The Lucky Laki dan Tujuhbelasan 2
Senin, 17 Agu '09 15:15
Ces-ces-ces-ces. Aaaku bukanlah Superman. Aaaku juga bisa nangis... [...] Deruk-duk-duk-prak... Ayahku selalu berkata padaku... Kalau tujuhbelasan ini Anda tak berlibur, mungkin pentas tahunan di lingkungan ada lagu ini. Dibawakan oleh bocah-bocah. Kalaupun tanpa live, mungkin lagunya diputar sebelum dan setelah acara sebagai pemeriah.
Misalkan bocah-bocah memang tampil membawakan single The Lucky Laki, Superman, maka inilah saat ketika ada alasan bagi mereka untuk tampil. Dengan lagu yang pas, oleh sesama bocah, rada ngerock, nggak terlalu feminin, tapi cewek juga bisa ikutan. Orangtuanya senang. Mini drum yang cuma dua snare dan satu simbal, dengan las-lasan kasar, itu ternyata berguna.
Lantas lagu anak macam apakah yang tepat? Nggak tahu saya, karena saya bukan ahli musik merangkap ahli psikologi anak -- atau sebaliknya.
Seringkali saya tahu lagu baru justru dari anak-anak yang bersepeda sambil teriak-teriak bernyanyi. Selain mereka, saya tahu lagu baru dari pengamen cilik bermodal tamborin rakitan dengan kayu dan tutup botol.
Yang dinyanyikan para bocah belum tentu (baca: seringkali bukan) lagu anak-anak. Tapi seperti halnya hook RBT tertentu, melodinya gampang diingat dan ditirukan. Juga menimbulkan suasana riang.
Jika bicara lagu anak-anak, album pertama Sherina sepuluh tahun lalu ketika dia masih bocah (Andai Aku Besar Nanti, 1999) itu laris, dan sempat memunculkan eforia sebagian ibu untuk memasukkan anaknya ke kursus vokal.
Album yang indah. Tapi... ehm, lagu-lagunya sulit ditirukan. Bocah laki yang berkeliling kompleks dengan sepeda jarang menirukannya (apa karena penyanyinya cewek?), pengamen juga jarang yang menirukannya. Mungkin lagu-lagunya Sherina waktu itu adalah jenis yang bikin capek, kurang "radiolike" terutama kalau diputar di mobil yang jendelanya terbuka.
Jangan-jangan memang bukan soal lagu anak atau bukan, tapi disukai anak atau tidak. Artinya lagu untuk orang dewasa -- misalkan ada genre ini -- bisa juga disukai bocah.
Lagu Si Lumba-lumba Bondan Prakosa cilik, awal 90-an, disukai bocah-bocah laki. Tapi sialnya (aha, sebetulnya tak usah dihubungkan) album Unity Bondan Prakoo & Fade 2 Back, sejauh saya tahu, tidak ditirukan oleh bocah-bocah bersepeda. Lha memang beda kok! Beda banget. Dan emang nggak ada hubungannya. :D
Maka marilah menebak, lagu apa yang laris ditirukan bocah pada Agustusan tahun depan? Susah kan? :P
Hak cipta foto: tidak diketahui
Tag: the lucky laki, lagu anak-anak, republik cinta
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
perempuan api: yoi banget
-
Chika: yoi banget
-
maharrani: keren


Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat