Belajar dari Sisa Heboh Royalti Mbah Surip 4

Senin, 24 Agu '09 12:21

Rp 33 miliar? Saya sendiri kurang percaya ketika Kontan menaksir royalti Mbah Surip dari RBT Tak Gendong senilai itu. Maka dalam sebuah posting di blog, saya lampirkan asumsi Kontan dan bahkan repro berita di koran bisnis itu.

Lantas angkanya turun, jadi Rp 4,5 miliar. Turun lagi, simpang siur. Dan akhirnya jelas, ahli waris Mbah Surip pekan lalu menerima jatah kotor Rp 112 juta.

Angka miliaran rupiah adalah magnitude dalam berita hiburan, terlebih jika menyangkut artis yang "baru meledak". Maksud saya, tenarnya belum lama banget. Jika semua MP3 bajakan dihitung, angka Rp 33 miliar rasanya kok berat.

Karena miliaran rupiah serasa di awang-awang, maka kekaguman pun bisa berubah menjadi sihir. Banyak orang ingin ke sana, sukses secara cepat, minimal kecipratan tetes barang sejuta rupiah.

Pesona dunia hiburan memang itu: tenar, dikagumi, dielu-elukan, rezeki membanjir. Misalnya pun tercapai, dalam waktu singkat, tak semua orang siap. Titian kemakmuran bisa membuat gamang karena banyak hal bisa dibeli.

Dengan terungkapnya royalti Mbah Surip, setidaknya tergambar long tail industri rekaman selama ini. Masyarakat juga diedukasi untuk memahami bahwa promosi RBT itu adalah biaya. Adapun tentang besar-kecilnya jatah operator, silakan berdiskusi sendiri. :D

Khusus menyangkut RBT, ini juga bisa jadi racun yang mengasyikkan. Yang penting adalah hook yang catchy. Maka ada saja musisi yang gak segan main comot, dan terbukti pendapatan dari RBT "bisa menghidupi". Mau apa lagi, toh sebagian penggemarnya cuek soal plagiarisme -- bahkan setelah tahu juga cuma berkomentar, "Tapi lagunya enak sih!". :P

Apa boleh bikin. Tapi yang paling lucu dari RBT ya ini: yang mendengarkan adalah orang lain, bukan si pemilik handset. Itu pun kalau si penelepon mau mendengarkan, bukan melihat layar ponsel apakah angka detik sudah berjalan. :))

© Foto: Kompas/Priyambodo -- dimuat di sini tanpa izin 


Tag: Mbah Surip, royalti, RBT, hook, catchy, d\'massiv, long tail

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Chic 0 0
etapi musisi sekarang udah capek ngambil untung di penjualan album Man Paman... soalnya 1 penjualan album berbanding 55 bajakan... hihihihihi

itu kata temen sayah yang musisi juga sih...

jadi mereka sekarang emang nyari duitnya ya dari RBT : D
maharrani 0 0
Tapi bagusnya keluarga Mbah Surip ikhlas terima ya.
Hidup Farid & keluarga deh.. : )
Bang Mas Paman 0 0
Chic: Emang, 1 asli banding banyak bajakan. Apalagi rumor lawas bilang, yang bikin bajakan buat ngrangin pajak dan royalti adalah.... hahaha.

Saya gak anti RBT kok. Malah anggapnya terobosan. Tapiya itu, ada anehnya, orang make buat dipedengarkan ke orang lain, sementara dia sendiri gak dengerin. Inilah content sharing dengan cara membayar : ))
warm 0 0
jadi pengen denger RBT saya yang berjudul Tak Gendong itu kemana-mana : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat