Pembajakan Dilegalkan? 12
Selasa, 18 Agu '09 10:49
Membaca judul tersebut pasti akan bertanya-tanya, masa iya pembajakan dilegalkan? Oh...ini sebenarnya wacana yang keluar dari seorang Armand Maulana, vokalis band Gigi. Ia berpikir saat ini pembajakan sudah sangat meluas. Kenapa tidak sekalian dilegalkan saja?
Bisa kita lihat kalau pembajakan sudah sangat meluas. Bahkan berkat kecanggihan internet, dengan menunggu beberapa menit, kita sudah bisa menikmati lagu sealbum tanpa perlu bersusah payah ke toko musik. Gratis pula. Seperti dalam lirik lagu Saykoji
Bajakan gratis gak pake ragu
Saykoji satu album setengah jam bisa rampung
Lirik ini menggambarkan bahwa pembajakan seperti ini sudah sangat umum. Tidak perlu repot-repot ke toko kaset, cari saja emperan penjual dvd dan cd di pinggir jalan, langsung dapat apa yang diinginkan. Secara tidak langsung, bajakan memberikan promosi gratis bagi sang artis, karena mempermudah distribusi, walaupun itu berarti yang membeli tidak membayar pajak negara.
Di luar negeri sendiri, beberapa musisi memutuskan untuk membagi lagu mereka secara gratis. Ada pula yang menjual via internet, dengan mendownload, maka akan dikenakan beberapa dollar saja. Lebih mudah ketimbang mesti ke toko musik.
Seperti Radiohead yang membagi-bagi lagu di situs resminya, walaupun dikenakan biaya, namun ternyata banyak yang lolos download tanpa membayar. Kok bisa? Dengar-dengar sih bayarnya sesuka hati. Tidak membayar pun tidak apa-apa. Wow!
Contoh lain adalah Muse. Band asal Inggris ini membebaskan penggemarnya untuk mengunduh single terbaru di situs mereka. Tidak perlu bersusah payah menunggu album keluar dan membelinya di toko musik. Hanya dalam 5 menit, voila... lagu sudah bisa dinikmati.
Kira-kira apakah di Indonesia akan melegalkan pembajakan? Toh musisi kita akhir-akhir ini mendapatkan pendapatan lain yakni dari Ring Back Tone (RBT). RBT ini terbilang laku keras. Almarhum Mbah Surip saja mendapat 4 Milyar dari royalti RBT. Sayangnya beliau keburu dipanggil yang Maha Kuasa sebelum menikmati hasil jerih payahnya.
Kenyataannya sekarang lebih banyak orang membeli bajakan yang murah, walaupun kualitasnya belum tentu bersih, ketimbang membeli asli yang harganya bisa mencapai sepuluh kali lipat.
Yang pasti wacana ini tentunya memutar otak para pemberantas bajakan. Akankah mereka terus melawan, atau membiarkan para pembajak itu beredar.
(Foto diambil dari Zazzle.com)
Tag: Mbah Surip, musik, radiohead, bajakan, muse
Terkait:
-
Menyejukteduhkan Kosambi
Kamis, 2 Sep '10 17:38 -
Konser NUSA SWARA Kua Etnika
Jumat, 27 Agu '10 01:29 -
Sekelumit Kisah Dari Konser Kua Etnika
Kamis, 26 Agu '10 02:06
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
missmaharrani: keren
-
venus: keren
-
akokow: biasa
-
gilsolii: yoi banget
-
lontongsayur: keren


Komentar:
1. Harga kemasan physical (audio CD) menurut saya "tidak wajar", karena melebihi DVD film. Emang sih, untuk film kan laku di bisokop sehingga DVD orisinalnya bisa murah. Margin di audio CD kelewat gede.
2. Supaya CD masih menarik ya harus dijual murah. Sudah dua tahun belakangan ini label Indonesia melakukannya.
3. Munculnya MP3 dan sejenisnya memang bikin bingung. Tapi itu hanya menarik jadi gratisan (bagi artis) kalau RBT-nya laku, dan gigs mereka laku, begitu juga merchandising-nya. Tanpa long tail ya mati.
4. Untuk RBT, hmmm... operator paling untung.
missmaharrani: ho oh, tolong bujuk mereka untuk bikin website unduh gratis ya
btw ternyata jatahnya mbah surip gak sebesar itu. beliau cuma kebagian 112 juta aja...
*bingung*
Silahkan login untuk memberikan pendapat