Bukan Cuma Sinetron, Iklan Juga Bisa Membetot Emosi 11

Rabu, 12 Agu '09 06:13

Jujur saja, judul saya itu menirukan beberapa orang, karena saya jarang menonton sinetron, apalagi yang sampai membuat mata berkaca-kaca. Yang dimaksud adalah iklan Pantene, Show Your Shine, dari Thailand. Saya pun memasangnya di salah satu blog saya.

Ya, ya, ya. Saya tahu itu jualan produk, itu didramatisasi, tapi buat saya iklan itu menyentuh. Beberapa penanggap posting terkesan, bahkan ada yang repost. Sama seperti saya juga repost dari blog lain. 

TV (dan juga bioskop) dengan karakteristiknya sebagai media audio-visual telah dimanfaatkan secara optimal untuk beriklan, dari yang basah rasa humornya bikin kita terguling-guling sampai yang, ya itu tadi, mengharu biru. 

Ujung-ujungnya keluarlah perbandingan, iklan empat menit (panjang juga) bisa menandingi sinteron yang puluhan menit. 

Dari sisi negera pembuat, yah harus kita akui Thailand unggul. Setidaknya di Asia Pasifik iklan-iklan mereka selalu diakui dan dihargai. 

Tentu, orang selalu menggugat, kenapa Indonesia tidak begitu? Bagi saya iklan, sebagai alat pemasaran, adalah produk hubungan segitiga: biro iklan, pelaksana produksi, dan klien. Malah mungkin bisa disederhanakan menjadi produk bersama agensi dan klien. Seburuk-buruknya iklan sampai sekeren-kerennya iklan adalah hasil kesepakatan. 

Justru karena iklan adalah nyawa siaran televisi tak berbayar, maka saya menyorotinya. Meski kadang menyebalkan, iklan adalah bagian dari tontonan. pengulangannya, termasuk jingle-nya, bisa membuat orang tercuci otaknya.
Di tengah iklim, yang secara sewenang-wenang kita sebut saja "kurang kreatif", iklan di media luar ruang (bilbor) sering menjadi teka-teki bagi saya. Kalau saya tak paham, maka saya menanya orang yang sering menonton TV: apakah iklan itu ada di TV, bagaimana "cerita dalam iklan"? Setelah menontonnya saya paham. 

Ternyata memang rancangan besar komunikasinya ada di TV commercials. Bilbor dan media cetak pun merujuk ke sana, bahkan yang bilbor toh media cetak juga hanya saja dipasang di luar ruang, sehingga sering muncul hanya sebagai display ad yang ratusan kali halaman majalah. 

Jarang iklan pada bilbor yang memanfaatkan kekuatannya sebagai media luar ruang. Maka yang kita lihat hanyalah semacam copy and paste dari gambar bergerak di TV menjadi gambar terbekukan. Di mana-mana ada Luna Maya dengan gaya yang sama. 

Kembali ke iklan bikinan Thailand, ada sebuah anekdot. Beberapa tahun lalu sebuah majalah remaja pria ingin menampilka talent cewek yang memutar mobil di tempat terlarang dan diintip polisi berkamuflase daun dalam iklan Sampoerna A Mild. Jawaban agensi di Jakarta, "Silakan kontak Bangkok. Itu iklan dan modelnya, sama produksinya, dari sana." 

Masih untung cuma eksekusinya yang di Thailand. Terlepas dari segi negatif rokok, agensi yang menggarap Sampoerna A Mild, terutama awal-awal dulu, boleh disebut beruntung. Ide-idenya diterima klien.


Contoh bilbor yang rada kuat karena memang tak punya kembaran di TV (diambil dari sana


Tag: luna maya, TVC, pantene, thailand, bilbor

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Silly 0 0
I'm touched paman... really-really touch... *cry*

thanks for share...
wiwikwae 0 0
Saya pribadi lebih suka melihat iklan dibanding sinetron. Bagi saya iklan lebih bisa menghibur meski harus ditonton berulang-ulang dibandingkan dengan sinetron yang kejar tayang. : )
maharrani 0 0
Ah iklan ini!

Menurut saya sih, iklan yang berformat cerita seperti ini memang lagi trend. Contoh: Simpati, Ponds.

Ya, iklannya keren, digarap dengan baik.

Walaupun adegan main biola di akhir itu membuat saya jadi membayangkan Sadako..hehe..
But overall, ini yang paling menyentuh : )
lontongsayur 0 0
yang menjadi alasan saya nonton tipi tuh apa sih?

ya nonton iklan lah : )) : ))

disaat semua orang nonton berita, nonton gosip, nonton shitnetron saya lebih suka nonton iklan : ))
deadeye doll 0 0
maharrani: kalo iklan snack dengan "formula anti bete" itu gimana? kan bercerita juga tuh : p

@Bang Mas Paman: sepertinya org2 kreatif terlalu sesak kena kejartayang untuk mengeksplor potensi media luar ruang tsb

gw suka kalimat ini: "Maka yang kita lihat hanyalah semacam copy and paste dari gambar bergerak di TV menjadi gambar terbekukan" : )
ledicabi 0 0
@deadeyedoll: saya suka banget sm tuh iklan snack, ngecengin iklan produk2 kecantikan yg menawarkan kecantikan dan kulit mulus instan itu, hehe...
@bang mas paman: saya jg suka sm bilbor jakarta tenggelam itu.. klo lg jalan ke subur tendean suka liatin, hehe
Bang Mas Paman 0 0
@all: huahahaha, saya sering menyela (mencela) kalau ada orang mindahin saluran pas ada iklan. Yang paling menarik emang iklan: gimana dalam 30 detik bisa menarik perhatian.
warm 0 0
hari ini saya udah nonton sebanyak 10 kali kayaknya, dan masih saja terharu poll.
Bang Mas Paman 0 0
ledicabi: untuk bilboard, persoalan "estetika" dan "pesan" sudah beres, tapi efeknya kan belum. soalnya membangun kesadaran emang gak gampang, dan gak cukup pake bilbor : D
Bang Mas Paman 0 0
warm: ya, ya, ya... beberapa teman saya juga gitu
Bang Mas Paman 0 0
lontongsayur: emang! : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat