dari situs resmi Miss Tourism Queen International, mereka punya kategori daerah pariwisata khusus, Bali termasuk di dalamnya. Selain itu ada Siberia, Phuket dan 7 daerah pariwisata khusus lain.

Hebatnya lagi, di kategori khusus itu juga ada perwakilan dari Borneo, Stella Matilda Lai (21 tahun). Dan satu lagi mewakili Indonesia, Patricia Eman, baru 18 tahun.

Founder kontesnya, Mr. Charlie See mulai menggelar event Miss Tourism Queen International dari tahun 1949. Tapi baru tahun 1993, mereka bikin event world final competition di Sri Lanka.

Tahun 2008 event ini digelar di Cina. Wakil Indonesia kala itu, Hannie Cyntia Dewitan (24 tahun). Untuk wakil Bali ada Ida Ayu Pradnya Laksmi Devi (19 tahun). Glory Rosari Oyong, mewakili Indonesia tahun 2007. Tapi waktu itu belum ada kategori khusus.

Anyways di 2009, dari 3 wakil memang hanya Yoke yang jadi pemenang. Tapi lucunya, Dinas Pariwisata Bali nggak tahu soal kepergian Yoke yang mewakili Bali di ajang itu. Baca deh wawancara sama Kepala Dinas Pariwisata Bali Ida Bagus Subhiksu di sini.

Jika benar mereka nggak tahu, saya jadi bertanya-tanya, kenapa Yoke berangkat tanpa pamit ya?


Tag: bikini, miss tourism queen international, kontes kecantikan, bali

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

fenty lovegood 0 0
nah yang kaya' gini kok gak didemo ?? hahahahahaha, MU itu menang nama doang berarti : D
sofie 0 0
@fenty
ngapain kok didemo? : D , ya baguslah kalau begitu, gak perlu ijin menurutku, kayaknya dulu Titi DJ pernah ikut miss universe/world juga gak pake ijin, bener gak si?. : D
Chika 1 suka | 0
iya tuh waktu kemarin baca beritanya soal dinas pariwisata bali gak tahu, bisa jadi mereka gak pamit karena ikutan "kontes miss-miss-an". tapi kalau pulang bawa piala, bentar lagi juga dieluk-elukan. : D
maharrani 0 0
fenty lovegood: Saya setuju sama sofie:. Yang kaya gini nggak perlu didemo, malah perlu didukung. Toh apa yang mereka lakukan nggak menjatuhkan nama Bangsa : )

sofie: Memang nggak perlu izin sih, logically. Tapi menurut saya pemerintah sudah sepatutnya lah memberi dukungan buat mereka. Walau bukan dalam bentuk bantuan dana, moral support dan publikasi bisa jadi amunisi bagus untuk mereka yang membawa nama Bangsa berkompetisi di luar negeri hehe..

Chika: Bisa jadi gitu ya. Padahal itu kan bisa dibanggakan juga. Toh sejak 1997 -dan sebelum itu entah sejak tahun berapa- Indonesia selalu mengirimkan perwakilannya ke ajang itu. Dan moga-moga aja, nggak seperti yang Chika bilang. Kalau menang, baru dilirik. ; ))
Bang Mas Paman 0 0
Soal taktis. Ngapain minta izin (dalam tradusi kita = "mohon restu") kalo gak bakal didukung. Jalan aja sendiri. Di luar soal taktis ya soal suka-suka aja. Gak masalah. : D Bahkan misalnya ada wakil dari waria, kayak Miss Chenny Han zaman dulu, ikut kontes waria, ya silakan aja. Gak masalah. Gimana kalo ada kontes megakoruptor? Kalo orangnya lagi penjara ya kudu minta izin. : ))
Djangoman 0 0
Kalau minta ijin, ntar publikasi santer, akhirnya malah sama media sini dibantai.. ga sesuai kepribadian bangsa kek, ngga sopan kek, ngumbar aurat kek, bla bla bla...

Malah menang kok : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat