Menyentil Seksualitas ala Nia Dinata 11
Rabu, 26 Agu '09 10:23
Seksualitas? Iya, seksualitas...ehm, salah satunya tubuh perempuan. Tubuh perempuan yang sering dijadikan pro dan kontra itu dikemas dengan cerdas oleh Nia Dinata dalam salah satu film-nya Pertaruhan. Pertaruhan, film yang rilis 10 Desember 2008 (lumayan lama juga ternyata) ini menyoal tubuh perempuan dan relasinya dengan masyarakat.
Meski film-nya sudah agak lama, tapi tetap membekas bagaimana saya dan penonton lainnya menangis dan menjerit melihat bayi perempuan yang disunat, kemudian air mata kami makin menetes, melihat perjuangan seorang ibu yang berprofesi sebagai PSK dikejar satpol PP, dipalak preman, demi uang sekolah anaknya. Di menit yang lain, penonton (termasuk saya) tertawa satir melihat seorang dokter yang menolak pasien perempuan yang statusnya belum menikah ketika akan pap-smear.
Ada empat cerita yang disutradarai oleh Ucu Agustin, Lucky Kuswandi, Iwan Setiawan, M. Ichsan dan Ani Ema Susanti ini, keempat ceritanya menggambarkan kondisi nyata tubuh perempuan di Indonesia dalam berbagai sudut pandang.
Mulai dari sunat perempuan yang masih banyak dilakukan di Indonesia dengan alasan bisa mengurangi libido perempuan, sampai cerita tentang akses perempuan yang kesulitan melakukan pap-smear , hanya karena status : masih perawan/ tidak menikah, padahal pap-smear adalah identifikasi awal kerentanan tubuh perempuan terhadap kanker rahim yang merupakan pembunuh kedua setelah kanker payudara.
Cerita lain tentang pekerja seks komersial di Gunung Bolo, yang menggambarkan perjuangan seorang ibu menghidupi anaknya dengan bekerja di malam hari di lokasi prostitusi liar di Gunung Bolo, Jawa Timur, juga cerita tentang pilihan menjadi lesbian yang dialami buruh migrant Indonesia di Hongkong.
Kesemuanya dikemas dalam cerita yang apik dan menyajikan sisi lain tentang tubuh perempuan, sangat menggugah!.
Siapa yang sudah pernah nonton film ini? Bagaimana pendapat Anda tentang film Pertaruhan ini? Berbagi disini yuk! :D
Tag: Film, pertaruhan, Nia Dinata, Seksualitas
Terkait:
-
Menjawab Kerinduan
Jumat, 9 Des '11 09:01 -
Amink adalah Madame X
Rabu, 6 Okt '10 12:25 -
PERTARUHAN
Jumat, 18 Jun '10 14:26
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
maharrani: yoi banget
-
Ms Understanding: yoi banget
-
moccabrown: keren


Komentar:
Dan film-filmnya dia hampir selalu memperlihatkan kebalikan dari stereotyping perempuan yang ada di masyarakat. Arisan! dan pastinya favorit saya, Berbagi Suami misalnya
pokoknya pilem yg ceritanya miris2 gitu paling tak hindari..padahal bagus ya?
ayo nongton
kepikcantik
nongton sekali-sekali boleh lo
neofreko
o iya kamu uda pernah nongton di metro , ya waktu itu
setahuku baru-baru ini, film ini diputar ke kampus-kampus dan komunitas , semacam roadshow gitu. tapi gak begitu tahu detailnya
iya Nia Dinata memang lumayan konsen terhadap isu-isu perempuan.
filmnya udah setahun yang lalu, sepertinya di Blitz pernah, sudah agak lupa. Kemudian diputar di komunitas-komunitas dan roadshow gitu
*telat agy ON*..
udah ada dvd nya belum ya??
adanya dikomunitas2 apa aja mba sofie?
paling suka cerita yang Regat'e Anak, yang cerita ttg pemecah batu dan PSK gunung Bolo itu... miris tapi itulah hidup
Silahkan login untuk memberikan pendapat