Beladiri Silat dalam kaca mata bule 5

Jumat, 7 Agu '09 00:20

Hari ini saya nonton Merantau, setelah saya keluar meninggalkan studio bioskop. Okey saya seperti habis menonton Film laga Jacky Chan yang diadaptasi jadi film Indonesia. Bedanya... Jacky Chan di film Merantau ini berubah menjadi Yuda. Budaya Cina dan kungfu menjadi budaya Minangkabau yang terkenal dengan Silat melayunya. Cerita dan kasus sama, tentang kebaikan melawan kejahatan. Tentang kenaifan seorang pemuda yang merantau ke ibukota. Berhadapan dengan kerasnya Jakarta dalam perspektif orang bule.

Iya bule. Sutradara merangkap penulis scenario berasal dari Inggris, Gareth Evans. Dengan pemain yang semuanya baru di ranah layar lebar kecuali Christine Hakim dan Donny Alamsyah.

Heran kenapa ya harus orang bule yang memfilmkan sebuah action silat Indonesia? Gareth ternyata menyukai Martial Art, ide membuat film ini karena dia sempat membuat film dokumenter tentang pencak silat. Dia survey dan membuat film dokumenter tersebut  di Sumatra Barat. Dan disitulah dia mengenal budaya Merantau, yang dijelaskan di film ini. Saya terus terang tidak tahu tentang budaya merantau ini, mungkin harusnya teman2 dari minang lebih paham dan bisa menjelaskan tentang budaya ini.

Sang sutradara banyak di bantu oleh perguruan pencak silat Harimau. Tokoh utamanya Yuda (Iko Uwais) dan abangnya Yayan (Donny Alamsyah) adalah atlit pencak silat. Juga sang pelatih perguruan pun ikut main di film ini. Pria asing yang dia temui di bis pada saat perjalanan menuju ke Jakarta.

Saya melihat film ini pria banget, beneran pria pasti suka film ini, full action, full body contact, tanpa banyak senjata benar2 pure beladiri tangan kosong. Di latar belakangi sebuah cerita pria yang melindungi perempuan dan anak2, menegakkan kebenaran, perdagangan perempuan ke luar negeri, anak jalanan, kehidupan malam, preman, tukang pukul, adat istiadat minang, petualangan, sex, dan lain2 semua dirangkum jadi satu. Tampaklah Jakarta itu lebih kejam daripada ibu tiri

Kualitas gambar bagus, natural dan alami, saya suka. Sinematografi, angle2 pengambilan gambar bagus, dinamis, menarik dan gak bikin saya bosan. Ada beberapa shoot yang diambil closed up dan detail bagus menarik mungkin sang sutradara sengaja menampilkan eksotisme wajah minang, detail alam Bukittinggi dan semuanya..

Mendadak saya jadi teringat film 9 Naga, Rudi Soedjarwo. Dulu film ini menjadi kandidat film action di perfilman Indonesia, namun ternyata drama lebih mengkombinasi dari pada aksinya yang bahkan terlihat cengeng, kurang manly. Bagaimana jika Merantau di kombinasi dengan Sembilan Naga? Saya rasa akan jadi film drama action yang jauh lebih menarik.

Singkat kata bagus menarik, menghibur, seru dan bikin deg-degan. Aksi laga dan drama muncul di film ini. Tapi... ini semua dari kacamata sang bule...

Dengar2 film ini ternyata gak Cuma didistribusikan di Indonesia juga tapi juga ke Eropa dan Amerika. Welll saya salut! Film Indonesia semakin go internasional. Salut!

Bagi yang sudah nonton atau belum monggo di komen.. mungkin tulisan saya ini berdasar opini saya saja loh ya :)

gambar diambil dari http://www.merantau-movie.com/


Tag: film indonesia, merantau, action, aksi laga, silat

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

maharrani 0 0
lontongsayur Kenapa ya pada tersepona sama Iko Uwais?
Apa menariknya dia? *belum nonton nih*

ngomong-ngomong "9 Naga"...film itu minim sekali dialognya. seperti berusaha membangun emosi penonton, tapi nggak kena..jadinya gantung abisss! hehe...

jadi semakin penasaran nih sama "Merantau"
lontongsayur 0 0
maharrani: wkekeke saya juga salah satu yang tersepona dengan dia : )) berkharisma? ah kok kayaknya gak juga ya? tapi terus terang sih saya gak bisa melepaskan pandangan mata saya dari semua kelincahan dia bermain silat : )) : ))

tentang 9 Naga iya.. gantung abiss, itu sebenernya diniatkan bikin triologi kan? denger2 sih.... tapi karena yang pertama responnya gitu jadi disudahi saja *ngawur dot com* CMIIW : D

trus ngapain dulu pake ada pencarian tokoh buat maun 9 naga secara besar2an ya?? kalo ternyata filmnya cuma segitu ajah.
udah nonton aja Merantaunya, ada banyak opini setelah ntn film ini soalnya. : D
maharrani 0 0
yesss..sekarang tau kenapa pada tersepona sama Iko.
he's somewhat adorable gimanaaah gitu.
aktingnya juga bagus, silatnya toppp!
two thumbs up buat penata laganya.

sutradaranya kan bule ya..jadi menurutku ada beberapa detail yang bule banget.
misalkan, kebiasaan minta maaf yang di budaya timur kok rasanya kurang digalakkan sejak dini ya..
andai benar seperti di film itu..wah, indah sekali Indonesia.

yang kurang lagi paling hanya darah-darah yang terlihat palsu..

tapi overall, filmnya bagus!
nunu 0 0
Pengen nonton juga, mumpung lagi main di Yogya ini, infonya gaya silat minangkbau Harimau yaa
lontongsayur 0 0
maharrani: hiya penata laganya itu ya orang2 dari perguruan silat Harimau itu, langsung dari minangkabau dan si Iko itu salah satu murid mereka : D

iya karena sutradaranya bule ya gitu deh...ada detil2 yang masih berbau bule dan kurang indonesia : D tapi gak papalah...

ho-oh tuh darah dah ngocor2 eh ternyata luntur : ))
sama baju yang selalu bersih walau dah gegulingan gak karunya : ))

udah deh kalo ngomongin cacat kita emang jago banget yak!

Silahkan login untuk memberikan pendapat